Hot Gosip

Ruben Onsu Minta Sarwendah Tanggung Cicilan Rumah?

Estimated reading time: 6 minutes

Lambe Katy – Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, persoalan cicilan rumah yang berkaitan dengan harta bersama setelah perceraian mereka kembali memanas. 

Pihak Sarwendah menyebut Ruben meminta mantan istrinya menanggung seluruh sisa pembayaran rumah, dengan alasan kondisi ekonomi yang sedang sulit. Kabar tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah, Jaenudin, setelah menjalani mediasi lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Menurut penjelasannya, permintaan itu tercantum dalam jawaban tertulis yang disampaikan pihak Ruben kepada hakim mediator. Situasi ini tentu memunculkan tanda tanya, terlebih sebelumnya sempat beredar pernyataan bahwa pembayaran cicilan rumah menjadi tanggung jawab kedua belah pihak.

Perbedaan keterangan itulah yang kemudian membuat pembahasan mengenai rumah di kawasan BDN dan Rempoa kembali ramai. Di tengah proses mediasi yang belum menemukan kesepakatan, netizen juga dibuat penasaran dengan sikap masing-masing pihak. Apalagi, persoalan rumah ini muncul bersamaan dengan kabar mengenai gugatan hak asuh anak serta laporan dugaan akses ilegal terhadap email Betrand Peto.

Ruben Disebut Kesulitan Ekonomi

Polemik terbaru bermula dari penjelasan Jaenudin mengenai isi jawaban tertulis pihak Ruben. Dalam dokumen tersebut, Ruben disebut meminta agar sisa kewajiban pembayaran rumah dibebankan kepada Sarwendah. 

Alasan yang disampaikan berkaitan dengan kondisi keuangan Ruben yang dikabarkan sedang mengalami kesulitan. Jaenudin mengungkapkan hal itu setelah mengikuti sidang mediasi pada Selasa (3/11/2026). 

Ia menyebut alasan ekonomi tersebut memang tercantum dalam jawaban yang disampaikan pihak Ruben. “Ya, memang ada alasan itu juga ya, karena mengakui bahwa RO saat ini sedang dalam kesulitan dari segi ekonomi, dan itu juga ada,” kata Jaenudin usai persidangan.

Pernyataan yang Menimbulkan Sorotan

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena menyangkut tanggung jawab pembayaran aset yang sebelumnya dikaitkan dengan kedua pihak. Terlebih, menurut Jaenudin, pihak Ruben sempat menyampaikan bahwa cicilan rumah merupakan kewajiban bersama. 

Namun, isi jawaban tertulis yang diterima dalam mediasi justru disebut meminta Sarwendah menanggung semuanya. Perbedaan itulah yang membuat pihak Sarwendah merasa keberatan. Jaenudin menegaskan bahwa permintaan tersebut berbeda dari keterangan yang sebelumnya disampaikan ke publik.

Ia bahkan menyebut pihaknya melihat adanya perubahan sikap mengenai siapa yang harus menyelesaikan sisa cicilan rumah. “Faktanya hari ini dibantah dan mereka meminta tanggung jawab itu dibebankan ke Sarwendah semua. Jadi yang selama ini digaungkan, dikoar-koarkan bahwa itu tanggung jawab para pihak, tidak terbukti atau dibantah,” tegas Jaenudin.

Sarwendah Menolak Bayar Sendirian

Setelah mengetahui isi jawaban tersebut, Sarwendah disebut langsung menyampaikan keberatan. Ia menolak apabila seluruh sisa cicilan rumah harus dilunasi seorang diri. Sikap ini disampaikan melalui kuasa hukumnya yang hadir dalam proses mediasi.

Menariknya, Jaenudin menjelaskan bahwa Sarwendah sebenarnya masih membuka ruang untuk membicarakan pembagian pembayaran. Artinya, persoalan utama yang dipermasalahkan bukan keinginan untuk menghindari kewajiban, melainkan permintaan agar seluruh beban cicilan dialihkan kepada satu pihak saja.

Dalam kesempatan berbeda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (2/11/2026), Jaenudin sempat menyampaikan bahwa kliennya cukup fleksibel apabila ada kesepakatan pembagian pembayaran. Ia bahkan mengatakan, tawaran membagi cicilan menjadi dua bagian bisa menjadi bahan pertimbangan apabila benar-benar dituangkan dalam jawaban resmi.

“Sikap Sarwendah itu sangat fleksibel. Seandainya statement yang diungkapkan di media terkait pembayaran dibagi dua dituangkan dalam jawaban hari ini, mungkin akan jadi pertimbangan,” ujar Jaenudin.

