Denny Sumargo Curhat Dihujat Imbas Podcast dengan Sarwendah
Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Tayangan podcast yang menghadirkan Sarwendah mendadak memicu kontroversi panas di kalangan netizen. Tayangan yang awalnya memfasilitasi ruang bicara bagi Sarwendah saat konflik dengan Ruben Onsu justru memicu amarah dari sebagian warganet.
Pria yang akrab disapa Densu ini dituduh berpihak secara sepihak hingga harus menanggung konsekuensi pahit. Serangan jari netizen yang makin tak terkendali akhirnya menembus batas privasi kehidupan pribadi sang mantan atlet basket tersebut.
Anak dan istri Densu yang sama sekali tak terlibat dalam urusan rumah tangga orang lain ikut dijadikan sasaran cemoohan bernada kasar di media sosial. Situasi kurang menyenangkan ini memaksa Densu untuk angkat bicara dan mengambil sikap tegas.
Hujatan Ke Keluarga Denny Sumargo
Perilaku nggak terpuji dari para haters di media sosial diakui Densu bermula dari cuplikan pernyataan yang dipelintir dan disebarkan tanpa konteks utuh. “Akun-akun medsos ini menghina anak dan istri saya karena merasa saya berpihak pada Sarwendah dalam konfliknya dengan Ruben Onsu,” kata sang aktor dikutip dari Intens Investigasi, pada Senin (10/8/2026).
Dirinya menegaskan nggak akan tinggal diam ketika keselamatan psikologis anak dan istrinya terganggu oleh ulah netizen yang terprovokasi. Keberanian Densu dalam membalas komentar-komentar pedas di platform digital murni dilakukan sebagai bentuk perlindungan seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Dirinya membantah tuduhan yang menyebut sikap reaktifnya muncul karena faktor kesombongan atau keinginan untuk memicu percekcokan baru. “Saya sih cuma mau bilang ke para haters ini bahwa mereka tidak bisa menggoyang integritas saya dengan kebencian.
Imbas Podcast Sarwendah Dan Densu
Tayangan obrolan santai bersama Sarwendah berdampak buruk pada keluarga pribadi Denny Sumargo. Banyak akun bodong secara bertubi-tubi melempar komentar kebencian kepada anak serta istri Densu karena menganggap sang host berpihak pada Sarwendah.
Sarwendah meluruskan berita bohong yang menyebut anak-anaknya mengalami perundungan secara fisik di lingkungan sekolahnya. “Opini bahwa perundungan terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar.
Pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” tutur Sarwendah dalam keterangan resminya. Sarwendah menegaskan bahwa hinaan liar terlontar di kolom komentar akun Instagram sekolah serta akun pribadi sang anak.
“Anak saya dibully di media sosial sekolahnya. Dibilang anak enggak tahu diri anak ini anak itu. Saya sebagai ibu sakit hati dan sedih sekali karena anak saya tidak melakukan itu tapi dia dihujat sama orang-orang,” tuturnya penuh kepedihan.
Ruben Onsu Pasang Badan Lindungi Anak Dari Fitnah
Ruben menegaskan siap melawan pihak mana pun yang secara sengaja menggiring opini buruk terhadap tumbuh kembang buah hatinya. “Orang ini mengeluarkan statement tak hanya tentang saya, tapi juga anak-anak saya.
Kalau hanya saya yang diserang sih enggak masalah ya. Bisa saya lawan. Tapi kalau anak kan enggak bisa. Harus saya yang melawan,” ungkapnya di Bogor, Jawa Barat. Pengacara Farhat Abbas mendadak memberikan komentar pedas agar Ruben berhenti memperebutkan hak asuh dan fokus mencari pasangan baru.
“Sebenarnya ya itu sah-sah saja, saya tidak terlalu mengikuti. Ngapain kau, Ruben ngambil anak. Cari uang saja yang banyak. Yang jelas Ruben sebaiknya cari istri baru saja, enggak usah cari anak lagi,” ujar Farhat penuh canda provokatif.
