Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Isu miring Bertrand Peto semakin menyita perhatian netizen usai beredar kabar bahwa pihak terlapor berencana melayangkan laporan balik terhadap sosok korban berinisial ANW. Sikap tenang justru diperlihatkan oleh tim kuasa hukum korban saat menanggapi gertakan itu.
Pihak pengacara menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum tanpa harus merasa terintimidasi oleh ancaman gertakan. Kebisingan rumor ini membikin perselisihan antara kubu pelapor dan Bertrand Peto semakin memanas.
Sorotan netizen juga tertuju pada respons Sarwendah yang memilih nggak banyak bicara tentang masalah hukum menimpa putra angkatnya. Ketenangan mantan istri Ruben Onsu tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai skenario penyelesaiannya.
Ancaman laporan balik dari pihak Bertrand Peto rupanya nggak membikin gentar tim pengacara yang mendampingi ANW dalam memperjuangkan keadilan. Deki Patria selaku kuasa hukum korban memilih santai serta enggan berandai-andai mengenai wacana hukum.
Deki menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia yang merasa hak-haknya dirugikan itu merupakan hak untuk melakukan upaya hukum, kalau memang mereka merasa hak-hak mereka dilanggar, ya silakan, itulah kedudukan kita sebagai warga negara mempunyai kedudukan yang sama saat ditemui di Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Tim kuasa hukum memilih memfokuskan seluruh energi mereka pada agenda pemulihan kondisi emosional korban yang sempat terguncang hebat akibat teror digital. Deki menegaskan bahwa pihaknya tidak mau menyangka-nyangka dan tidak mau meraba-raba, mereka fokus sekarang adalah fokus terkait proses hukum yang sedang berjalan, kemudian fokus terkait pemulihan korban itu sendiri.
Isu mengenai sinyal perdamaian di antara kedua belah pihak juga langsung ditepis mentah-mentah oleh tim pengacara korban di hadapan publik. Deki mengungkapkan bahwa sekarang menurut mereka masih kurang etis dan masih kurang layak rasanya untuk berkomunikasi dengan korban, yang mana korban sekarang lagi berusaha untuk memulihkan keadaan mental dan segala macam.
Di tengah riuhnya tuduhan miring yang mengarah pada Onyo, keberadaan Sarwendah yang tampak bungkam sempat mengundang tanda tanya besar netizen. Jaenudin selaku kuasa hukum Sarwendah akhirnya angkat bicara di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan guna memberikan pandangan independennya.
Jaenudin menyampaikan bahwa pendapatnya tidak mewakili Sarwendah, namun terkait Onyo, dia rasa hal begitu bisa terjadi pada siapa pun, apalagi ada laporan dari seseorang yang mengaku sebagai korban.
Pengacara senior tersebut mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan di kantor kepolisian. Jaenudin menegaskan bahwa harusnya disikapi dengan bijak, ikuti prosedur hukumnya, jangan justru mengembuskan narasi penggiringan opini, kita harus terapkan praduga tak bersalah, Onyo dilaporkan juga belum tentu bersalah.
Pihak pengacara melayangkan peringatan tegas kepada para netizen yang kedapatan melempar fitnah miring ke arah Sarwendah di tengah kemelut ini. Jaenudin menuturkan bahwa pada prinsipnya Sarwendah tidak terprovokasi dengan masalah yang sedang menimpa anaknya, dia santai saja, tapi pengacara yakin hatinya pasti terganggu dengan cuitan-cuitan miring di luar sana.
Banyak spekulasi miring bermunculan mengenai alasan ANW mau menginjakan kaki ke ruangan khusus yang ditempati oleh rombongan Betrand Peto. Deki Patria membongkar fakta bahwa kliennya sempat merasa ragu untuk melangkah ke ruangan privat tersebut sebelum diyakinkan oleh sosok kenalan.
Deki menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sudah sampaikan juga kenapa si korban ini kan room-nya sifatnya private waktu itu, kenapa si korban itu berani ke sana, yang pertama dia ditawarkan oleh orang yang dia kenal sebelumnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Sosok yang mengajak korban rupanya merupakan kawan lama yang kebetulan bekerja sebagai staf karyawan di kelab malam kawasan SCBD tersebut. Deki melanjutkan bahwa kemudian dia tanya ini room siapa, konon si BP, ini segala macam, nah itulah yang membuat dia merasa yakin kalau tempat itu merupakan tempat aman.
Keberadaan citra anak berbakti yang melekat pada sosok Onyo membikin korban sama sekali tidak mengantisipasi bakal munculnya tindakan tidak menyenangkan. Tulus Pardosi selaku tim pengacara menambahkan bahwa artinya dia memang tahu itu room siapa, dan dia merasa ya ini adalah tempat aman, sehingga dia memilih masuk, dia tidak menduga akan terjadi dugaan peristiwa yang hari ini disangkakan.
Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Betrand Peto kini telah bergulir resmi di meja penyidik Polda Metro Jaya. Gertakan laporan balik serta pertarungan opini di media sosial disikapi dingin dengan mengedepankan pembuktian hukum berbasis fakta.
Kebenaran peristiwa di kelab malam SCBD tersebut bakal terungkap secara terang benderang melalui hasil visum dan rekaman kamera pengawas. Nah, mari kita kawal bersama penanganan perkara ini agar keadilan hukum yang sejati dapat berdiri tegak tanpa intervensi nama besar.
Sumber: wartaekonomi.co.id
Depresi, korban dugaan pelecehan Betrand Peto sempat ingin akhiri hidup usai kena doxing parah dan…
4 jam diperiksa, korban dugaan pelecehan Betrand Peto terima 23 pertanyaan dari penyidik usai mendatangi…
Ruben Onsu minta maaf usai Betrand Peto diduga terlibat kasus kekerasan seksual agar publik mendapat…
Gofar Hilman buka suara setelah video syur 27 tahun silam terus digoreng netizen usai dirinya…
Thalita Latief Ungkap Penyebab Meninggalnya sang Ayah Usai Operasi Jantung di Padang setelah berjuang melawan…
Kabar heboh datang dari Sarwendah yang siap melayangkan somasi kepada Ruben Onsu terkait dugaan tunggakan…