Estimated reading time: 5 minutes

Lambe Katy – Panggung hiburan tanah air kembali dihebohkan dengan kelanjutan gosip keluarga antara Ruben Onsu dan mantan istrinya. Setelah resmi berpisah pada tahun 2024 lalu, urusan buah hati ternyata belum sepenuhnya selesai di antara keduanya. 

Langkah hukum terbaru yang diambil oleh pihak Ruben sukses memicu berbagai spekulasi liar di kalangan netizen. Banyak orang yang penasaran dengan alasan sebenarnya mengapa sang presenter kondang mendadak mengajukan gugatan resmi ke pengadilan.

Suasana menjelang pertemuan mereka di meja hijau kini semakin intens dan penuh dengan tanda tanya besar. Pihak pengadilan sendiri sudah menetapkan waktu khusus untuk mempertemukan mantan pasangan suami istri ini dalam waktu dekat. 

Jadwal Sidang Rahasia dan Kekecewaan Sarwendah

Gugatan resmi yang dilayangkan oleh pihak Ruben diketahui telah terdaftar dengan nomor perkara 756/Pdt.G/2026/PN Jkt.Sel sejak akhir Juni kemarin. Berdasarkan keterangan resminya, proses persidangan ini dipastikan akan berjalan di bawah pengawasan ketat. 

Jadwal pertemuan perdana mereka pun kini sudah disebarluaskan dan mulai menjadi sorotan tajam publik. Humas PN Jakarta Selatan, Halida Rahardhini, menjelaskan bahwa Ruben dan Sarwendah akan bertemu di sidang mediasi hak asuh anak yang akan digelar tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 15 Juli mendatang. 

Meskipun siap hadir, pihak Sarwendah ternyata nggak bisa menyembunyikan rasa kecewa mereka terhadap tindakan sepihak dari kubu lawan. Pasalnya, kedua belah pihak sebenarnya sudah merencanakan sebuah pertemuan kekeluargaan yang dijadwalkan matang pada tanggal 11 Juli. 

Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah mengonfirmasi kesiapan kliennya sekaligus menyayangkan sikap nggak sabaran yang ditunjukkan oleh pihak Ruben. Ia menyatakan, “Kami hormati apa yang dilakukan Bang Minola, meski sebenarnya ada kekecewaan. Ya, lucu saja. Logikanya di mana? Pertemuan sudah dijadwalkan tapi sudah masuk gugatan,” saat dimintai keterangan.

Strategi Serangan Balik dan Fakta Masa Lalu

Menghadapi tekanan hukum dari sang mantan suami, kubu Sarwendah ternyata sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda panik. Mereka justru terlihat sangat optimis dan mengaku sudah nggak sabar untuk segera berhadapan langsung di ruang sidang. 

Sikap tenang ini mengindikasikan bahwa mereka memiliki amunisi kuat untuk mematahkan semua tuntutan dari pihak Ruben. Chris Sam Siwu menegaskan bahwa momen persidangan tertutup ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk meluruskan segala opini miring. 

Pihaknya berencana untuk membuka secara terang benderang semua lembaran hitam putih kehidupan rumah tangga kliennya sejak awal pernikahan. Informasi sensitif yang selama ini dijaga ketat dari konsumsi publik akan dibeberkan secara utuh di depan majelis hakim.

Posisi Sarwendah

Langkah berani ini diambil karena mereka merasa posisi Sarwendah sebagai seorang ibu kandung berada di pihak yang benar. Chris mengungkapkan rasa nggak sabarnya untuk segera memulai proses pembuktian materi perkara yang sah secara hukum tersebut. 

Ia menegaskan, “Kami sebenarnya, sangat menunggu momen ini. Dengan adanya gugatan dari pihak RO, maka kami juga akan membuka semua hal di pengadilan.” Kubu Sarwendah yakin bahwa seluruh argumen didukung oleh bukti-bukti konkret serta saksi mata. 

Chris juga menambahkan, “Semua fakta itu belum pernah kami sampaikan di media sebelumnya. Kami juga akan mempertahankan fakta bahwa klien kami, Sarwendah adalah pihak yang paling berhak atas hak asuh anak.”

