Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Dunia hiburan kembali diguncang oleh kabar hot yang melibatkan presenter kondang Ruben Onsu di tengah perseteruan rumah tangganya. Bapak tiga anak itu resmi melaporkan dugaan pencemaran nama baik serta fitnah melalui media elektronik pada 11 Oktober 2026. 

Langkah berani ini diambil menyusul beredarnya potongan video panggilan pribadi yang diunggah oleh akun tak bertanggung jawab hingga menjadi bahan gunjingan netizen. Laporan resmi dari Ruben ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian. 

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar membenarkan kehadiran Ruben untuk memperjuangkan hak hukumnya. “Yang bersangkutan membuat laporan dugaan pencemaran nama baik/fitnah melalui media elektronik pada 11 Oktober 2026,” ujarnya di hadapan media. 

Pihak penyidik Siber kini tengah mendalami bukti guna melacak siapa dalang utama dibalik penyebaran rekaman tersebut. Keseriusan Ruben dalam membongkar kasus ini dibuktikan dengan penyerahan barang bukti berupa flashdisk dan screenshot postingan Instagram. 

Ruben merasa reputasi yang dibangunnya bertahun-tahun terancam hancur akibat giringan opini jahat di media sosial. Nah, kasus hukum ini dipastikan bakal menyita perhatian netizen dalam beberapa waktu ke depan.

Isi Percakapan Video Call, Berisi Istilah Penjaga Hati

Heboh rekaman panggilan video tersebut bermula ketika mantan istrinya Sarwendah mengunggah empat potongan klip ke akun media sosial pribadinya. Kamu bakal membelalakkan mata saat mendengar percakapan Ruben bersama seorang pria muda berusia 21 tahun yang disebut-sebut sebagai kekasih Artos. 

Dalam salah satu rekaman, sang presenter terdengar melontarkan tawaran yang cukup mengejutkan publik hingga menjadi bahan perdebatan hangat. “Eh, kamu temenin aku aja kalau nggak, mau nggak? Jadi penjaga hati mau nggak? Jadi penjaga hati ajalah,” ujar Ruben dalam rekaman video call tersebut.

Gaya bicara yang terekam dalam dialog tersebut langsung memicu aneka spekulasi liar dari para pecinta gosip di jagat maya. Pria yang akrab disapa RSO itu juga sempat menyinggung soal langkanya rasa kesetiaan di era modern saat ini. 

Ia merasa heran dengan orang-orang zaman sekarang yang lebih menyukai sosok pasangan nakal daripada pria yang setia pada satu pasangan saja. “Sementara aku mah kalau sudah dia, dia aja, maksudnya enggak suka macam-macam gitu orangnya,” lanjutnya dalam percakapan yang mendadak viral itu.

Aksi Buka Kartu Sarwendah dan Balasan Menohok Ruben

Langkah Sarwendah membagikan rekaman rahasia tersebut rupanya dipicu oleh rasa lelahnya terhadap tudingan miring yang menimpa dirinya selama berbulan-bulan. Ibu tiga anak ini mengaku bingung dan muak dengan konflik berlarut-larut yang tak kunjung menemukan titik terang penyelesaian. 

Melalui curhatan tertulisnya, ia mempertanyakan arah dari perselisihan ini yang dianggapnya hanya bertujuan untuk merusak citra dirinya sebagai ibu. “Entah sudah berapa banyak narasi dan fitnah yang dibuat agar saya terlihat jelek, buruk, jahat dll,” tulis Sarwendah mengekspresikan kekecewaannya.

Reaksi tak kalah sengit dilayangkan oleh Ruben yang merasa ada konspirasi terencana untuk menjatuhkan karier serta reputasi dirinya. Sang presenter mempertanyakan niat di balik pertemuan pihak mantan istri dengan orang-orang yang memegang rekaman pribadi tersebut. 

Pria kelahiran Jakarta ini merasa serangannya sudah sangat melampaui batas karena menyasar ranah personal hingga masalah hak asuh anak. Kamu dapat melihat betapa sengitnya aksi saling lempar tuduhan ini hingga berujung pada laporan polisi resmi di polda.

  • Sarwendah merasa lelah menjadi sasaran narasi fitnah yang menyudutkan perannya sebagai ibu.
  • Pihak mantan istri menantang Ruben untuk membuka rekaman CCTV secara utuh tanpa ada yang ditutupi.
  • Ruben mencium adanya dugaan niat jahat di balik penyebaran video panggilan pribadinya.
  • Perselisihan mantan suami istri ini makin melebar dari urusan harta hingga ranah hukum siber.

Penelusuran oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

Penyidikan kasus pencemaran nama baik ini kini diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. Polisi tengah bekerja keras memeriksa seluruh materi buktikan berupa flashdisk dan tangkapan layar yang diserahkan oleh pihak pelapor. 

Meskipun laporan sudah diterbitkan, Ruben belum mencantumkan secara spesifik nama pemilik akun yang menjadi target utamanya. Petugas kepolisian masih melakukan penelusuran jejak digital secara mendalam untuk menemukan sosok pengunggah pertama konten tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas siapa saja pihak yang terlibat dalam penyebaran video tanpa izin yang merugikan nama baik Ruben. Semoga kasus hukum yang sedang berjalan ini segera menemukan titik terang yang adil, ya!

Sumber: www.rctiplus.com