Bigmo Diperiksa dan Dicecar 40 Pertanyaan tentang Promosi Vape
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Muhammad Jannah alias Bigmo, pria yang dikenal lewat berbagai tayangan live streaming-nya itu kini terpaksa mendatangi markas kepolisian, lantaran diduga melibatkan anak di bawah umur dalam siaran langsung miliknya.
Tayangan live streaming itu menjadi viral usai ia disinyalir mengajak anak-anak mempromosikan produk rokok elektrik secara terbuka. Penyelidik dari Direktorat PPA Polda Metro Jaya bergerak cepat menindaklanjuti keresahan warga akibat potongan video live itu.
Langkah tegas kepolisian ini diambil untuk menggali keterangan utuh serta fakta lapangan yang terjadi di balik tayangan viral tersebut. Bigmo kemarin hadir di ruang pemeriksaan Subdit 2 Ditres PPA/PPO guna memberikan kepastian atas berbagai tuduhan.
Konfirmasi mengenai kehadiran Bigmo disampaikan oleh pihak kepolisian seusai kuasa hukum memberikan kepastian kedatangan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan bahwa jadwal pemeriksaan telah disepakati oleh tim kuasa hukum.
Gempar Kasus Promosi Vape dan Pemeriksaan Polisi
“Untuk Bigmo dijadwalkan pemeriksaan hari ini (Senin 10/08 2026) pukul 13.00 WIB di Subdit 2 Dit Res PPA/PPO. Sudah terkonfirmasi hadir melalui pengacaranya,” kata Budi saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Kepastian hadir ini membuktikan komitmen Bigmo untuk menghadapi persoalan hukumnya secara langsung. Proses pemeriksaan di markas kepolisian berlangsung cukup sengit dan memakan waktu berturut-turut hingga beberapa jam lamanya.
Bigmo tampak kooperatif saat memasuki ruangan penyidik dengan didampingi oleh tim pengacara yang siap membentenginya. Berbagai barang bukti serta alur kejadian diurai demi membuat duduk perkara ini menjadi terang.
Begini Pemeriksaan Streamer Bigmo Di Polda
Penyidik Kepolisian melayangkan puluhan pertanyaan guna menguji keterangan Bigmo soal siaran itu. “Mo telah hadir dan diperiksa sebanyak kurang lebih 40 pertanyaan,” ujar Sangun Ragahdo selaku kuasa hukum Bigmo saat ditemui di Gedung PPA Polda Metro Jaya.
Pihak Bigmo menegaskan nggak akan berbelit-belit dalam menjawab cecaran soalan dari tim penyidik kepolisian. “Mo telah menyampaikan kronologi pada saat live streaming tersebut, bukti-bukti juga sudah kami sampaikan.
Di sini kami tekankan lagi, Mo tidak akan defensif, Mo telah mengakui kesalahannya terkait dengan live streaming tersebut,” tutur Sangun menjelaskan sikap kliennya. Sebagai bentuk iktikad baik, Bigmo pribadi telah mendatangi kediaman keluarga anak yang ada di live itu.
“Mo telah menghampiri, sowan kepada keluarga anak-anak di bawah umur tersebut dan sudah bertemu. Di pertemuan tersebut pun akhirnya ya sampai ada semacam kesepakatan sih, tapi lebih kepada ya permintaan maaf Mo dan akhirnya para orang tua telah memaafkan,” ungkap Sangun lega.
Komitmen Tetap Kooperatif Jika Naik Penyidikan
Pihak kuasa hukum berjanji nggak akan menghindar sekiranya kepolisian menaikkan status perkara dari penyelidikan ke tahap berikutnya. “Apabila teman-teman penyelidik meyakini apa yang dilakukan saudara Bigmo adalah sebuah perbuatan pidana dan akan menaikkan status kasusnya ke penyidikan, maka kami memastikan dia akan terus bersikap kooperatif,” kata Sangun memberikan kepastian.
Pengacara meminta netizen luas untuk nggak serta-merta menghakimi sang streamer secara sepihak sebelum ada putusan resmi. “Kita tahu penyelidikan ini adalah rangkaian dari penyelidik untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), untuk mencari apakah peristiwa ini berdasarkan fakta-fakta yang ada merupakan perbuatan pidana atau tidak. Kita harus menjunjung tinggi praduga tak bersalah,” pukas Sangun.
Upaya hukum yang tengah membendung aktivitas Bigmo nggak lantas membuatnya patah arang dalam menunjukkan iktikad baik. Kesadaran akan kekhilafan dalam membuat konten mendorong Bigmo untuk inisiatif mendatangi rumah orang tua anak-anak terkait.
Langkah kekeluargaan ini diambil guna menyampaikan permohonan maaf secara tulus atas kegaduhan nasional yang sudah terlanjur terjadi. Kedatangan Bigmo disambut secara terbuka oleh pihak keluarga korban yang bersedia membuka pintu maaf bagi sang kreator.
Iktikad Baik dan Upaya Damai Ke Keluarga
Permohonan maaf yang disampaikan tatap muka tersebut berhasil mencairkan suasana tegang yang sempat menyelimuti kedua belah pihak. Orang tua dari anak-anak di bawah umur itu memahami kekhilafan sang streamer serta sepakat untuk tidak memperpanjang masalah pribadi.
Walau demikian, pihak tim pengacara Bigmo tetap menyadari adanya batasan tegas antara etika moral dan proses penegakan hukum negara. Perdamaian secara kekeluargaan nggak serta-merta membatalkan agenda pemeriksaan resmi yang sedang berjalan di markas kepolisian.
Kehadiran Bigmo memenuhi panggilan kepolisian menjadi pembuktian bahwa dirinya menghormati penuh aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Dirinya memilih untuk pasrah menyerahkan penilaian unsur pidana atas kontennya kepada keahlian tim penyidik Direktorat PPA.
“Tapi di sisi lain, ini yang perlu saya luruskan juga, jadi ada dua hal yang berbeda teman-teman. Kita sekarang di Polda Metro Jaya menghadiri undangan klarifikasi ya untuk menghargai proses hukum yang berlaku,” tegas Sangun mewakili pandangan kliennya.
Pelajaran Penting Bagi Dunia Konten Kreator
Skandal yang menimpa Bigmo menjadi teguran amat keras bagi industri kreatif yang kian bertumbuh pesat di tanah air. Persaingan ketat dalam mengejar angka penonton serta kepopuleran kerap kali membuat sebagian kreator alpa memperhatikan etika penyiaran.
Pelibatan anak-anak dalam materi promosi produk dewasa seperti rokok elektrik merupakan tindakan yang berisiko tinggi secara etika. Kejadian ini diharapkan bisa membuka mata para pembuat konten untuk lebih selektif dan bijak dalam merancang siaran langsung.
Dukungan netizen terhadap proses pemeriksaan profesional oleh Polda Metro Jaya terus mengalir deras di berbagai platform media sosial. Masyarakat berharap agar kejaksaan dan kepolisian dapat memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
Kita tunggu saja bagaimana keputusan akhir dari tim penyidik Polda Metro Jaya dalam menentukan status hukum Bigmo ke depannya. Bagaimanapun hasilnya, iktikad baik serta pengakuan kesalahan yang telah disampaikan menjadi modal penting bagi Bigmo.
Sumber: tempo.co
