Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Kabar perpisahan antara pengusaha muda Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa masih terus menyita perhatian netizen. Ketetapan Pengadilan Agama Lubuk Pakam pada Rabu (8/7) secara resmi telah memutus ikatan pernikahan mereka secara hukum.
Fase baru yang harus dijalani sebagai seorang duda ternyata menyisakan rasa penyesalan serta tekanan bagi dirinya. Rasa depresi dan gejolak emosi sempat mewarnai hari-hari awal Insanul saat harus menerima kenyataan pahit kegagalan rumah tangga.
Insanul nggak menampik bahwa dirinya sempat berada di titik terendah dan sering menyalahkan keadaan sekitar atas polemik itu. Proses pencerahan akhirnya datang seiring berjalannya waktu setelah dirinya memilih untuk lebih mendekatkan diri kepada pencipta.
Kesadaran akan keterbatasan diri membuat cara pandangnya dalam melihat ujian hidup berubah menjadi jauh lebih dewasa. Pernyataan emosional disampaikan Insanul saat menceritakan perjuangan batinnya di hadapan para media belum lama ini.
“Pasti pernah lah ya (depresi). Ya dulu, kalau dulu kan banyak nyalahin orang. Sekarang mungkin lebih kayak qadarullah, terus habis itu banyak evaluasi diri pastinya,” ucap Insanul Fahmi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
Keberaniannya mengungkapkan kelemahan diri membuktikan adanya niat tulus untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Keputusan untuk nggak berlarut-larut dalam kesedihan juga langkah nyata yang kini terus diupayakan oleh pria berusia 27 tahun tersebut.
Penyesalan atas keputusan masa lalu dijadikan sebagai pelajaran agar dirinya nggak kembali melakukan kesalahan serupa di masa mendatang. Fokus utamanya saat ini murni tercurah untuk memperbaiki kualitas diri serta menjaga keharmonisan hubungan demi anak.
Kuasa hukum Mawa, Muhammad Idrus, mengungkap putusan hakim yang mengabulkan gugatan cerai beserta kewajiban finansial. “Pertama, perceraian dikabulkan. Yang kedua, hak asuh anak dikabulkan.
Kemudian menetapkan nafkah anak sebesar Rp 3 juta. Lalu kemudian mut’ah sebesar Rp46.200.000 dan iddah sebesar Rp30 juta,” bebernya. Pihak Mawa memberikan fleksibilitas akses bertemu anak sepanjang nggak mengganggu jam sekolah.
“Dalam putusan sudah jelas ya bahwasanya anak itu tetap diberikan akses sepanjang tidak mengganggu pendidikannya maupun keinginan dia untuk berjumpa sama ayahnya. Cuma kalau beliau dari pihak sebelah itu ingin membawa anaknya, itu setahu saya itu melalui si Mbak ya namanya, untuk membawa anaknya itu, melalui si Mawar itu,” kata Idrus.
Insanul menilai perpisahan menjadi pilihan terbaik agar nggak terus menjebak anak dalam konflik orang tua. “Aku melihat, Mawa lebih tenang sejak bercerai. Jadi daripada kami terus berkonflik, lebih baik berpisah. Dengan begitu, ternyata kami bisa lebih saling menghormati,” tutur Insanul menambahkan.
Hubungan komunikasi di antara keduanya justru mencair dan melunak usai resmi berpisah di meja hijau. “Enggak, Mawa tidak kaku soal jadwal bertemu anak. Karena itu, aku juga selalu mengusahakan bertemu anak meski sedang sibuk. Mawa juga yang mempersilakan kapan saja kalau mau ketemu anak,” ungkap pengusaha muda tersebut.
Rasa hampa yang hadir usai menduda berusaha dieliminasi Insanul dengan fokus menemani tumbuh kembang anak. “Sometimes ada kok rasa sepi. Tapi ya itu, aku enggak mau berlarut-larut. Yang penting, masih bisa melihat anak, main sama dia, dan belajar bareng. Kalau saya sih itu saja ya,” katanya menambahkan.
Pelajaran berharga mengenai arti kerendahan hati menjadi poin penting yang dipetik Insanul dari kegagalan pernikahan ini. Dirinya sadar betul bahwa sifat arogan dan kecenderungan menyalahkan orang lain hanya akan memperkeruh suasana yang sudah memanas.
Pengalaman pahit ini mengajarkan dirinya bahwa perencanaan manusia yang paling matang sekalipun tetap berada di bawah kehendak takdir. Kepasrahan total kini dijadikan sebagai pijakan utama dalam melangkah menyongsong hari esok.
Wejangan berharga bagi dirinya sendiri kerap diucapkan agar senantiasa berhati-hati dalam menentukan setiap tindakan hidup. “Enggak boleh salah ambil langkah lagi, enggak boleh sombong, enggak boleh banyak nyalahin orang.
Karena apapun yang diambil keputusannya itu kan pasti ada sangkut pautnya sama keputusan yang kita ambil,” ujarnya. Kesadaran ini menjadi modal spiritual yang kuat bagi pertumbuhan mentalnya ke depan.
“Banyakin kayak, oh ternyata manusia itu enggak bisa ngapa-ngapain, maksudnya kita ini enggak berdaya kalau misal tanpa yang di atas. Ternyata itu belum tentu yang terbaik juga kalau kita memang planning gitu. Jadi kayak banyak serahin sama yang di atas sih sambil ikhtiar,” tuturnya penuh keikhlasan.
Transformasi hubungan dari pasangan suami istri menjadi rekan pengasuhan anak berjalan dengan kondusif. Nggak adanya batasan kaku dari Mawa membuat Insanul bisa dengan leluasa meluangkan waktu berkualitas bersama sang anak.
Perubahan suasana yang jauh lebih damai ini dirasakan membawa dampak positif bagi perkembangan mental anak mereka. Sikap saling menghormati kini menjadi pondasi baru yang merekatkan silaturahmi mereka pasca bercerai.
“Penyesalan itu pasti ada. Tapi ya kita kalau mau berlarut-larut juga kan enggak baik, jadi aku merasa lebih ya sudah ke depan ini apa yang perlu dibenahin,” pungkasnya secara mantap.
Sikap bijak yang ditunjukkan oleh kedua mantan pasangan ini membuktikan bahwa perselisihan perceraian nggak harus berujung pada permusuhan. Keputusan untuk mengedepankan kebahagiaan anak di atas ego pribadi patut mendapat acungan jempol.
Kehidupan yang tenang dan penuh keberkahan diharapkan selalu menyertai langkah Insanul Fahmi maupun Wardatina Mawa ke depannya. Mari kita mendoakan yang terbaik bagi masa depannya dan sang buah hati tercinta.
Sumber: celebrity.okezone.com
Gara-gara kasur, Sarwendah tuduh Ruben Onsu selingkuh. Pihak Ruben membongkar fakta kasur endorse hingga rekaman…
Richard Lee tantang Doktif Hadir di sidang, siap pulihkan nama baik. Sang dokter kecantikan membongkar…
Alasan Sule absen di pernikahan Nathalie Holscher dan Aripat, akui tak diundang. Sang komedian memilih…
Krisdayanti buka suara soal kabar Aurel hamil anak ketiga. Krisdayanti meluruskan spekulasi sembari memohon doa…
Ruben Onsu Setop Nafkah, Sarwendah Klaim Biayai Sendiri Anak selama 6 Bulan Terakhir. Keputusan ini…
Richard Lee klaim laporan doktif cacat hukum, harusnya ke perusahaan, bukan pribadi. Richard Lee menemukan…