Ada Akta dan Chat WhatsApp yang Disinggung

Di tengah perbedaan pandangan mengenai pembayaran rumah, pihak Sarwendah turut menyinggung dokumen yang dianggap penting dalam persoalan tersebut. Jaenudin menyebut adanya Akta 39 yang berkaitan dengan kepemilikan aset rumah di BDN dan Rempoa. 

Menurut penjelasannya, dokumen itu menjadi salah satu hal mendasar yang dibahas dalam jawaban pihak Ruben. Jaenudin menyebut pihak Ruben mengakui bahwa aset rumah tersebut merupakan hak Sarwendah sesuai dengan akta yang dimaksud. 

Ia kemudian menyoroti bagian yang menurutnya memuat keterangan agar Sarwendah melunasi rumah tersebut sendiri. “Paling mendasar adalah bahwa mereka mengakui aset rumah di BDN dan Rempoa itu merupakan haknya Sarwendah sesuai Akta 39. 

Di situ dituliskan dengan tegas silakan Sarwendah melunasi rumahnya sendiri,” ungkap Jaenudin. Selain akta, pihak Sarwendah juga mengaku memiliki bukti percakapan WhatsApp yang berkaitan dengan komitmen pembayaran cicilan. 

Mediasi Terakhir Dijadwalkan 10 November

Walaupun perbedaan pendapat mengenai cicilan rumah masih cukup tajam, proses mediasi rupanya belum berakhir. Pihak Ruben masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan tawaran lain sebelum tahapan tersebut dinyatakan selesai. 

Kesempatan ini menjadi perhatian karena Sarwendah sebelumnya disebut masih bersedia mempertimbangkan pembagian pembayaran. Jaenudin menyampaikan bahwa mediasi berikutnya dijadwalkan pada 10 November 2026. 

“Sidang berikutnya tanggal 10 dan itu saya pastikan tanggal terakhir untuk mediasi. Kalau memang tidak ada kata sepakat, berarti deadlock dan sidang lanjut ke pokok perkara,” pungkas Jaenudin.

Sebagai informasi, Sarwendah mengajukan gugatan perdata terhadap Ruben Onsu terkait dugaan wanprestasi dalam pembayaran cicilan rumah gana-gini di kawasan BDN dan Rempoa. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 1198/Pdt.G/2026/PN JKT.SEL dan didaftarkan pada 28 September 2026.

Di Tengah Kisruh Rumah, Ruben Kirim Pesan untuk Anak

Persoalan rumah bukan satu-satunya hal yang sedang menjadi perhatian dalam hubungan Ruben dan Sarwendah. Proses gugatan hak asuh anak juga masih berjalan. Di tengah situasi tersebut, Ruben sempat membagikan tulisan emosional melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/11/2026).

Dalam unggahannya, Ruben menyampaikan pesan kepada kedua anaknya. Ia meminta mereka bersabar hingga suatu saat nanti bisa kembali berkumpul bersama. Tulisan itu juga menyinggung cerita mengenai dirinya yang mungkin didengar anak-anak dari orang lain. 

Ruben seolah memahami bahwa berbagai kabar yang beredar bisa memunculkan pertanyaan di benak mereka. “Sabar ya nanti kt berkumpul lagi. Sabar dan Tahan untuk cerita yg sampai di telingamu ttg ayah, krn aku tahu kalian selalu bertanya, mengadu. 

Biar tulisan ini akan mengartikan sendiri nanti nya,” tulis Ruben. Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian karena muncul ketika persoalan keluarga mereka masih menjadi pembicaraan. 

Kasus Email Betrand Peto Ikut Menjadi Sorotan

Situasi keluarga ini semakin ramai setelah muncul perkembangan lain terkait dugaan akses ilegal terhadap email Betrand Peto. Dalam perkara tersebut, pihak Betrand melalui kuasa hukumnya, Ezra, menyebut sudah mengantongi identitas seseorang yang diduga terlibat. Sosok tersebut disebut berasal dari lingkungan terdekat mereka.

Ezra menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki terlapor yang akan diproses melalui jalur hukum. Ia juga menjelaskan bahwa istilah orang terdekat yang dimaksud merujuk pada seseorang dari lingkungan sekitar keluarga maupun lingkaran yang memiliki hubungan dekat dengan mereka.

