Wardatina Mawa Mantap Berpisah Insanul Fahmi Pasrah
Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Kisah rumah tangga publik figur selalu punya magnet. Sekali muncul ke permukaan, perhatian langsung terkunci. Itulah yang kini terjadi pada hubungan Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa.
Beberapa waktu lalu, harapan rujuk masih sempat terdengar. Nada optimistis pernah muncul walau samar. Namun memasuki pertengahan Februari, arah angin berubah. Situasinya terasa makin tegas. Seakan ada garis yang mulai ditarik pelan tapi pasti.
Perubahan sikap itu terungkap lewat keterangan kuasa hukum Insan. Dari sana, publik menangkap satu pesan penting, damai kini terdengar seperti masa lalu. Lalu bagaimana ceritanya bisa sampai ke titik ini? Mari pelan-pelan kita ikuti alurnya.
Realistis Jadi Kata Kunci
Ketika isu retaknya hubungan ini mencuat, banyak orang masih berharap ada ruang temu. Publik sering percaya bahwa pasangan yang pernah bersama lama akan menemukan jalannya lagi.
Namun menurut penjelasan Tommy Tri Yunanto, pandangan Insan sudah berubah. Ia melihat situasi secara berbeda. Dalam percakapan dengan media pada 14 Februari 2026, Tommy menggambarkan kliennya mulai menerima kenyataan bahwa peluang berdamai semakin tipis.
Dalam narasi yang ia sampaikan, Insan digambarkan mulai realistis. Bukan lagi bertumpu pada harapan lama. Bukan lagi menunggu pintu terbuka. Ada kesan lelah yang muncul setelah berbagai upaya dianggap menemui jalan buntu.
Empat Bulan Tanpa Jembatan
Setelah bicara soal sikap realistis, pertanyaan berikutnya muncul. Apa yang membuat keyakinan itu lahir? Tommy membeberkan bahwa pasangan ini sudah berpisah rumah selama kurang lebih empat bulan. Dalam rentang waktu itu, komunikasi nyaris hilang. Permintaan bertemu disebut jarang mendapat respons.
Bayangkan posisi tersebut. Ketika dua orang yang terikat pernikahan kehilangan ruang dialog, jarak emosional biasanya tumbuh cepat. Situasi inilah yang, menurut kuasa hukum, mendorong Insan menilai bahwa mempertahankan mimpi rujuk semakin sulit.
Gugatan? Insan Memilih Menunggu
Menariknya, meski merasa peluang damai makin kecil, Insan disebut belum berniat mengajukan gugatan cerai. Lewat penuturan Tommy, arah keputusan itu terdengar jelas. Bila perceraian memang menjadi ujung cerita, biarlah pihak Mawa yang memulai proses di pengadilan agama.
Sikap ini memunculkan banyak tafsir. Ada yang melihatnya sebagai bentuk menghormati pasangan. Ada pula yang menilai sebagai tanda pasrah. Apa pun sudut pandangnya, keputusan tersebut memperlihatkan bahwa Insan memilih berada di posisi menunggu.
Nafkah Disebut Tetap Berjalan
Walau hubungan berada di titik rumit, Tommy memastikan satu hal yang ia anggap penting untuk diketahui publik. Ia menyebut kliennya masih menjalankan kewajiban sebagai suami. Kebutuhan Wardatina Mawa beserta anak tetap dipenuhi.
Pernyataan ini menjadi penanda bahwa di tengah badai, ada aspek tanggung jawab yang tetap dijaga. Informasi tersebut seakan ingin menunjukkan bahwa persoalan perasaan boleh retak, namun urusan kewajiban tetap mendapat perhatian.
Dua Syarat yang Belum Bertemu
Jika dari pihak Insan terdengar kata realistis, dari kubu Mawa muncul nada kepastian untuk berpisah. Namun kepastian itu datang bersama prasyarat. Dalam pernyataannya kepada awak media pada 12 Februari, Mawa mengungkap dua hal yang ia inginkan.
Pertama, bukti sah mengenai pernikahan siri yang disebut melibatkan Inara Rusli. Kedua, permintaan maaf terbuka di hadapan media. Menurut penuturannya, permintaan maaf memang pernah ia dengar.
Namun disampaikan melalui media sosial. Baginya, itu belum memenuhi harapan. Ia menginginkan pernyataan langsung di forum resmi, tempat publik bisa melihat dengan jelas. Di titik ini, kamu bisa melihat bagaimana kedua pihak seperti berdiri di dua ujung berbeda. Insan merasa upaya sudah mentok. Mawa merasa syarat utama belum terpenuhi.
Menunggu Proses Hukum Lain
Setelah menyampaikan syarat, Mawa juga memberi gambaran mengenai langkah berikutnya. Gugatan cerai disebut baru akan diajukan setelah laporan dugaan perzinaan yang ia buat menemukan kejelasan.
Kasus tersebut kini berada di tangan Polda Metro Jaya. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan konfirmasi ke berbagai pihak. Dalam waktu dekat, rencananya akan digelar perkara untuk menentukan arah penanganan selanjutnya.
Artinya, sebelum tahap itu selesai, Mawa memilih menahan diri. Ia menunggu titik terang. Setelah itu, barulah keputusan besar diambil.
Publik di Tengah Ketidakpastian
Rangkaian pernyataan dari dua sisi ini membuat publik berada di ruang penuh tanda tanya. Di satu sisi, Insan mulai melepaskan harapan damai. Di sisi lain, Mawa tetap berdiri pada tuntutannya. Keduanya sama-sama terlihat mantap dengan sikap masing-masing.
Kondisi seperti ini sering membuat orang luar ikut menebak-nebak. Apakah masih ada kemungkinan berubah? Atau semua hanya menunggu waktu sampai palu sidang benar-benar diketuk? Belum ada yang bisa menjawab pasti.
Dalam fase seperti ini, biasanya keputusan besar hanya tinggal menunggu momentum. Sampai hari ini, belum ada gugatan resmi masuk ke pengadilan agama. Status pernikahan masih berdiri. Namun atmosfernya sudah berbeda.
Insan memilih realistis. Mawa menunggu syaratnya dipenuhi sambil menanti perkembangan proses hukum. Dua jalur itu berjalan beriringan, meski arahnya terasa menjauh. Publik tentu akan terus mengikuti. Setiap kabar baru bisa menjadi penentu.
Apakah benar berakhir di meja hijau, atau muncul kejutan lain, semua masih mungkin terjadi. Yang jelas, cerita mereka kini memasuki babak yang jauh lebih tegas dibanding sebelumnya.
Sumber: www.rctiplus.com
