Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Media sosial memang punya satu kebiasaan yang sulit ditebak. Hari ini seseorang bisa viral karena karya. Besoknya, orang yang sama mendadak ramai karena sesuatu yang bahkan bukan berasal dari dirinya sendiri. 

Situasi seperti itu yang belakangan sedang dirasakan Daus Mini. Nama yang selama ini dikenal lewat hiburan mendadak ikut terseret ke ruang yang jauh berbeda, yaitu tudingan, konflik, sampai percakapan panas di TikTok yang menurutnya sama sekali nggak ia lakukan.

Daus sendiri mengaku sempat memilih diam. Ia berpikir akun seperti itu mungkin hanya bercanda atau mencari perhatian sesaat. Namun,keputusan untuk membiarkan ternyata malah membuat persoalan semakin melebar. 

Awalnya Dianggap Bercanda, Lalu Mulai Melewati Batas

Menurut pengakuan Daus, momen ketika ia mulai merasa terganggu justru datang setelah laporan masuk terus menerus. Orang-orang mulai mempertanyakan berbagai pernyataan yang beredar memakai nama dirinya. 

Ada yang bertanya apakah benar ia ikut menyebarkan komentar negatif. Ada juga yang penasaran kenapa sikapnya di media sosial terasa berubah. Daus lalu menjelaskan kalau pada awalnya ia memang memilih santai. 

Ia bahkan sempat berpikir orang di balik akun itu mungkin hanya ingin bercanda. Namun karena kejadian terus berulang dan semakin sering muncul di ruang publik, akhirnya ia memutuskan mencari tahu lebih jauh. 

Daus menceritakan bahwa pihak tersebut malah terkesan menantang. Dalam narasinya, ia menyebut sempat mendengar kalimat bernada santai namun memancing emosi, yaitu “laporin aja”.

Polanya Dinilai Ane

Yang membuat cerita ini makin ramai dibahas justru bukan hanya soal pencatutan nama. Daus mengungkap pola aktivitas akun tersebut terasa berbeda dibanding akun palsu pada umumnya. 

Menurutnya, akun itu hampir nggak pernah siaran langsung dari akun sendiri. Aktivitasnya justru muncul dengan masuk ke room milik orang lain. Di ruang itulah akun tersebut disebut mulai membuka percakapan, membawa isu yang sedang ramai, lalu memancing suasana menjadi panas. 

Beberapa orang bahkan menduga suara yang dipakai sudah dimodifikasi memakai alat bantu suara sehingga identitas aslinya makin sulit dikenali. Dugaan itu semakin ramai karena pelaku juga disebut konsisten tampil tanpa kamera atau off cam.

Dari luar, pola seperti ini memang terlihat sederhana. Namun efeknya cukup besar. Banyak orang akhirnya menghubungkan semua ucapan tersebut dengan sosok Daus Mini yang sebenarnya. Padahal menurut Daus, ia sama sekali nggak pernah masuk.

Tiga Bulan yang Pelan-Pelan Menumpuk

Kalau hanya berlangsung satu minggu, mungkin cerita ini nggak akan sampai sejauh sekarang. Namun Daus menyebut aktivitas itu sudah berjalan kurang lebih tiga bulan. Selama periode tersebut, laporan terus berdatangan dan sebagian besar mempertanyakan konten negatif yang mengatasnamakan dirinya.

Ia mengaku sempat kembali mencoba mengabaikan keadaan. Namun semakin lama semakin banyak orang yang menghubunginya secara langsung. Ada yang bertanya apakah dirinya sedang terlibat konflik. 

Ada yang heran dengan nada bicara yang beredar, dan ada pula yang mulai percaya bahwa akun tersebut memang asli. Dari situ Daus merasa perlu mengambil langkah lebih serius. Baginya, persoalannya sudah bukan tentang akun yang meniru identitas. 

Somasi Jadi Langkah Pertama

Setelah mengumpulkan berbagai laporan dan bukti, Daus akhirnya menggandeng tim kuasa hukum dari LBH Brigade 08. Langkah pertama yang dipilih adalah melayangkan somasi terbuka karena identitas pemilik akun disebut belum diketahui secara pasti.

Kuasa hukum Daus, Zecky Alatas, menjelaskan bahwa mereka memberi waktu tiga hari kepada pihak yang memakai nama dan foto Daus untuk menghentikan aktivitas tersebut serta menghapus seluruh konten yang dianggap merugikan. 

Dalam keterangannya, ia menegaskan kalau penggunaan identitas orang lain untuk menyerang reputasi seseorang bisa masuk ke ranah hukum. Zecky juga menyampaikan bahwa kalau nggak ada respons atau itikad baik dari pelaku, maka langkah berikutnya akan diarahkan ke pelaporan resmi agar identitas pemilik akun dapat ditelusuri. Menurutnya, persoalan ini sudah melewati batas.

Daus Mengaku Ada Lebih Dari Satu Akun

Menariknya, Daus juga menyebut persoalan ini bukan hanya berasal dari satu akun. Dalam keterangannya, ia mengungkap ada beberapa akun yang memakai identitas dirinya. Jumlahnya disebut mencapai sekitar tiga akun dengan pola yang kurang lebih sama.

Keberadaan beberapa akun inilah yang membuat situasi terasa semakin membingungkan. Orang yang baru melihat mungkin mengira semuanya memang milik figur yang sama. Padahal menurut Daus, akun-akun tersebut sama sekali bukan bagian dari dirinya.

Ia mengatakan ada banyak orang yang akhirnya mengirim bukti kepadanya. Dari situ terlihat bahwa isi percakapannya cenderung mengarah ke ujaran kebencian, adu domba, sampai topik yang memancing konflik. Karena alasan itu, Daus memilih menghentikan semuanya sebelum semakin melebar.

Nama Sendiri Harus Dijaga

Di tengah derasnya media sosial sekarang, satu foto dan satu nama memang bisa dipakai siapa saja. Namun yang sering terlupakan adalah konsekuensi ketika orang lain mulai percaya bahwa semua itu nyata.

Kasus yang dialami Daus memperlihatkan satu hal sederhana. Kadang seseorang harus turun langsung bukan karena ingin memperpanjang masalah, tetapi karena ingin menjelaskan mana yang benar dan mana yang bukan.

Sekarang bola ada di pihak yang disebut memakai identitas tersebut. Daus sudah menyampaikan sikapnya. Tim hukumnya juga sudah membuka langkah awal. Tinggal menunggu apakah cerita ini berhenti di somasi atau justru bergerak ke babak berikutnya.

Sumber: hot.detik.com