Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Nama Raffi Ahmad masih ramai diperbincangkan setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026 menuai kritik.
Di tengah komentar pedas dan seruan boikot yang terus bergulir, dua sosok terdekatnya memperlihatkan dukungan melalui unggahan media sosial. Nagita Slavina dan Amy Qanita sama-sama menyampaikan pesan yang menyentuh, lengkap dengan doa.
Unggahan Nagita langsung mencuri perhatian karena berisi kalimat penuh kasih untuk sang suami. Sementara itu, Amy memilih membagikan foto lawas bersama Raffi ketika masih kecil, disertai pesan panjang seorang ibu untuk anaknya.
Polemik yang menyeret presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu memang belum mereda. Klarifikasi sudah disampaikan, permintaan maaf juga telah diunggah, tetapi pembahasan mengenai kehadirannya dalam acara tersebut masih terus muncul di media sosial.
Di tengah ramainya pembicaraan mengenai Raffi, Nagita Slavina memperlihatkan dukungannya melalui sebuah pesan yang bernuansa doa. Ia menggambarkan sang suami sebagai sosok yang mungkin terlihat kuat di hadapan banyak orang, tetapi tetap memiliki beban dan perasaan.
Dalam unggahannya, Nagita menulis, “Ya Allah, aku titipkan suamiku dalam penjagaan-Mu. Lelaki yang mungkin terlihat kuat di hadapan dunia tapi hanya Engkau yang tahu seberapa berat beban yang sedang dipikul hatinya.”
“Jika dunia sedang tidak berpihak kepadanya, peluklah hatinya dengan ketenangan-Mu. Jika namanya disakiti oleh fitnah dan prasangka, jagalah kehormatannya dan tunjukkan kebenaran dengan kuasa-Mu,” tulis Nagita dalam pesan tersebut.
“Ya Allah, jika aku tak mampu menguatkannya dengan kedua tanganku, kuatkanlah dia dengan kasih sayang-Mu. Karena kebahagiaannya adalah bagian dari doa-doa terbesarku. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutur Nagita.
Sehari sebelum pesan Nagita ramai diperbincangkan, Amy Qanita juga mengunggah sesuatu yang langsung menarik perhatian. Ibunda Raffi itu membagikan foto lawas bersama putranya ketika masih kecil melalui Instagram pada Minggu, 1 November 2026.
Foto tersebut disertai tulisan panjang yang berisi doa dan ungkapan kasih seorang ibu. Amy menyinggung keadaan yang sedang dihadapi Raffi, termasuk berbagai tuduhan, kebencian, serta perkataan yang menurutnya bisa menyakiti sang anak.
Ia menegaskan bahwa seorang ibu akan tetap berusaha berdiri di samping anaknya, apa pun keadaan yang sedang terjadi. Dalam caption tersebut, Amy menulis, “Tidak ada doa yang lebih tulus daripada doa seorang ibu untuk anaknya.
Dalam keadaan apa pun, ketika dunia terasa begitu berat, ketika fitnah, kebencian, dan tuduhan datang silih berganti, Ibuu akan selalu berdiri untuk menguatkan anaknya.” “Ya Allah, jagalah anakku dari segala keburukan, lindungilah dari fitnah dan kezaliman, kuatkan hatinya dalam setiap ujian, dan jangan biarkan kebencian manusia memadamkan kebaikan dalam dirinya,”.
Dukungan dari Nagita dan Amy muncul setelah Raffi menuai kritik akibat kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada Kamis, 29 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi perbincangan karena dinilai sebagian masyarakat sebagai aksi tandingan terhadap demonstrasi mahasiswa yang berlangsung sehari sebelumnya, tepatnya pada 28 Oktober.
Situasinya semakin ramai setelah muncul pembahasan mengenai peserta deklarasi yang disebut-sebut bukan berasal dari kampus yang mereka wakili. Kehadiran Raffi dalam acara tersebut ikut menjadi sorotan karena posisinya sebagai Utusan Khusus Presiden.
Komentar negatif kemudian bermunculan di berbagai platform media sosial. Nama Raffi ikut terseret dalam seruan boikot, sementara sejumlah pengguna media sosial menyampaikan kekecewaan terhadap keputusannya menghadiri acara tersebut.
Raffi akhirnya memberikan penjelasan melalui akun Instagram pribadinya dan akun resmi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Ia menyebut kedatangannya sebatas memenuhi undangan dari penyelenggara, yakni Polda Metro Jaya.
