Kasus ARD menunjukkan pentingnya memahami dampak psikologis dari tekanan ekonomi dan kehilangan akses teknologi pada anak-anak.
Penting bagi orang tua dan pendidik untuk mengenali tanda-tanda perubahan perilaku pada anak-anak sebagai indikator adanya masalah lebih dalam.
Sebagai langkah preventif, sekolah dan orang tua dapat bekerja sama lebih erat dalam memonitor penggunaan gawai oleh anak-anak.
Simak Juga
Sorotan Publik: Kontroversi Calon Suami Ayu Ting Ting
Pendidikan tentang penggunaan internet dan gawai yang sehat perlu ditingkatkan, tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah.
Kasus ARD mengajarkan kita bahwa dampak psikologis dari perubahan kecil dalam kehidupan seorang anak bisa sangat besar.
Kehilangan akses gawai mungkin terdengar sepele bagi orang dewasa, tetapi bagi anak seperti ARD, hal itu serasa kehilangan seluruh dunianya.
Penting bagi setiap stakeholder, termasuk keluarga, sekolah, dan pemerintah, untuk lebih peka terhadap kesehatan mental anak-anak kita.
Na Daehoon akhirnya mengucap ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, menutup rumah tangganya dengan…
Rumah di Ngawi mendadak ramai COD, Bella Bonita turun tangan jadi tukang parkir, sementara Denny…
Inara Rusli memilih berdamai dan mencabut laporan, tetap mengakui Insanul Fahmi sebagai suami meski rumah…
Unggahan sederhana Jule bersama anak justru memicu gosip. Penampilannya tanpa hijab kembali menyeret masa lalu…
Safa Marwah akhirnya buka suara. Ia meluruskan isu selingkuhan Ridwan Kamil dan menjelaskan kronologi yang…
Marshel Widianto mengungkap rumah tangganya dengan Cesen pernah hampir berakhir, sebelum keputusan besar mengubah segalanya.