Richard Lee Didakwa JPU, Diduga Mengedarkan Kosmetik Ilegal
Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Kalau selama ini publik mengenal Richard Lee sebagai dokter kecantikan yang aktif mengedukasi soal skincare, podcast, beberapa hari terakhir suasananya berubah total. Nggak ada lagi konten tersebut, karena sekarang Richard ada di ruang sidang.
Kamis, 18 Juni 2026 menjadi hari yang cukup menyita perhatian. Richard Lee menjalani sidang perdana terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan serta Perlindungan Konsumen di Pengadilan Negeri Tangerang.
Momen ini langsung memancing rasa penasaran netizen, karena nama Richard selama ini identik dengan citra dokter sekaligus figur yang punya pengaruh besar. Menariknya, sidang kali ini nggak cuma membahas perkara administratif produk.
Ada detail-detail yang kemudian ramai diperbincangkan netizen, karena dianggap membuka sisi lain dari kasus Richard Lee ini. Lantas, apa saja fakta-fakta terbaru dari sidang Richard Lee? Simak di bawah ini!
Awalnya Ramai di Media Sosial, Kini Masuk Persidangan
Perjalanan kasus ini sebenarnya sudah menjadi perhatian cukup lama. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, proses hukum menuju meja hijau dan akhirnya masuk agenda pembacaan dakwaan.
Di ruang sidang, Jaksa Penuntut Umum membacakan sejumlah poin yang menjadi dasar dakwaan terhadap Richard Lee. Dalam dakwaan tersebut, Richard disebut menjalankan aktivitas usaha melalui CV Athena Mandiri Grup.
JPU menduga ada tindakan perubahan keterangan pada kemasan beberapa produk kosmetik yang izin edarnya sudah dibatalkan atau dinilai nggak sesuai ketentuan. Hal ini tentu mengejutkan netizen.
Jaksa menyampaikan bahwa terdakwa diduga “memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang nggak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, serta mutu”.
Nama Produk Ikut Jadi Sorotan
Seiring pembacaan dakwaan berjalan, muncul detail yang kemudian ramai diperbincangkan. JPU menyebut adanya perubahan atau penyesuaian penamaan pada beberapa produk. Dalam dakwaan disebutkan ada produk yang sebelumnya dikenal dengan nama tertentu lalu dipasarkan menggunakan identitas berbeda.
Beberapa nama yang muncul di ruang sidang antara lain WT yang disebut berubah menjadi White Tomato, lalu RE.2 Pink menjadi Miss P Stem Cell, serta Ripskin Superfisial menjadi DNA Salmon di rumah aja.
Hal ini menarik perhatian, karena netizen selama ini lebih sering melihat produk dari sisi promosi dan hasil pemakaian, sementara proses administrasi maupun regulasi jarang masuk pembahasan sehari-hari.
Jaksa juga menyampaikan bahwa produk tersebut dipasarkan secara luas melalui kanal digital dan akun penjualan. Pembahasan kemudian berkembang ketika muncul penjelasan mengenai cara penggunaan produk yang dianggap melampaui kategori kosmetik biasa.
Bagian yang Paling Menarik Perhatian di Ruang Sidang
Di tengah jalannya persidangan, ada satu bagian yang cukup mencuri perhatian. JPU menyampaikan bahwa terdapat temuan mengenai penggunaan produk yang didaftarkan sebagai kosmetik, tapi diaplikasikan menyerupai tindakan medis menggunakan jarum suntik.
Dalam dakwaan, jaksa mengutip bahwa produk tersebut “didaftarkan sebagai kosmetik namun digunakan atau diaplikasikan selayaknya obat”. Pernyataan itu langsung memancing banyak reaksi, karena selama ini batas antara kosmetik, perawatan klinik, dan tindakan medis memang sering jadi bahan perbincangan.
Meski begitu, penting dicatat bahwa seluruh isi dakwaan merupakan bagian dari proses hukum yang masih berjalan dan belum menjadi putusan akhir. Oleh karena itulah, sidang berikutnya masih menjadi penentu bagaimana pihak terdakwa akan memberikan tanggapan.
Momen yang Nggak Disangka Saat Identitas Dikonfirmasi
Di luar pembahasan perkara utama, muncul satu momen yang kemudian ikut ramai dibahas. Kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, mengungkap bahwa hakim sempat mengklarifikasi identitas terdakwa termasuk soal keyakinannya.
Menurut keterangan yang disampaikan usai persidangan, Richard menjawab bahwa saat ini dirinya merupakan seorang muslim. Bagian ini memang bukan inti perkara, tetapi tetap menarik perhatian publik karena selama beberapa waktu terakhir perjalanan spiritual Richard juga sempat menjadi bahan pembicaraan di media sosial.
Faizal sendiri menegaskan kehadiran tim kuasa hukum bertujuan memastikan proses berjalan transparan serta membantu perkara bisa diselesaikan secara terang. Di sisi lain, perhatian netizen ternyata belum berhenti sampai situ.
Permohonan Tahanan Kota
Usai sidang berlangsung, muncul perkembangan lain yang kembali menarik perhatian. Tim kuasa hukum Richard resmi mengajukan permohonan pengalihan status penahanan menjadi tahanan kota.
Alasannya berkaitan dengan kondisi kesehatan yang disebut memerlukan perawatan rutin di luar rumah tahanan. Dalam keterangannya kepada media, Faizal Hafied menjelaskan bahwa permohonan tersebut diajukan lengkap dengan jaminan dari pihak keluarga.
Yang menarik, sosok yang maju menjadi penjamin adalah sang istri. “Tadi kami sudah menyampaikan surat permohonan untuk pengalihan penahanan menjadi tahanan kota dengan jaminan dari istri,” ungkap Faizal.
Pihak kuasa hukum juga menegaskan bahwa Richard tetap akan menjalani seluruh prosedur hukum apabila permohonan tersebut dikabulkan. Perhatian warganet mulai bergeser dari isi dakwaan ke kondisi pribadi Richard selama proses hukum berjalan.
Sidang Masih Panjang
Kasus yang melibatkan tokoh seperti ini hampir selalu memunculkan dua kubu. Ada yang memilih menunggu proses hukum selesai sebelum berkomentar lebih jauh. Ada juga yang sejak awal sudah membentuk opini berdasarkan citra Richard selama ini.
Namun, satu hal, perkara ini sudah bergerak dari media sosial menuju pembuktian. Itulah kenapa sidang berikutnya diperkirakan tetap menarik perhatian. Agenda selanjutnya dijadwalkan untuk mendengarkan eksepsi atau keberatan dari pihak terdakwa.
Di tahap itulah netizen kemungkinan akan mulai melihat bagaimana versi pembelaan disampaikan resmi. Untuk saat ini, perhatian masih tertuju pada apakah dakwaan yang dibacakan akan bertahan kuat sampai proses pembuktian, atau justru muncul fakta lain?
Jawabannya masih menunggu jalannya sidang lanjutan. Yang jelas, perkara Richard Lee kini sudah memasuki fase berbeda dari hanya perdebatan di media sosial. Semua mata tertuju pada ruang sidang ini.
Sumber: hot.detik.com