Dalam klarifikasinya, Raffi menulis bahwa dirinya hadir sebagai undangan dan nggak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan kegiatan. Ia juga mengaku nggak mengetahui secara detail susunan acara serta pihak-pihak yang hadir di dalamnya.
“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” tegas Raffi dalam unggahan tersebut. Raffi turut membantah tuduhan mengenai keterkaitannya dengan salah satu merek.
Menurut penjelasannya, gapura dan pembatas jalan yang menampilkan merek tersebut sudah berdiri sebelum kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa keberadaan merek itu nggak berkaitan dengan kehadirannya.
Meski memberikan penjelasan, Raffi juga menyampaikan bahwa dirinya menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober. Ia menilai suara mahasiswa tetap penting dan menyatakan terbuka terhadap kritik maupun masukan yang disampaikan berdasarkan fakta.
Setelah klarifikasi awalnya menjadi pembicaraan, Raffi kembali menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video yang diunggah pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Dalam video tersebut, ia mengakui bahwa kehadirannya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Raffi menjelaskan bahwa selama ini dirinya terbiasa berusaha memenuhi undangan dari berbagai pihak. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak lama, sehingga ia berupaya hadir meskipun hanya dalam waktu singkat.
Ia mengaku datang ke acara Deklarasi Sumpah Pemuda dengan niat baik untuk mendukung kegiatan kepemudaan. “Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, setiap ada undangan, siapa pun yang mengundang, insyaAllah saya akan selalu mengupayakan untuk hadir, walaupun sebentar,” tutur Raffi.
“Saya memohon maaf dari hati terdalam atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Intinya, saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri,” katanya.
Di tengah ramainya pembicaraan mengenai Raffi, perhatian publik juga tertuju pada RANS Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jawa Tengah, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Acara tersebut ikut terdampak setelah sejumlah pengisi acara dan host mengumumkan pembatalan penampilan. Beberapa nama yang sebelumnya masuk dalam daftar penampil, seperti Wawes Band, Masdddho, Guyon Waton, dan Tipe-X, mengumumkan bahwa mereka batal tampil.
Pengumuman tersebut muncul sehari sebelum acara berlangsung dan menjadi perhatian karena waktunya berdekatan dengan ramainya seruan boikot terhadap Raffi. Kondisi di lokasi acara juga menjadi bahan pembicaraan.
Sejumlah stan UMKM yang sebelumnya dijadwalkan ikut meramaikan kegiatan terlihat dibongkar. Area parkir stadion yang semula disiapkan untuk menampung berbagai aktivitas hiburan dilaporkan hanya menyisakan dua stan.
Suasana tersebut membuat RANS Carnival terlihat lebih lengang dibandingkan gambaran acara hiburan yang biasanya dipenuhi pengunjung dan tenant. Persiapan panggung pun disebut nggak menunjukkan aktivitas seramai yang diharapkan.
Bahkan, jadwal pembukaan acara yang awalnya direncanakan pukul 16.00 WIB mengalami perubahan menjadi pukul 18.00 WIB. Di sekitar lokasi, sejumlah petugas kebersihan terlihat melakukan aktivitas bersih-bersih.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bagaimana satu kehadiran dalam acara bisa berkembang menjadi pembicaraan panjang di media sosial. Raffi sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf, sementara kritik dari sebagian masyarakat masih bermunculan.
Dua unggahan tersebut akhirnya menjadi bagian lain yang sedang ramai diperbincangkan. Kini, perhatian publik masih tertuju pada bagaimana polemik tersebut akan berkembang setelah klarifikasi Raffi dan berbagai responnya.
Sumber: wartakota.tribunnews.com
Ruben Onsu disebut meminta Sarwendah melunasi cicilan rumah sendirian karena kondisi ekonominya sedang sulit. Begini…
Tangis ANW pecah setelah mengetahui laporan dugaan TPKS yang menyeret nama Betrand Peto resmi naik…
Melaney Ricardo ngamuk usai dicap duta pembocor rahasia gara-gara cerita Sahrul Gunawan tentang Kiky Saputri.
Ruben Onsu menolak usulan Sarwendah soal villa untuk pembayaran utang bank Rp13 miliar. Apa alasan…
Richard Lee siap beri kesaksian di sidang lawan Doktif, kuasa hukum, momen yang ditunggu usai…
Segera gelar perkara, Wardatina Mawa yakin Inara Rusli dan Insanul Fahmi bakal jadi tersangka dalam…