Gelombang Petisi Boikot Netizen yang Kian Mengerikan

Di tengah memanasnya konflik hukum tersebut, Sarwendah harus menghadapi ujian berat lain yang datang dari dunia maya. Sebuah gerakan penolakan massal muncul di situs petisi online yang menargetkan eksistensi dirinya di panggung hiburan digital. 

Kehadiran petisi ini seolah memperkeruh suasana dan membuat posisi Sarwendah semakin tersudut di mata publik. Petisi yang diinisiasi oleh akun Netizen Update tersebut menuntut agar ruang geraknya di media sosial segera dihentikan total. 

Isinya mendesak agar berbagai perusahaan besar nggak lagi menggunakan jasa sang artis untuk keperluan promosi atau siaran langsung. “Agar brand berhenti mempromosikan atau menjual produk melalui siaran langsung (live streaming) bersama artis. 

Kami percaya, setiap brand memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra, credibility, serta kepercayaan konsumen,” bunyi keterangan petisi itu. Hanya dalam waktu enam hari sejak pertama kali dirilis, petisi tersebut langsung diserbu puluhan ribu tanda tangan netizen. 

Banyak warganet merasa kecewa dengan beberapa sikap Sarwendah yang dianggap nggak memberikan contoh baik bagi perkembangan anak. Isu mengenai kedekatan yang dinilai berlebihan dengan pihak lain di depan anak-anak menjadi alasan utama kemarahan publik.

Status Hukum Hak Asuh yang Ternyata Belum Sah

Melihat kegaduhan yang terjadi terkait aksi boikot tersebut, kubu Ruben Onsu akhirnya ikut memberikan pandangan mereka secara objektif. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mereka menilai reaksi keras dari masyarakat adalah hal yang wajar terjadi. 

Namun, fokus utama mereka saat ini bukanlah mengurusi petisi, melainkan meluruskan status hukum anak yang selama ini salah dipahami publik. Minola membeberkan sebuah fakta mengejutkan mengenai legalitas pengasuhan anak-anak yang selama ini tinggal bersama Sarwendah. 

Publik selama ini mengira bahwa hak asuh sudah resmi jatuh ke tangan sang ibu sejak ketuk palu perceraian dua tahun lalu. Kenyataannya, pihak pengadilan pada saat itu hanya memutuskan status perceraian saja tanpa mengatur urusan hak asuh buah hati.

Segala urusan mengenai anak selama ini hanya didasarkan pada kesepakatan tertulis di luar pengadilan melalui bantuan notaris. “Ini yang harus saya luruskan. Belum ada produk hukum pengadilan yang mengatur tentang hal itu. Jadi belum ada produk pengadilan yang mengatur tentang hak asuh anaknya itu jatuh kepada S, itu nggak ada,” kata Minola Sebayang melalui Zoom belum lama ini.

Tudingan Eksploitasi Anak di Balik Siaran Langsung

Kekhawatiran ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Ruben bersikeras ingin mengambil alih hak asuh secara penuh. Minola Sebayang menyentil aktivitas komersial yang sering melibatkan anak-anak pada jam-jam istirahat. 

Pihaknya menduga ada unsur pemanfaatan anak demi kepentingan bisnis digital yang berjalan secara rutin di media sosial. Hal inilah yang membuat Ruben merasa perlu ada campur tangan pengadilan untuk mengatur batasan aktivitas sang buah hati.

Minola menegaskan, “Patut diduga anak-anak ini tumbuh dalam lingkungan yang tidak aman. Adanya dugaan eksploitasi anak, karena mereka dilibatkan dalam live TikTok di malam hari dan beberapa kegiatan lain yang tak seharusnya dilakukan anak bawah umur.” 

“Jadi hak asuh ada di tangan S karena hasil kesepakatan dan persetujuan Ruben Onsu. Tentunya, dengan kondisi bahwa Ruben harus bertemu anak-anaknya 2-3 hari dalam seminggu. Tapi pelaksanaannya justru tidak terealisasikan,” tutupnya.

Sumber: www.tvonenews.com