Insanul Tak Kunjung Ambil Akta Cerai Mawa, Ada Apa?
Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Proses administrasi perceraian antara Insanul Fahmi dan selebgram Wardatina Mawa ternyata belum sepenuhnya rampung di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan. Meskipun majelis hakim telah resmi memutus perpisahan, rupanya ada satu hal mengganjal.
Ya, lembaran fisik akta cerai ternyata masih tersimpan rapi di meja pengadilan lantaran belum diambil oleh pihak pria. Sontak saja keterlambatan ini memicu spekulasi liar di kalangan netizen yang menduga Insanul Fahmi belum sepenuhnya move on.
Asumsi publik yang berkembang liar menyebutkan bahwa Insanul sengaja mengulur waktu karena masih memendam asa untuk kembali membina rumah tangga bersama Mawa. Menanggapi rumor itu, Insanul langsung memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan.
Pria yang tengah berjuang menata kembali bisnisnya ini mengaku bahwa dirinya sama sekali nggak berniat mengulur proses hukum, melainkan murni karena prosedur birokrasi pengadilan. Kesibukan membangun kembali roda usahanya di Jakarta dan Medan membuat jadwalnya menjadi padat hingga sulit meluangkan waktu.
Alasan Insanul Belum Mengambil Akta Cerai Mawa
Kepada para awak media yang menemuinya di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Insanul membeberkan alasan utamanya dengan gaya bicara yang santai dan terbuka. “Waktunya, waktunya aja.
Aku kurang ngerti ya baru pertama kali. Baru pertama kali soalnya,” tuturnya polos menjelaskan ketidakpahamannya terkait tata cara pengambilan dokumen hukum tersebut. Penjelasan jujur ini langsung membantah narasi dramatis yang terlanjur dibangun oleh warganet di media sosial.
Dirinya menegaskan bahwa keterlambatan tersebut murni masalah teknis pembagian waktu dan rasa awamnya terhadap urusan administrasi Pengadilan Agama. Kepastian mengenai keabsahan perceraian mereka juga ditegaskan oleh sang kuasa hukum, Tommy Tri Yunanto.
“Karena udah putusan, saya rasa sih ya tinggal ngambil aktanya aja. Jadi secara sah sudah menyatakan cerai,” tegas Tommy untuk menyudahi simpang siur status hukum kliennya. Menanggapi tuduhan netizen yang menyebutnya masih berharap rujuk, Insanul hanya terkekeh seraya berujar singkat, “Ada-ada aja nih candanya”.
Isu Rujuk Hingga Kabar Jatuh Miskin
Insanul Fahmi menegaskan belum mengambil akta cerai di Pengadilan Agama Lubuk Pakam murni karena keterbatasan waktu dan rasa awam terhadap prosedur administrasi pengadilan. “Waktunya, waktunya aja. Aku kurang ngerti ya baru pertama kali. Baru pertama kali soalnya,” ungkapnya santai sekaligus menepis anggapan belum move on.
Kuasa hukum Insanul, Tommy Tri Yunanto, memastikan ikatan pernikahan kliennya dengan Wardatina Mawa sudah resmi terputus secara hukum lewat putusan majelis hakim. “Karena udah putusan, saya rasa sih ya tinggal ngambil aktanya aja. Jadi secara sah sudah menyatakan cerai,” tegas sang pengacara menyikapi spekulasi publik.
Insanul nggak malu mengakui kondisi finansialnya sempat berada di titik terendah hingga harus menjual aset kendaraan pribadi dan memulai usaha dari nol. “Memang ya aku akuin gitu, emang aku akuin kemarin emang sulit, emang sulit banget kondisinya, tapi alhamdulillah ya pelan-pelan bisa recovery lah,” terangnya jujur.
Wardatina Mawa mengungkapkan bahwa nafkah anak sebesar Rp3 juta per bulan sesuai putusan pengadilan memang sempat tersendat selama tiga bulan terakhir. “Jujur, aku enggak tahu menahu lagi tentang beliau. Jadi enggak tahu kalau dia jualan sayur. Tapi memang, nafkah anak tidak lancar. Ya sudah, it’s okay,” tutur Mawa legowo.
