Abdel Achrian Berjanji Jaga Keluarga Mendiang Temon
Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Pelawak senior Simson Rarameha alias Temon mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 12 Juli 2026. Sosok jenaka yang selalu sukses memancing tawa lepas pemirsa kini telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.
Kabar duka ini seketika menyebar cepat dan mengejutkan banyak pihak termasuk barisan rekan seprofesi almarhum. Kepergian Temon murni ini menyisakan luka mendalam bagi industri seni pertunjukan komedi Indonesia.
Prosesi pemakaman jenazah berlangsung sangat khidmat di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir Jakarta Selatan. Isak tangis dari pihak keluarga dan kerabat dekat mengiringi penurunan peti jenazah ke liang lahad.
Suasana haru semakin memuncak saat istri tercinta, Mae, memberikan kata perpisahan terakhirnya. Sambil menaburkan bunga di atas pusara, Mae membisikkan. “Sampai jumpa sayangku. I know you. Sampai jumpa lagi di sana, sayangku,” ucap Mae lirih.
Janji Abdel Achrian dari Benua Amerika
Abdel Achrian menghubungi keluarga almarhum secara langsung dari New York karena nggak bisa hadir di pemakaman secara fisik. Cing Abdel menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena terhalang jarak benua yang sangat jauh.
Putra sulung Temon, Rico, mengungkapkan bahwa Abdel berjanji akan menjaga penuh kehidupan istri serta anak-anak sahabatnya. “Cing Abdel cuma bisa janji bakal ngejagain sekeluarga, ngejagain Mama, adik-adik, semuanya bakal dijagain,” ujar Rico menirukan ucapan Abdel.
Abdel meminta pihak keluarga mengantarkannya langsung ke makam Temon setibanya di tanah air nanti. Komitmen kuat dari rekan duet ini menunjukkan bahwa hubungan persahabatan mereka sudah layaknya saudara kandung.
Detik-Detik Terakhir Bersama Ayah Tercinta
Kepergian almarhum dirasa sangat mendadak lantaran nggak ada tanda-tanda penyakit parah sebelumnya. Pihak keluarga menjelaskan bahwa almarhum sempat berbincang santai pada pagi hari sebelum mengeluhkan nyeri dada.
Serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama Temon mengembuskan napas terakhir pada usia lima puluh sembilan tahun. Tim medis rumah sakit sudah berupaya maksimal namun takdir berkata lain bagi Temon.
Putri almarhum yang bernama Reca mencoba untuk tetap tegar menghadapi kenyataan pahit kehilangan pilar keluarga. Dirinya merasa sedikit lega karena Temon kini sudah nggak perlu menahan rasa sakit lagi.
Riwayat penyakit darah tinggi dan diabetes yang diderita almarhum kini sudah selesai menjangkiti tubuhnya. Pihak keluarga ikhlas melepas kepergian figur ayah yang dikenal nggak pernah mau menyusahkan anak-anaknya.
Memori dan Kenangan Temon
Reca kemudian membagikan sebuah memori sederhana yang menjadi kenangan terakhir bersama sang ayah tercinta. Sekitar dua minggu sebelum berpulang almarhum sempat meminta sebuah hal kecil yang nggak biasa dilakukan.
“Kalau sama aku sih Papa terakhir minta dipotong kuku. Padahal kukunya masih pendek. Emang kalau potong kuku pasti sama aku minta. Dua minggu lalu kali ya,” kenang Reca dengan mata yang mulai berkaca-kaca kembali.
Fakta Kenangan Unik Mendiang Temon di Mata Jarwo Kwat
Ketua Umum PP PaSKI Jarwo Kwat menyebut almarhum sebagai pelawak murni yang sangat unik. Perilaku jenakanya saat berada di belakang panggung selalu berhasil mencairkan suasana kaku di antara para komedian.
Jauh sebelum terkenal lewat program komedi televisi almarhum rupanya merupakan seorang pemain gitar yang andal. Karakter lawakan berbasis musik humor seringkali ditampilkan saat berduet bersama dengan sahabat karibnya Abdel Achrian.
Sepanjang berkarier di dunia hiburan almarhum dikenal hampir nggak pernah menumpahkan amarah kepada orang lain. Almarhum lebih memilih memendam sendiri beban permasalahan hidupnya tanpa perlu merepotkan sanak saudara atau rekan kerja.
Pertemuan terakhir Jarwo Kwat dengan almarhum terjadi pada acara komedi tanggal dua puluh satu Juni lalu. Penampilan jenaka almarhum hari itu rupanya menjadi aksi panggung terakhir sebelum dirinya dikabarkan meninggal dunia.
Warisan Tawa dan Doa untuk Sang Legenda Komedi
Meskipun kini raga Temon telah tiada namun karya-karyanya akan tetap abadi di hati pemirsa. Seluruh anggota Persatuan Seniman Komedi Indonesia merasa sangat kehilangan sosok mentor sekaligus sahabat yang sangat baik.
Dedikasi tinggi almarhum dalam dunia seni pertunjukan komedi menjadi standar baru bagi para komedian muda. Doa terbaik terus mengalir dari para penggemar agar almarhum mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan.
Pihak keluarga besar almarhum juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia luas. Mereka berharap agar segala kesalahan almarhum baik yang disengaja maupun nggak bisa dimaafkan dengan ikhlas.
“Doanya untuk Papa, makasih aja sih buat semuanya yang sudah datang, yang sudah doain Papa. Maafin Papa kalau Papa ada salah, kepecandaan yang menyinggung atau gimana dimaafin aja,” tutur Reca menutup kalimatnya dengan penuh rasa haru. Selamat jalan Temon, terima kasih atas segala tawa yang telah kamu berikan bagi kebahagiaan Indonesia.
Sumber: www.detik.com
