Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Suasana gala premiere film drama layar lebar Beautiful Pain di Bioskop XXI Epicentrum mendadak berubah menjadi panggung keharuan yang menguras air mata penonton. Nah, kebetulan, Nikita Mirzani saat ini tengah mendekam di sel Rutan Pondok Bambu.
Meskipun raga tak sanggup hadir menyapa para undangan di Rasuna Said, Nikita tetap menyempatkan diri muncul lewat rekaman video. Pesan singkat yang direkam khusus melalui fasilitas Warung Telekomunikasi Khusus Lapas tersebut seketika mengharukan.
Mengenakan seragam rutan dengan tatanan rambut digerai sederhana, wanita yang akrab disapa Niki ini nggak sanggup menahan lelehan air mata di depan kamera. Ia mengaku terpukul karena nggak bisa menyaksikan secara langsung momentum karya besar ini.
“Sedih banget rasanya, ini film yang aku tunggu-tunggu, tapi akunya enggak ada di situ. Tapi di lubuk hatiku terdalam, aku ada di sana tanpa bisa kalian lihat,” ujar Nikita Mirzani membeberkan kepedihan hatinya.
Kehadiran video tersebut langsung disambut isak tangis serta simpati dari para pemain dan tamu undangan. Ibu tiga anak yang bertindak sebagai eksekutif produser ini merasa momen pemutaran perdana tersebut menjadi ujian mental yang berat bagi kehidupannya.
Rasa rindu pada dunia akting dan penonton bioskop harus tertahan akibat masa hukuman enam tahun yang sedang dijalaninya. Kendati terpisah jeruji besi, semangat Niki untuk memberikan karya terbaik bagi dunia perfilman nasional sama sekali nggak padam.
Suasana haru di dalam ruang bioskop tersebut lantas berlanjut pada momen paling emosional tatkala Niki mulai menyebutkan nama anak-anaknya. Nah, di momen inilah tangisnya menjadi perhatian netizen.
Momen menguras emosi dalam tayangan video tersebut tercipta sewaktu Nikita Mirzani mengarahkan pembicaraannya secara khusus kepada ketiga buah hatinya. Suara wanita yang biasa tampil garang ini mendadak bergetar hebat saat mengutarakan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf.
Ia menyebut karya sinematik ini dipersembahkan secara spesial untuk menguatkan mental anak-anaknya, terutama sang putri sulung, Laura Meizani Mawardi. “Film ini untuk anak-anak Niki, terutama untuk Laura, terima-kasih sudah berjuang,” ucapnya seraya mengusap air mata.
Ungkapan rasa bersalah karena nggak bisa berada di samping anak-anak membuat Niki melontarkan selorohan pilu untuk menenangkan hati buah hatinya. Dengan nada polos menahan kesedihan, ia meminta anak-anaknya bersabar dan mendoakan agar dirinya bisa secepatnya menghirup udara bebas.
“Anak-anak yang lain juga terima-kasih, maafkan Mimi karena tidak bisa hadir. Mimi sedang ada wajib militer, doakan sebentar lagi keluar,” lanjut Nikita Mirzani menangis hingga minta maaf ke anak-anak.
Meskipun sebagian pengalaman hidupnya ikut memberikan inspirasi cerita, Nikita Mirzani menegaskan bahwa alur cerita film ini bukan cuma tentang figur dirinya. Ia ingin meluruskan pandangan publik bahwa karya debutnya sebagai produser eksekutif ini membawa misi moral yang jauh lebih luas.
Niki mempersembahkan kisah ini bagi seluruh perempuan tanah air yang sedang berjuang menembus batas trauma dan diskriminasi sosial. “Ini bukan film tentang Nikita Mirzani, tapi ini film tentang semua wanita Indonesia yang berani berjuang, berani mengambil risiko, berani melangkah lebih jauh lagi ke depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Niki menyisipkan pesan penyemangat bagi para wanita yang kerap mendapat perlakuan nggak adil atau dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwasanya status sosial seperti menjadi seorang janda atau ibu tunggal bukanlah sebuah cela yang harus ditutup-tutupi dengan rasa malu.
“Dari cerita yang Niki alami, menjadi seorang janda itu bukan suatu hinaan. Jangan takut dicemooh sama tetangga karena mereka enggak tahu apa-apa tentang kita. Jangan takut dicemooh orang lain karena mereka tidak tahu apa yang sudah kita perjuangkan,” sambungnya.
Karya sinematik yang disutradarai oleh Dmaz Brodjonegoro bersama Hanung Bramantyo ini menyajikan konflik drama rumah tangga yang pekat dan realistis. Penonton bakal diajak menyaksikan perjuangan tokoh Niken, seorang ibu tunggal yang diperankan secara ciamik oleh aktris berbakat Raihaanun.
Niken digambarkan berusaha keras bangkit dari keruntuhan mental usai menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga serta perselingkuhan yang menyakitkan. Usahanya menata karier baru demi menyambung hidup anak-anaknya justru dihantam oleh fitnah tajam dan ancaman kehilangan hak asuh.
Dukungan jajaran aktor papan atas seperti Baim Wong, Tarra Budiman, Dimas Aditya, hingga Siti Fauziah semakin memperkuat kualitas jalinan cerita. Tayang serentak mulai 22 Oktober 2026, film ini diharapkan menjadi cermin sosial yang membuka mata masyarakat mengenai bahaya victim blaming.
Keteguhan Niki mengawal proyek ini dari dalam tahanan membuktikan komitmen totalitasnya sebagai seorang seniman sejati. Semoga pesan kebaikan dan keberanian yang diusung dalam karya ini dapat diterima dengan hangat oleh seluruh penikmat film tanah air.
Sumber: www.grid.id
Sebelum meninggal, Yadi Timo sempat mengeluh sakit perut usai menghadiri pertemuan proyek film, meninggalkan duka…
Heboh video call Ruben Onsu disebut editan, pakar Telematika: tak ada unsur AI dalam durasi…
Ruben Onsu laporkan akun medsos yang sebar video call dirinya dengan seorang pria demi menjaga…
Betrand Peto Klaim Sarwendah berambisi hancurkan Ruben Onsu di tengah perseteruan panas mantan pasangan suami…
Betrand Peto diperiksa sebagai terlapor dugaan kasus kekerasan seksual terhadap ANW di Polda Metro Jaya…
Bisnis kulinernya kena teror gaib, Nunung tolak cari dukun karena meyakini bahwa Allah adalah kekuatan…