“Terlapor sudah ada. Kita akan melaporkan yang pasti kata kuncinya adalah orang terdekat. Baik orang terdekat itu punya saudara lagi, itu orang terdekat itulah yang dilaporkan,” ujar Ezra saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menurut Ezra, pemeriksaan terhadap pemilik email yang menjadi perhatian dalam laporan tersebut diperkirakan berlangsung dalam satu hingga dua pekan mendatang. Ia juga menjelaskan alasan Ruben menjadi pihak yang mengajukan laporan. 

Ruben Mewakili Betrand saat Pemeriksaan

Hal itu dilakukan karena Betrand sedang menjalani pemeriksaan dalam perkara lain, sehingga pelaporan tersebut diwakili oleh Ruben. Sementara itu, Ruben sendiri telah menjalani pemeriksaan penyidik terkait laporan dugaan akses ilegal tersebut.

 Kuasa hukumnya, Wiliam Rando Bayakta, menyebut Ruben mendapat sekitar 20 pertanyaan dan telah menyerahkan sejumlah bukti yang diminta penyidik. Pemeriksaan itu berlangsung pada Senin sebelum keterangan disampaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (28/10/2026).

“Berarti kemarin klien kami sudah diperiksa di hari Senin pada dini hari, sudah diperiksa. Itu terkait tentang laporan polisi kami terkait akses ilegal yang terlapornya masih dalam penyelidikan,” kata Wiliam.

Perkembangan ini membuat nama Ruben kembali muncul dalam beberapa pemberitaan sekaligus. Mulai dari persoalan cicilan rumah bersama Sarwendah, pesan untuk anak-anak, hingga laporan mengenai dugaan akses ilegal email Betrand. 

Kisruh Ruben dan Sarwendah Masih Berlanjut

Persoalan cicilan rumah kembali memperlihatkan bahwa urusan Ruben Onsu dan Sarwendah setelah perceraian masih menyisakan sejumlah hal yang belum selesai. Pihak Sarwendah keberatan apabila harus melunasi seluruh cicilan rumah seorang diri, sementara kuasa hukumnya menyebut masih ada ruang kesepakatan apabila pembayaran dibagi bersama.

Di tengah pembahasan tersebut, Ruben juga menyampaikan pesan kepada anak-anaknya dan masih menghadapi perkembangan perkara lain terkait dugaan akses ilegal email Betrand Peto. Berbagai kabar ini membuat kehidupan keluarga mereka terus menjadi perhatian publik.

Untuk saat ini, salah satu hal yang paling ditunggu adalah hasil mediasi terakhir pada 10 November 2026. Apakah kedua pihak akhirnya menemukan jalan tengah mengenai cicilan rumah, atau justru perkara tersebut berlanjut ke tahap berikutnya? Kita tunggu perkembangan dari masing-masing pihak.

Sumber – www.grid.id

Lambe Katy

Lambe Katy adalah platform berita dan hiburan daring yang menyajikan informasi terkini seputar gosip, hiburan, dan berbagai topik menarik lainnya. Dengan gaya bahasa yang unik dan humor khasnya, Lambe Katy menjadi sumber daya populer bagi mereka yang ingin tetap up-to-date dengan peristiwa terkini di dunia hiburan dan selebriti. Melalui kontennya yang beragam, Lambe Katy memberikan pembaca pengalaman membaca yang menghibur sambil tetap informatif.

Recent Posts

ANW Menangis Saat Kasus Betrand Peto Naik Sidik

Tangis ANW pecah setelah mengetahui laporan dugaan TPKS yang menyeret nama Betrand Peto resmi naik…

2 days ago

Melaney Ricardo Ngamuk, Sahrul Gunawan Akhirnya Minta Maaf

Melaney Ricardo ngamuk usai dicap duta pembocor rahasia gara-gara cerita Sahrul Gunawan tentang Kiky Saputri.

4 days ago

Ruben Onsu Tolak Usulan Villa Sarwendah, Ini Alasannya

Ruben Onsu menolak usulan Sarwendah soal villa untuk pembayaran utang bank Rp13 miliar. Apa alasan…

5 days ago

Momen yang Ditunggu Richard Lee, Beri Kesaksian Lawan Doktif

Richard Lee siap beri kesaksian di sidang lawan Doktif, kuasa hukum, momen yang ditunggu usai…

6 days ago

Heboh! Wardatina Mawa Yakin Inara Insanul Jadi Tersangka

Segera gelar perkara, Wardatina Mawa yakin Inara Rusli dan Insanul Fahmi bakal jadi tersangka dalam…

1 week ago

Pesan Haru Nikita Mirzani Dari Rutan Sambut Filmnya

Pesan haru Nikita Mirzani dari dalam rutan lihat filmnya tayang bikin haru netizen, usai Nikita…

2 weeks ago