Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon membuat publik terpukul luar biasa. Momen duka ini kian menyayat hati saat Abdel harus berada jauh di negeri orang.

Keberadaan Abdel Achrian di Amerika Serikat saat hari pemakaman berlangsung ternyata menghadirkan beban emosional yang amat berat. Rasa bersalah terus membayangi benak sang presenter kondang karena nggak bisa berada di samping sang sahabat terakhir kali. 

Begitu mendarat di Tanah Air, Cing Abdel tanpa membuang waktu langsung meluncur menuju area pemakaman Tanah Kusir. Isak tangis haru pun pecah di atas pusara almarhum sebagai bentuk ungkapan penyesalan terbesarnya.

Suasana haru menyelimuti kedatangan Cing Abdel saat menyambangi rumah duka untuk menemui keluarga besar almarhum sahabatnya. Raut wajah yang bengkak akibat tak henti meneteskan air mata menggambarkan betapa dalamnya ikatan batin mereka. 

Fakta Menyentuh Di Balik Kepergian Temon

Adik almarhum Temon, Jonathan, mengungkapkan betapa terpukulnya Abdel saat mengetahui kabar duka tersebut dari kejauhan. “Menyesal banget ya dia, nyesal banget. Makanya dia nangis di kuburan. 

Terisak-isak, karena dia merasa… ‘Minta maaf, mohon maaf, saya nggak bisa datang lagi di Amerika’,” ungkap Jonathan saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.

Istri Temon, Mae, menceritakan kondisi sang komedian yang datang ke rumah duka dengan raut wajah sembab. “Dia bilang apa matanya, matanya kayak bengkak ya. Sampai nangis terus di sana juga,” tutur Mae. 

Mae sengaja nggak mengganti sprei serta bantal bekas almarhum. Meski diliputi suasana duka, Abdel tegar di hadapan keluarga. Dia nggak ingin terus larut dalam kesedihan dan justru mengajak keluarga untuk mengenang sisi humoris Temon semasa hidup. 

Ikatan Persahabatan Temon dan Abdel

“Enggak juga sih (nangis terus), malah kita ketawa. Karena kita nggak mau sedih juga. Cerita yang dulu-dulu aja masa pertemanan mereka awal-awal ketemu,” ujar Wanti, kakak almarhum Temon.

Bagi keluarga besar Temon, sosok Abdel bukan lagi sekadar rekan kerja. Hubungan yang terjalin selama lebih dari tiga dekade membuat Abdel sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga. 

“Abdel tuh udah kayak keluarga. Sering main ke rumah,” tambah Wanti singkat. Lewat rentetan unggahan terbarunya di media sosial, Cing Abdel tampak begitu kehilangan sosok yang telah menemani perjalanan kariernya sejak lama. 

Abdel membagikan daftar lagu kesukaan almarhum yang dinilainya terdengar sangat indah bila dinyanyikan langsung oleh Temon. Hal itulah yang membuktikan bahwa keduanya memiliki ikatan kuat sebagai sahabat.

Ikatan Batin Tiga Dekade Yang Nggak Tergantikan

Abdel mengaku bahwa hanya almarhum Temon yang mampu membuatnya tertawa lepas di tengah kepenatan aktivitas. Guyonan yang diulang beribu kali tetap kocak jika keluar dari mulut sahabat tercintanya.

“Lo doang nih Mon yang bisa bikin gue ketawa begini. Joke yang udah beribu-ribu kali diulang tapi tetep lucu buat gue,” tulis Abdel menyematkan emoji sedih dan hati, dikutip Jumat (17/7/2026). 

Unggahan bernada emosional tersebut langsung diserbu ribuan doa dari para penggemar serta rekan sesama artis. Kenangan manis era siaran radio tahun sembilan puluhan juga menjadi saksi bisu awal mula kisah asmara almarhum. 

Mae menceritakan awal mula benih cinta mereka tumbuh saat Temon masih aktif menjadi seorang penyiar radio populer. “Mengobati rindu, saya nyanyiin lagu-lagu dia, lagu-lagu kenangan kita. Kan dulu dia penyiar, saya kebetulan fans-nya jadi sering dikirimin lagu. Jadi saya mau nyanyiin sekarang buat dia, gantian,” kenang Mae dengan senyum ketegaran.

Istri Temon Mengaku Sangat Kehilangan

Kebersamaan panjang tersebut membuktikan bahwa ikatan mereka bukan sekadar hubungan profesional di depan kamera televisi saja. Kehilangan sosok pelawak bertalenta ini membuat panggung komedi nasional kehilangan salah satu warna terbaiknya.

Walau raga telah tiada, karya serta gelak tawa yang pernah dihadirkan akan tetap abadi di memori pemirsa. Langkah masa depan kini harus dilanjutkan oleh mereka yang ditinggalkan dengan penuh ketabahan.

Ketegaran Demi Mewujudkan Cita-Cita Almarhum

Memasuki hari ketujuh pasca kepergian mendiang, suasana haru masih menyelimuti kediaman almarhum kawasan Mampang. Mae yang kini menjadi orang tua tunggal terus berusaha bangkit dari duka demi masa depan anak bungsu mereka. 

Kerinduan yang membuncah kerap diatasi dengan cara memeluk barang-barang peninggalan almarhum sebelum menghembuskan napas terakhir. Dirinya mengaku sama sekali nggak merasa takut dan justru sangat berharap bisa didatangi lewat mimpi.

“Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang. Jadi di bagian dia, biasanya kan saya di sebelah sini, jadi saya di pinggir yang di bagian dia tidur,” ujar Mae saat ditemui usai acara Ibadah Syukur di kediamannya, kawasan Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini. 

“Bantalnya belum saya ganti. Sprei guling belum saya ganti. Jadi saya tidur di situ, sampingnya foto dia, ya sudah,” sambungnya dengan mata berkaca-kaca. Ketabahan Mae menjadi cerminan kekuatan seorang ibu yang bertekad melanjutkan perjuangan. 

Impian Besar Temon

Mendiang Temon diketahui memiliki impian besar agar putra bungsunya bisa tumbuh menjadi sosok yang membanggakan keluarga. Fokus utama sang istri saat ini adalah membesarkan Remino agar bisa meraih cita-cita setinggi langit kelak. 

“Ngebesarin anak kita, Remino. Insya Allah, niat kita ya ngebesarin Remino untuk jadi anak hebat,” pungkasnya mantap. Perjuangan berat mendidik anak seorang diri tentu membutuhkan dukungan moral serta doa dari sekeliling mereka.

Kehadiran figur Abdel yang sudah dianggap keluarga sendiri menjadi pilar penguat bagi Mae dan anak-anak. Semua kenangan indah bersama almarhum akan terus dirawat. Selamat jalan komedian legendaris, karya serta kebaikanmu akan selalu dikenang sepanjang masa.

Sumber: celebrity.okezone.com