Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Putra angkat presenter kondang Ruben Onsu, Betrand Peto jadi sorotan netizen usai dilaporkan atas dugaan tindak pidana asusila. Kasus ini memanas setelah pihak pelapor mendatangi Gedung Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin, 14 September 2026.
Guna melengkapi berkas perkara, korban berinisial ANW bersama sahabatnya DYP hadir didampingi tim kuasa hukum untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan. Keduanya keluar dari ruang penyidik sekira pukul 15.30 WIB di hadapan kerumunan awak media.
Proses klarifikasi berlangsung cukup intensif demi menggali fakta sebenarnya di balik insiden malam tersebut. Selama empat jam berada di dalam ruang pemeriksaan, penyidik mencecar korban dengan deretan 23 pertanyaan terkait kronologi kejadian.
Setiap detail pergerakan korban dari awal berangkat hingga lokasi kejadian perkara dikuliti secara transparan oleh pihak kepolisian. Langkah ini dilakukan agar penyidik mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang dituduhkan kepada Betrand.
Pihak kuasa hukum korban membeberkan bahwa proses pemeriksaan awal berjalan detail demi mengumpulkan bukti-bukti yang sah di mata hukum. Deki Patria yang merupakan bagian dari tim pengacara korban menyampaikan secara langsung besaran pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik.
“Si korban tadi ditanya dengan 23 pertanyaan di dalamnya. Tentu dari pertama kali dia berangkat dari tempatnya menuju lokasi tindak pidana itu terjadi,” ujar Deki. Kehadiran saksi-saksi kunci serta penyerahan barang bukti fisik menjadi fokus utama tim korban dalam memperkuat laporan polisi yang telah dilayangkan.
Nathaniel Hutagaol selaku rekan tim kuasa hukum turut meluruskan titik lokasi spesifik mengenai dugaan tindakan tak menyenangkan yang dialami kliennya di malam itu. “Bukan di toilet, tapi di depan toilet. Yang seperti saya sampaikan sebelumnya, memang terjadi, makanya kami laporkan dugaan tindak pidana itu,” jelas Nathaniel.
Nggak cuma membeberkan detail lokasi kejadian, tim kuasa hukum korban juga membongkar adanya kejanggalan sikap dari pihak pengelola tempat hiburan. Nathaniel mengungkap adanya perubahan sikap mendadak dari salah satu staf pelayan yang sempat menghubungi korban usai insiden terjadi.
“Salah satu waiters awalnya sempat mengirim pesan meminta maaf. Tapi sekarang pesan itu ditarik! Ada apa? Kenapa tiba-tiba ditarik dan tidak dibalas lagi?” bebernya. Kejanggalan penarikan pesan singkat tersebut makin menambah teka-teki gosip ini.
Pihak korban menilai ada upaya tertentu untuk mengaburkan fakta lapangan sesaat setelah keributan di kelab malam tersebut pecah. Rentetan pertanyaan penyidik serta temuan pesan yang ditarik mendadak makin memanaskan tensi perselisihan di ruang publik.
Di tengah berjalannya proses hukum di kepolisian, rumor miring mengenai identitas korban justru berembus kencang di berbagai platform media sosial. Netizen secara liar berspekulasi dan menyudutkan korban dengan sebutan perempuan malam yang sengaja mencari panggung gosip.
Nathaniel Hutagaol dengan nada tegas membantah tuduhan miring tersebut dan membocorkan latar belakang pekerjaan kliennya yang sebenarnya. Nathaniel menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang masih memelihara budaya menyalahkan korban hanya karena insiden terjadi di tempat hiburan malam.
“Korban ini adalah wanita pekerja, punya kerja sebagai karyawan, dan dia juga kuliah. Jadi banyak yang menganggap dia LC, cewek liar, bukan ya! Ingat teman-teman, bukan,” tegas Nathaniel. Sikap menyudutkan dilontarkan netizen dinilai melukai perasaan korban yang sedang memperjuangkan keadilan di jalan hukum.