Pasang Badan Demi Buah Hati dan Isu Perundungan
Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah nyatanya memang menyisa cerita pilu yang berdampak langsung pada kondisi psikologis buah hati. Sarwendah yang merasa sudut pandangnya diputarbalikkan di media sosial akhirnya memilih membuat pernyataan tertulis di Insta Story demi meluruskan kesalahpahaman.
Ibu tiga anak ini memohon agar masyarakat menghentikan silat lidah dan menjaga tutur kata saat berkomentar di akun media sosial anak-anak. Dirinya bersyukur karena lingkungan tempat belajar buah hatinya tetap memberikan ruang perlindungan yang sangat aman dan terbebas dari perundungan fisik.
Perbedaan sudut pandang netizen dalam mencerna klarifikasi tersebut seketika memicu perdebatan sengit di platform Threads dalam beberapa hari terakhir. Sebagian pengguna internet menuding bahwa klarifikasi dari Sarwendah muncul hanya karena teguran keras dari pihak pengelola sekolah yang merasa namanya terseret.
Perdebatan Soal Sarwendah
“Dia klarifikasi pasti karena sudah ditegur pihak sekolah. Kalau begini kan anaknya juga yang kena imbas mulut gacor emaknya. Ampun deh,” tulis akun @bla*gle77 menyindir sikap sang artis.
Pembelaan dari warganet lainnya juga bergema untuk meredam cemoohan yang dialamatkan kepada pelantun lagu Kamu Berhak Bahagia tersebut. Netizen meminta masyarakat mendengarkan isi wawancara di podcast secara cermat sebelum melemparkan tuduhan tanpa dasar yang valid.
“Kuping kalian kalau lagi budeg dikorek dulu lah. Di video Densu, Sarwendah jelas-jelas bilang anaknya dibully di media sosial sekolah, bukan di sekolah,” kata akun @23***his memberikan kepastian informasi.
Sikap protektif serupa ditunjukkan oleh Ruben Onsu yang memilih berdiri paling depan ketika nama anak-anaknya diseret ke dalam narasi negatif. Ruben merasa tindakan oknum yang menggiring opini publik mengenai keluarganya sudah melewati ambang batas toleransi.
Curhat Rindu Sang Ayah dan Opsi Hukum
Di tengah sengitnya perseteruan hak asuh yang masih terus berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ruben Onsu menyimpan kerinduan mendalam pada momen kebersamaan. Setelah resmi berpisah dari Sarwendah pada 2024 lalu, rutinitas berkumpul bersama keluarga kecilnya diakui sudah nggak bisa dirasakan secara utuh seperti dulu.
“Iya itu pasti (kangen dipanggil ayah). Iyalah pasti (kangen banget momen bersama anak). Tapi saya tidak pengin itunya (kehilangan momen dengan anak) menjadi bikin saya drop gitu. Tapi saya maunya berjalan, mencoba untuk ya Allah yang kerjakan semuanya lah gitu,” tutur Ruben Onsu saat ditemui di kawasan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).
“Masih, masih gitu (chatting). Ya mungkin mereka punya banyak kegiatan dan aktivitas kan gitu. Jadi saya pun kalau mau nge-chat juga kayak ya udahlah nanti mereka lama balas entar saya jadinya sedih. Jadi ya sudah saya percaya suatu saat nanti ya pasti Allah kasih jalan ya,” pungkasnya secara bijak.
Polemik pengasuhan anak ini dipastikan akan kembali memasuki babak baru pada persidangan lanjutan yang dijadwalkan digelar pada 13 Agustus 2026 mendatang. Kehadiran mediator pengadilan diharapkan mampu membuka jalan damai agar kedua belah pihak dapat menemukan titik temu yang paling ideal bagi anak.
Sumber: sumsel.tribunnews.com
