Hotman Paris Buka Suara Soal Gugatan Ruben Onsu
Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Ruben Onsu secara resmi melayangkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru-baru ini. Langkah hukum yang diambil pada tanggal 30 Juni kemarin langsung memicu kehebohan besar di masyarakat.
Netizen dibuat penasaran dengan alasan kuat yang membuat Ruben Onsu menempuh jalur pengadilan. Kondisi ini mengundang perhatian banyak pihak termasuk pengacara nyentrik bergelimang harta Hotman Paris Hutapea.
Pria yang kerap dikelilingi asisten pribadi cantik ini langsung memberikan analisis tajam mengenai persidangan tersebut. Pandangan hukum dari pengacara senior dinilai bisa memberikan pencerahan bagi netizen yang penasaran.
Melalui sebuah wawancara santai, Hotman Paris blak-blakan menyebutkan bahwa tindakan hukum tersebut sangat wajar dilakukan. Mari kita bedah lebih dalam mengenai alasan mendasar di balik langkah nekat Ruben Onsu.
Alasan Hukum di Balik Gugatan Hak Asuh Anak
Pandangan hukum yang objektif dari praktisi berpengalaman tentu sangat dibutuhkan dalam melihat kasus rumit ini. Hotman Paris menjelaskan bahwa gugatan semacam itu sah di mata hukum jika terdapat hak yang dilanggar.
Menurut Hotman, apabila salah satu pihak nggak menjalankan ketentuan putusan pengadilan, maka pihak yang dirugikan berhak mengajukan gugatan. Pelanggaran terhadap komitmen awal pasca perceraian disinyalir membakar emosi Ruben Onsu.
“Tergantung, apabila pihak wanita melakukan pelanggaran hak dari si suami, ya itu bisa digugat agar membatalkan putusan sebelumnya,” kata Hotman. Ia mencontohkan, jika dalam putusan perceraian disebutkan ayah memiliki hak bertemu anak beberapa kali dalam seminggu namun hak tersebut nggak diberikan, maka hal itu dapat menjadi dasar gugatan.
“Misalnya, kalau dalam putusan pengadilan sebelumnya diberikan bahwa si suami berhak mengunjungi sekian kali seminggu, berarti ada pelanggaran kan? Dia berhak gugat,” ujarnya.
Isu Perpindahan Agama dan Fakta Persidangan
Dinamika gosip di media sosial beralih fokus pada rumor miring seputar kehidupan pribadi sang artis. Muncul spekulasi liar dari warganet yang mengaitkan urusan keyakinan dengan proses perebutan anak ini.
Isu miring tersebut dengan cepat menyebar hingga berpotensi memperkeruh suasana persidangan yang sedang berjalan. Hotman Paris dengan sigap langsung menepis segala asumsi nggak berdasar yang beredar di kalangan netizen.
“Nggak ada kaitan ke pindah agama. Itu kan dulu cerainya di mana? PN kan? Ya nggak ada kaitan,” tegas Hotman. Pernyataan menohok ini sekaligus membungkam segala komentar sok tahu dari para pengguna internet liar.
“Intinya adalah apakah ketentuan dalam putusan pengadilan itu dilanggar atau tidak. Itu aja,” pungkasnya. Penjelasan gamblang ini mengembalikan fokus permasalahan pada jalur hukum yang semestinya tanpa perlu melebar ke mana-mana.
Tuduhan Lingkungan Kurang Sehat dan Bukti Video Live
Kisah asmara yang kandas ini semakin terasa pelik saat sahabat dekat Ruben Onsu mulai berani bersuara. Nanda Persada membeberkan isi curhatan mendalam setelah mereka melakukan pertemuan empat mata pasca ibadah umrah.
Sang sahabat mengaku sangat terkejut saat melihat deretan bukti otentik yang telah disiapkan. Alasan utama Ruben Onsu nekat menggugat karena dia melihat lingkungan tempat tumbuh anak-anaknya kurang sehat.