Sikap Mandiri Mawa Sebagai Single Mother
Mawa memilih untuk fokus bekerja keras demi membesarkan sang buah hati tanpa berniat menuntut mantan suaminya secara berlebihan. “Saya harus terus berjuang. Harus survived! Tanpa perlu menuntut nafkah sama beliau, saya yakin anak punya rezekinya sendiri,” tegas selebgram cantik asal Medan tersebut.
Roda kehidupan yang berputar roda memang nggak bisa ditebak oleh siapa pun, termasuk bagi seorang pengusaha seperti Insanul Fahmi. Perceraian yang diwarnai kontroversi perselisihan di masa lalu diakuinya memberikan pukulan yang telak terhadap stabilitas finansial pribadinya.
Ia bahkan nggak ragu membeberkan bahwa dirinya sempat harus melego sejumlah aset berharga yang berada di Jakarta demi bertahan hidup dan memutar modal usaha. Kabar yang menyebut dirinya sempat berjualan sayur menggunakan mobil pikap pun ditanggapinya dengan sikap dewasa tanpa rasa gengsi sedikit pun.
Perjuangan Kebangkitan Ekonomi Dan Bisnis Baru
Masa-masa sulit tersebut diakui Insanul sebagai fase ujian terberat yang menguji ketahanan mental serta kemampuannya dalam mengelola keuangan. Namun, keterpurukan ekonomi nggak membuatnya patah semangat untuk kembali berdiri tegak membangun impian baru bagi masa depannya.
“Memang ya aku akuin gitu, emang aku akuin kemarin emang sulit, emang sulit banget kondisinya, tapi alhamdulillah ya pelan-pelan bisa recovery lah,” lanjutnya penuh optimisme saat menceritakan proses kebangkitannya dari titik nol. Kejujuran Insanul dalam mengakui fase sulitnya ini menuai simpati dari publik yang mengagumi kegigihannya.
Fokus utamanya saat ini tertuju penuh pada pengembangan bisnis baru yang dirancangnya sebagai fondasi utama pemulihan ekonomi keluarga. Medan dipilih sebagai lokasi uji coba atau pilot project dari lini usaha barunya sebelum nantinya mengepakan sayap ke ibu kota.
“Pilot project-nya tadi di Medan sih. Pilot project-nya di Medan. Ada (niatan bikin di Jakarta), insyaallah dalam waktu dekat nanti aku bakal kasih tahu. Ini masih surprise,” tambahnya seraya menyunggingkan senyum misterius. Semangat pantang menyerah ini menjadi bukti bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk memperbaiki kualitas hidupnya ke depan.
Ketegaran Mawa Menjalani Peran Single Mother
Di lain sisi, Wardatina Mawa menunjukkan ketegaran luar biasa dalam menghadapi babak baru kehidupannya sebagai seorang orang tua tunggal. Selebgram asal Medan ini memilih untuk nggak meratapi nasib atau terlibat perselisihan berkepanjangan terkait uang nafkah.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar mantan suaminya yang diterpa isu bangkrut hingga berjualan sayur, Mawa mengaku sama sekali nggak tahu-menahu mengenai aktivitas Insanul.
Mawa mengonfirmasi bahwa kewajiban nafkah anak sebesar Rp3 juta per bulan yang ditetapkan Pengadilan Agama Lubuk Pakam memang mengalami kendala dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
“Jujur, aku enggak tahu menahu lagi tentang beliau. Jadi enggak tahu kalau dia jualan sayur. Tapi memang, nafkah anak tidak lancar. Ya sudah, it’s okay. Aku tidak tahu bagaimana kondisi finansial beliau saat ini. Intinya, aku hanya ingin melihat effort beliau dalam menafkahi anaknya saja,” ungkap Mawa bijak.
Sumber : rctiplus.com
