Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia Di Bogor
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Dunia seni peran Tanah Air kembali diselimuti awan duka atas kepulangan salah satu aktor berbakat yang kerap menghiasi layar kaca. Kamu yang menggemari sinetron Indonesia pasti akrab dengan raut wajah khas Yadi Timo yang kerap memerankan tokoh antagonis.
Aktor senior bernama lengkap Yadi Mulyadi ini menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat pekan lalu. Kepergian sosok seniman hebat yang lahir pada 12 Februari 1960 tersebut mengejutkan banyak pihak di industri hiburan nasional.
Kabar duka mengenai kepergian almarhum pertama kali dibagikan oleh penulis skenario Joko Nugroho melalui unggahan emosional di akun media sosial pribadinya. “Subuh baru saja beranjak, hari baru saja dimulai.
Terhenyak membaca kabar, satu teman baik pergi. Kakak kelas, teman baik, pengkritik pedas yang pernah bertukar ilmu penyutradaraan di atas panggung,” tulis Joko memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Aktor Senior Yadi Timo Tinggalkan Duka
Ucapan duka tersebut langsung disambut oleh linangan air mata para penggemar serta rekan sesama seniman panggung. Kondisi kesehatannya sebelum meninggal dunia terbilang mengejutkan bagi para sahabat yang sempat menghabiskan waktu bersama.
Almarhum diketahui sempat mengeluhkan rasa sakit perut yang lumayan hebat setelah menghadiri acara diskusi proyek karya film pendek. Padahal beberapa jam sebelumnya, almarhum masih tampak begitu bugar sembari bernyanyi riang dan bercanda gurau bersama rekan teaternya.
Nyawa sang aktor senior tak tertolong saat dilarikan menuju Rumah Sakit Grand Melia Cibubur. Oleh karena itu, beberapa rekan artis pun merasa kehilangan sekaligus terdapat duka yang mengiringinya.
Momen Terakhir dan Pertemuan Diskusi
Kepergian sosok Yadi Timo meninggalkan kesedihan mendalam lantaran almarhum masih memiliki semangat membara dalam berkarya di panggung seni hiburan. Joko Nugroho membeberkan bahwa almarhum sejatinya sedang mempersiapkan sebuah proyek film pendek bersama sutradara Gita Asmara.
“Karya yang terputus. Sedianya Yadi Timo sedang terlibat dalam persiapan sebuah film pendek bersama Sutradara Gita Asmara. Namun Sang Pencipta berkehendak lain,” kenang Joko meratapi takdir sahabatnya.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, sang aktor sempat mengeluhkan rasa nyeri abdominal hebat sepulangnya dari lokasi diskusi kreatif. Pihak keluarga dan kerabat terdekat lantas memutuskan membawa sang artis ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan penanganan medis darurat.
Takdir berkata lain tatkala sang pemeran antagonis dinyatakan mengembuskan napas terakhir sewaktu dalam perjalanan menuju ruang perawatan. Rumah duka almarhum di kawasan Perumahan Pondok Cibubur pun seketika dipadati oleh kedatangan para pelawat.
- Almarhum sempat menghadiri sesi diskusi proyek film pendek bersama sutradara Gita Asmara sebelum berpulang.
- Rekan-rekan sejawat menyebut almarhum masih terlihat sangat sehat serta ceria sewaktu berkumpul bersama.
- Keluhan sakit perut hebat muncul secara mendadak hingga almarhum harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
- Jenazah almarhum rencananya bakal dimakamkan di kawasan kampung halaman sang istri di wilayah Bogor.
Sosok Sahabat Sejati yang Kerap Pasang Badan
Dedikasi Yadi Timo di panggung seni peran nggak cuma meninggalkan jejak karya akting yang sangat luar biasa gemilang. Joko Nugroho menceritakan betapa loyalnya almarhum yang selalu menjadi orang pertama yang membela rekannya sewaktu menghadapi masalah produksi.
Almarhum bahkan nggak ragu untuk langsung meninggalkan lokasi pengambilan gambar saat mengetahui terjadi pergantian posisi sutradara secara sepihak. “Ketika tahu sutradaranya diganti, dia adalah aktor pertama yang meninggalkan set dan bilang, ‘Gue gak perlu disini, karena sutradaranya bukan Joko’,” beber Joko.
Kehangatan sifat almarhum juga tercermin dari kerelaannya membagikan uang honor pertama demi memberi dorongan semangat bagi juniornya. Joko mengenang momen indah saat almarhum membagikan hasil kerja kerasnya dengan kalimat yang sangat berkesan di hati.
“Biar elo ngerasain, rasanya orang syuting,” tutur almarhum kala itu sembari memberikan uang pembagian honor. Kritik pedas yang sering dilontarkan almarhum rupanya menjadi wujud perhatian tulus demi memacu kualitas karya teman-temannya.
Sutradara Eka Dimitri Sitorus Lepas Kepergian Mendiang
Duka mendalam atas kepergian Yadi Timo turut dirasakan oleh pelatih akting sekaligus sutradara senior Eka Dimitri Sitorus. Melalui akun media sosial miliknya, Eka mengunggah tangkapan layar berisi pesan singkat terakhir bersama almarhum yang dikirim pada pertengahan Oktober.
Dalam pesan pribadi tersebut, almarhum sempat membalas ungkapan kasih sayang dari sahabatnya dengan kalimat yang sangat hangat. Eka mengaku sangat terpukul karena almarhum sempat mampir ke studio latihannya beberapa hari sebelum kabar duka tiba.
Eka lantas menuliskan curahan hati emosional meratapi kepergian sahabat tercintanya yang terasa begitu mendadak dan menyisakan kesedihan. “Mo, kalau mau pergi selamanya kayak gini, harusnya lu jangan mampir ke Sakti Actor Studio! Sakitnya nusuk dalam banget tahu!” ungkapnya.
Pria berusia 66 tahun tersebut mengenang perhatian-perhatian kecil almarhum yang selalu mengingatkan dirinya untuk menjaga kesehatan harian. “Siapa lagi yang ingetin gue buat makan pepaya? Lu janji mau bawa mangga dari Indramayu, sudah musimnya sekarang,” tambah Eka memendam kerinduan.
Ungkapan kesedihan dari para sahabat teater menjadi bukti betapa berharganya kehadiran sosok Yadi Timo di dalam industri perfilman. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan karya-karyanya selalu dikenang abadi oleh masyarakat Indonesia.
Sumber: lifestyle.sindonews.com