Faktor psikologis dan perkembangan mental buah hati menjadi kekhawatiran terbesar yang menggelayuti pikiran sang ayah. Dia merasa harus segera mengambil tindakan penyelamatan sebelum masa depan anak-anaknya menjadi taruhan.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, juga mengisyaratkan akan menggunakan perilaku Sarwendah di media sosial sebagai senjata utama. Aksi siaran langsung mantan personel Cherrybelle itu bersama sosok pria bernama Giorgio Antonio disorot tajam. Rekaman video tersebut dianggap kurang pantas serta memicu keresahan di kalangan netizen tanah air.
Lingkungan yang Nggak Aman
“Apapun hal-hal yang kami rasa itu bisa dijadikan dasar pertimbangan bagi hakim untuk melihat bahwa anak ini memang berada di tangan yang tidak tepat, di lingkungan yang tidak aman, yang bisa berdampak kepada pertumbuhan jiwa dan psikis pertumbuhan mentalnya di suatu saat yang akan kemudian, itu pasti akan kami gunakan,” tegas Minola Sebayang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Sanksi sosial berupa petisi boikot dari masyarakat dianggap sebagai konsekuensi logis atas kelalaian bersikap di dunia maya.
Pengkhianatan Saudara Kandung
Beban mental yang harus dipikul oleh Ruben Onsu ternyata nggak berhenti sampai di urusan mantan istri saja. Hubungan persaudaraan dengan sang adik kandung, Jordi Onsu, dikabarkan berada di titik nadir yang sangat memprihatinkan.
Isu keretakan kakak beradik ini mencuat setelah adanya ancaman pembongkaran rahasia masa lalu ke publik. Jordi Onsu diduga kuat berbalik arah memberikan dukungan penuh kepada pihak Sarwendah dalam konflik panas ini.
Ancaman untuk mempermalukan sang kakak secara terbuka dinilai sebagai tindakan yang sangat nggak terpuji. Sikap egois sang adik tentu menorehkan luka batin yang sangat mendalam bagi Ruben Onsu.
Konflik Internal Keluarga
Menanggapi konflik internal keluarga yang kian memanas ini, Minola Sebayang langsung melayangkan peringatan yang sangat keras. “Jangan ancam Ruben dengan membuka hal-how yang tidak seharusnya dibuka karena tidak ada konteksnya. Ya berarti kan ini berdiri sendiri ingin mempermalukan, niat dan tujuannya sudah ada,” tegas Minola dengan nada bicara meninggi.
Pihak kuasa hukum bahkan sudah menyusun rencana matang untuk menyeret oknum tersebut ke ranah kepolisian. “Kalau itu memang dilanjutkan maka sudah cukup bukti bahwa orang tersebut memang memiliki niat untuk mempermalukan dan mencemarkan nama baik Ruben Onsu, bukan untuk membela kepentingan anak-anak. Catat,” imbuhnya. Ancaman pidana ini menjadi bukti keseriusan pihak Ruben dalam melindungi harga diri keluarga.
Ketegaran Hati Seorang Ayah yang Berserah Diri
Meskipun terlihat sangat tegar di depan sorotan kamera, kondisi fisik sang artis dikabarkan sempat drop. Perjalanan ibadah ke tanah suci beberapa waktu lalu dipenuhi oleh air mata doa yang tiada henti.
Beban pikiran yang terlampau berat membuat kondisi kesehatannya menjadi kurang optimal selama beraktivitas. Nanda Persada mengungkapkan bahwa sahabatnya itu merasa sangat lelah dengan drama kehidupan yang berkepanjangan ini.
Namun Ruben memilih pasrah dan mempersilakan sang adik jika memang benar-benar ingin menjatuhkan reputasinya. Sebagai tulang punggung yang membesarkan adiknya, dia merasa sudah menjalankan amanah mendiang orang tua dengan maksimal.
Pihak Ruben juga memastikan nggak akan membatasi ruang pertemuan antara anak dan ibu kandungnya kelak. Siapapun yang memenangkan hak asuh, ikatan batin antara anak dan orang tua nggak boleh diputus secara paksa. Sidang perdana beragendakan mediasi pada 15 Juli mendatang akan menjadi penentu jalannya takdir keluarga ini.
Sumber: www.inews.id
