Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Baru beberapa hari lalu nama rumah tangga Evan Marvino dan Uffri Datun Nitami ramai dibicarakan karena tudingan yang cukup serius. Mulai dari persoalan nafkah, dugaan kekerasan rumah tangga, cerita talak, sampai unggahan penuh emosi. 

Lalu di tengah situasi yang belum benar-benar dingin, muncul satu kabar yang mengubah arah cerita, yaitu memilih rujuk. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Evan lewat media sosial pada 19 Juni 2026. 

“Saya sudah RUJUK dengan istri dengan bantuan mediasi keluarga besar kami berdua. Saya pribadi, sudah meminta maaf kepada istri dan keluarga besar atas kekhilafan dan kesalahan yang saya perbuat.”

Narasi yang Kini Berubah Arah

Uffri sempat menyampaikan pengakuannya ke melalui media sosial. Dalam unggahannya, dia mengaku mengalami tekanan emosional, persoalan nafkah selama pernikahan, sampai dugaan tindakan kekerasan yang menurut versinya terjadi pada 9 Juni lalu.

Narasi itu berkembang cepat karena narasinya personal. Uffri mengaku malam itu berawal dari percakapan soal nafkah yang selama bertahun-tahun menurutnya belum berjalan seperti harapan. 

Nah, dari sana emosi meningkat, lalu muncul cerita soal lemparan benda di rumah dan situasi yang disebut membuatnya ketakutan. Publik waktu itu langsung terbagi dua. Sebagian berdiri di sisi Uffri. Sebagian lain memilih menunggu penjelasan dari Evan.

Yang menarik, Evan saat itu memilih diam lebih dulu. Dalam pernyataannya beberapa hari kemudian, dia mengaku sengaja menahan diri karena nggak ingin membuka persoalan rumah tangga terlalu jauh ke ruang publik.

Klarifikasi Evan: Ada Emosi, tapi Versinya Berbeda

Setelah publik terus menunggu, Evan akhirnya memberi penjelasan lebih rinci. Ia membantah melakukan tindakan fisik seperti yang ramai dibicarakan. Menurut penjelasannya, yang terjadi malam itu adalah dirinya meluapkan emosi dengan melempar kipas berbahan plastik ke depan istrinya. 

Setelah jatuh ke lantai, bagian kipas disebut memantul dan mengenai tangan sang istri. Versi lain juga disampaikan saat menanggapi tuduhan mengenai kursi. Evan menjelaskan bahwa kursi tersebut dilempar ke arah cermin, bukan ke arah Uffri.

Dia juga mengaku sempat mendorong istrinya saat situasi memanas dan menarik tangan istrinya ketika mencoba melanjutkan pembicaraan, namun menurut pengakuannya cengkeramannya mungkin terlalu kuat saat itu.

Lewat penjelasan tersebut, Evan menegaskan bahwa menurut versinya, anak mereka juga nggak menyaksikan adegan seperti yang berkembang di publik. Pernyataan itu tentu langsung memunculkan diskusi baru.

Ada Peran Keluarga

Kalau diperhatikan, keputusan rujuk kali ini punya satu kata kunci yang terus muncul, yaitu keluarga. Jadi, bukan mediator profesional, tim hukum, atau tekanan publik. Evan menyebut keluarga besar kedua pihak ikut turun tangan untuk mempertemukan dan menenangkan situasi.

Di momen seperti ini, publik akhirnya melihat sisi lain yang sebelumnya tenggelam oleh komentar netizen. Bahwa di balik unggahan Instagram, headline, dan opini yang terus bergerak, ada dua anak kecil yang tetap menjadi pusat keputusan.

Evan juga menyinggung kalau dirinya masih belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Kalimat itu menggambarkan bahwa keputusan kembali kali ini nggak dibungkus dengan narasi sempurna. 

Uffri Sempat Cari Ruang Aman

Sebelum keputusan rujuk diumumkan, Uffri sempat mendapatkan pendampingan hukum. Kuasa hukumnya saat itu menjelaskan bahwa Uffri berada dalam kondisi emosional yang berat dan membutuhkan ruang aman untuk berpikir lebih jernih. 

Bahkan disebut ada rencana pendampingan psikolog untuk membantu pemulihan kondisi mentalnya. Pernyataan itu membuat banyak orang menilai bahwa situasi rumah tangga mereka memang sedang berada di titik yang rumit.

Karena saat emosi sedang tinggi, keputusan sering kali lahir dari rasa sakit. Lalu ketika suasana mulai tenang, pilihan yang muncul bisa berbeda. Itulah kenapa keputusan rujuk ini mengejutkan sebagian publik.

Netizen Masih Bertanya, tapi Memilih Jalan Sendiri

Setelah foto keluarga itu muncul, komentar publik kembali ramai. Ada yang mempertanyakan kenapa prosesnya cepat, keputusan itu benar-benar lahir dari komunikasi yang sehat. Ada juga yang memilih menghormati keputusan mereka.

Yang jelas, sampai saat ini pasangan tersebut memilih menunjukkan wajah yang lebih tenang dibanding beberapa hari sebelumnya. Belum ada pernyataan panjang soal bagaimana pola hidup mereka setelah rujuk.

Setelah Semua Ramai, Kini Tinggal Membuktikan

Rumah tangga figur publik memang sering seperti serial yang ditonton ramai-ramai. Setiap unggahan dibedah, dan kalimat ditarik ke banyak arah. Padahal di balik itu, tetap ada manusia yang sedang menjalani keputusan besar.

Evan dan Uffri kini sudah memilih melanjutkan perjalanan bersama. Netizen boleh punya pendapat masing-masing. Namun, pada akhirnya, yang paling menentukan apakah keputusan ini tepat atau nggak adalah mereka sendiri.

Sumber: aceh.tribunnews.com