Nathaniel menambahkan, “Jangan sampai ketika cewek-cewek keluar malam jam 02.00 dianggap cewek nakal yang pantas dilecehkan. Apakah semua cewek yang ke klub itu pantas dilecehkan? Kan tidak.” Deki Patria turut menegaskan bahwa status sosial seseorang sama sekali tidak mengurangi hak perlindungan hukum yang dijamin undang-undang. “Jikapun korban perempuan nakal, apakah secara hukum boleh dilecehkan? Apakah secara hukum boleh diperkosa? Kan tidak. Dia tetap mempunyai hak untuk dilindungi secara hukum,” tandas Deki.
Nggak tinggal diam melihat namanya tercoreng dalam laporan kepolisian, Betrand Peto alias Onyo secara resmi menggelar konferensi pers untuk memberikan pembelaan. Didampingi tim kuasa hukumnya Joseph Irianto dan Timoty Ezra Simanjuntak pada Senin, 14 September 2026, Onyo menolak keras tuduhan tersebut.
“Seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang,” kata Betrand Peto dengan nada mantap. Joseph Irianto selaku kuasa hukum turut membeberkan kronologi versi kliennya guna membantah tudingan pemaksaan di depan pintu toilet kelab malam.
“Yang pertama, dikatakan dalam press conference pelapor kemarin, bahwa klien kami menarik tangan, menarik tangan dari pelapor. Dan dengan tegas untuk itu kami bantah, bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar,” ujar Joseph.
Mengenai keberadaan luka memar pada tubuh pelapor, pihak Onyo memiliki fakta pembanding berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian. “Kami duga dari keterangan saksi yang ada di tempat tersebut, bahwa diduga pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran. Bukan dilakukan oleh klien kami,”.
Onyo menceritakan bahwa dirinya baru menyadari keberadaan pelapor saat melihat perempuan tersebut menangis di area lokasi karaoke. “Pas dia udah nangis, aku pun tanya, “Kenapa nangisnya?” Aku tanya dengan baik-baik, pengin tahu dia itu alasan nangisnya kenapa,” tutur Onyo.
Kendati nggak mendapat jawaban, Onyo mengaku malah ditarik oleh perempuan lain hingga terjadi keributan yang murni coba ia lerai. “Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali,” tegasnya.
Di sisi lain, reaksi mengejutkan datang dari sang ayah angkat Ruben Onsu saat pertama kali mendengar kabar laporan polisi tersebut. Lewat kuasa hukumnya Minola Sebayang, Ruben meminta Onyo untuk berkata jujur tanpa ada yang ditutupi sedikit pun dari tim penyidik.
“Ruben pasti kaget, kok ada-ada saja masalah. Tapi Ruben mengatakan Onyo harus jujur. Apa pun yang terjadi, dia harus jujur menyampaikannya. Kalau memang ada ya ada, kalau enggak ya enggak,” kata Minola Sebayang.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan penyanyi muda Betrand Peto kini memasuki babak persidangan bukti. Keterangan 23 pertanyaan dari pemeriksaan BAP korban serta pembelaan dari pihak Onyo memperlihatkan dua versi cerita bertolak belakang.
Kepastian hukum sepenuhnya berada di tangan penyidik Polda Metro Jaya yang tengah mengumpulkan bukti fisik serta rekaman kamera pengawas. Nah, mari kita kawal bersama penanganan kasus ini agar fakta kebenarannya dapat terungkap.
Sumber: www.cnnindonesia.com
Ruben Onsu minta maaf usai Betrand Peto diduga terlibat kasus kekerasan seksual agar publik mendapat…
Gofar Hilman buka suara setelah video syur 27 tahun silam terus digoreng netizen usai dirinya…
Thalita Latief Ungkap Penyebab Meninggalnya sang Ayah Usai Operasi Jantung di Padang setelah berjuang melawan…
Kabar heboh datang dari Sarwendah yang siap melayangkan somasi kepada Ruben Onsu terkait dugaan tunggakan…
Kabar heboh erupsi Gunung Anak Krakatau bikin sederet artis panik, mulai dari rumah Haykal Kamil…
Giorgio Antonio tak kunjung bayar utang Rp200 Juta, Nikita Mirzani siapkan langkah hukum.