Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Drama pasca perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali masuk babak baru. Saat publik mengira tensi keduanya mulai menurun, justru muncul perdebatan baru yang memancing perhatian. 

Kali ini, sorotan tertuju pada keputusan pihak Sarwendah yang lebih memilih mengirim undangan diskusi dibanding langsung mempertemukan anak-anak dengan sang ayah. Kalau memang tujuan akhirnya mencari jalan tengah, kenapa langkahnya belum terjadi?

Pertanyaan itu yang belakangan terus diangkat pihak Ruben melalui kuasa hukumnya. Meski begitu, sampai saat ini belum ada keputusan hukum baru terkait hak asuh. Yang muncul masih berupa pernyataan dari masing-masing pihak.

Undangan Datang, tapi Jadwal Belum Ada

Awalnya, publik mengira undangan dari pihak Sarwendah akan menjadi titik terang. Menurut keterangan yang disampaikan kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, pihak mereka memang menerima ajakan untuk duduk bersama membahas situasi yang berkembang. 

Namun ada satu hal yang kemudian jadi sorotan. Undangan itu disebut belum mencantumkan tempat maupun waktu pasti. Bagi kubu Ruben, kondisi tersebut justru memunculkan tanda tanya baru.

Minola menyebut pihaknya mengasumsikan bahwa penentuan jadwal dan lokasi justru diserahkan kepada Ruben. Padahal, menurutnya, persoalan yang sedang diperdebatkan saat ini sebenarnya lebih sederhana daripada agenda pertemuan formal.

Pernyataan yang Langsung Jadi Sorotan

Bagian yang kemudian ramai dibahas publik muncul saat Minola mengeluarkan pernyataan cukup tajam. Dalam keterangannya kepada media, ia mempertanyakan alasan harus ada forum diskusi panjang jika persoalan utama menurut mereka sebenarnya bisa dimulai dari mempertemukan anak dengan Ruben.

Minola bahkan menyampaikan bahwa jika akses tersebut tetap belum dibuka, pihaknya menilai publik wajar mempertanyakan ada atau nggaknya niat baik untuk menyelesaikan persoalan.

“Yang lebih simpel itu menyerahkan anak untuk bertemu ayahnya terlebih dahulu.” Ucapan itu kemudian langsung memancing reaksi luas karena dianggap memperlihatkan bahwa hubungan kedua pihak masih jauh dari kata cair.

Meski begitu, pernyataan tersebut merupakan sudut pandang dari pihak Ruben dan belum menjadi fakta hukum yang diputuskan pengadilan.

Nafkah Ikut Masuk Dalam Percakapan

Di tengah polemik akses bertemu anak, muncul lagi satu isu yang bikin suasana makin panas. Pihak Ruben mengungkapkan kemungkinan menunda sejumlah kewajiban finansial sebagai bentuk respons atas situasi yang mereka rasakan saat ini.

Pernyataan tersebut muncul dari anggapan bahwa hak dan kewajiban semestinya berjalan beriringan. Dalam penjelasannya, Minola menyebut Ruben merasa ada bagian dari kesepakatan yang menurut mereka belum berjalan sebagaimana mestinya.

Narasi itu makin ramai ketika muncul komentar soal rincian kebutuhan yang disebut perlu dievaluasi kembali. Pembahasan ini kemudian berkembang menjadi perdebatan baru di media sosial. 

Sebagian publik menilai langkah itu terlalu emosional. Sebagian lain justru melihat Ruben sedang berusaha menegaskan posisinya sebagai ayah. Namun sampai sekarang belum ada putusan resmi terkait perubahan kewajiban nafkah tersebut.

Pengakuan Onyo yang Mengubah Arah Cerita

Kalau sebelumnya konflik lebih banyak bicara soal jadwal bertemu anak, situasi berubah ketika nama Betrand Peto ikut masuk dalam percakapan publik. Lewat unggahan yang beredar, Betrand menyampaikan hal yang menurutnya pernah ia alami ketika tinggal bersama keluarga saat masa rumah tangga Ruben dan Sarwendah sedang sulit.

Pernyataan itu kemudian dijadikan salah satu pertimbangan baru oleh pihak Ruben. Minola menyebut pengakuan tersebut seperti “lampu kuning” yang membuat kliennya makin serius mempertimbangkan langkah berikutnya.

Meski begitu, seluruh tudingan yang muncul dari pernyataan ini masih berupa klaim pihak terkait dan belum ditetapkan melalui proses pembuktian di pengadilan.

Sindiran Rumah yang Ikut Memancing Reaksi

Belum selesai pembahasan soal hak asuh, publik kembali dibuat ramai karena unggahan Ruben di media sosial. Ia membagikan ulang video promosi yang menampilkan sosok yang belakangan dikaitkan dekat dengan Sarwendah.

Yang bikin ramai bukan videonya. Melainkan caption singkat yang dianggap bernada sindiran. Kalimat soal menikmati kopi di rumah langsung ditafsirkan macam-macam oleh netizen. Sebagian melihat itu cuma candaan.

Sebagian lagi menilai ada pesan yang sengaja dilempar ke media sosial. Seperti biasa, respons netizen berkembang lebih cepat daripada klarifikasi. Namun Ruben sendiri nggak memberi penjelasan lanjutan soal maksud unggahan tersebut.

Ada Anak yang Jadi Sorotan

Dari pihak Ruben, yang terus digaungkan adalah keinginan agar waktu bersama anak bisa kembali berjalan sesuai kesepakatan sebelumnya. Sementara dari pihak Sarwendah, langkah yang terlihat saat ini adalah membuka opsi komunikasi lewat jalur pertemuan.

Publik mungkin terus mengikuti tiap unggahan, pernyataan, atau respons yang muncul. Namun, ujung dari drama ini kemungkinan besar tetap akan ditentukan lewat komunikasi yang lebih tenang, bukan cuma komentar media sosial.

Babak Berikutnya Masih Ditunggu

Satu hal yang menarik dari polemik ini, kedua pihak sama-sama belum benar-benar menutup pintu. Pihak Sarwendah disebut mengundang diskusi, dan pihak Ruben menyatakan siap merespons.

Hanya saja, ritme dan prioritas yang dipilih terlihat berbeda. Sekarang publik tinggal menunggu apakah pertemuan yang direncanakan benar-benar terjadi pada Juli mendatang atau justru membuka episode baru lagi.

Sumber: www.msn.com