Estimated reading time: 5 minutes

Lambe Katy – Kabar ini datang pelan, tanpa drama berlebihan, tapi tetap mengguncang perhatian publik. Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, pasangan yang selama ini dikenal harmonis dan penuh kehangatan, resmi mengakhiri pernikahan mereka. 

Putusan itu dibacakan Pengadilan Agama Bandung pada Rabu, 7 Januari, menandai berakhirnya perjalanan rumah tangga yang telah terjalin selama 29 tahun. Bagi banyak orang, kisah Ridwan Kamil dan Atalia bukan sekadar hubungan suami istri. 

Mereka sering tampil sebagai pasangan publik figur yang saling menguatkan, berbagi peran, dan tampak solid di berbagai momen. Karena itu, ketika kabar perceraian ini mencuat, rasa kaget pun sulit dihindari.

Putusan Pengadilan, Menutup Proses Panjang

Perceraian ini bukan keputusan yang lahir dalam semalam. Atalia Praratya diketahui mengajukan gugatan cerai pada Desember 2025. Sebelum sampai ke tahap putusan, keduanya sempat menjalani proses mediasi. 

Pengadilan Agama Bandung akhirnya mengabulkan gugatan tersebut. Bersamaan dengan itu, majelis hakim juga membacakan keputusan terkait hak asuh anak dan hal-hal lain yang menjadi kesepakatan bersama. Proses ini berjalan relatif tenang, tanpa pernyataan saling menyudutkan atau drama berlarut di ruang publik.

Kesepakatan Hak Asuh yang Disepakati Bersama

Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik tentu soal anak. Ridwan Kamil dan Atalia Praratya memiliki dua anak, Camillia Laetitia Azzahra dan Arkana Aidan Misbach. Dalam putusan tersebut, hak asuh keduanya dibagi sesuai kesepakatan bersama, bukan karena paksaan atau konflik terbuka.

Humas Pengadilan Agama Bandung, Ikhwan Sopiyan, menjelaskan bahwa hak asuh Zahra diserahkan kepada Atalia Praratya. Ia menyampaikan bahwa keputusan ini lahir dari kesepakatan kedua belah pihak. Dalam keterangannya, Ikhwan menyebutkan bahwa pada intinya, untuk anak yang bernama Zahra, pengasuhan jatuh kepada sang ibu.

Sementara itu, Arkana yang masih berusia lima tahun diasuh oleh Ridwan Kamil. Arkana sendiri merupakan anak adopsi yang secara resmi diadopsi pada Juli 2020, setelah lahir pada Februari tahun yang sama. Keputusan ini menunjukkan bahwa meski pernikahan berakhir, peran sebagai orang tua tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Gejolak Emosional di Balik Keputusan Ini

Di balik angka 29 tahun pernikahan, tentu ada perjalanan panjang yang dilalui bersama. Dari masa awal membangun rumah tangga, mendampingi karier masing-masing, hingga menghadapi berbagai ujian hidup di bawah sorotan publik. Perpisahan ini terasa menyentuh karena keduanya dikenal jarang mengumbar konflik.

Alih-alih menghadirkan narasi saling menyalahkan, Ridwan Kamil dan Atalia justru memilih menyampaikan pesan yang menenangkan. Hal ini terlihat dari bagaimana keduanya menempatkan anak sebagai prioritas utama, serta menyelesaikan urusan internal secara tertutup sebelum keputusan diumumkan ke publik.

Pernyataan Ridwan Kamil yang Menarik Perhatian

Setelah putusan dibacakan, Ridwan Kamil menyampaikan pernyataan melalui unggahan pribadinya. Dalam tulisannya, ia menegaskan bahwa urusan harta gono-gini telah diselesaikan jauh hari sebelum proses perceraian mencapai tahap akhir. Pernyataan itu disampaikan dengan nada tenang dan reflektif.

Ia menuliskan bahwa dirinya dan Atalia telah menyelesaikan pembagian harta secara baik-baik. Lebih dari itu, Ridwan Kamil juga memohon doa agar semua pihak diberikan ketenangan, kebijaksanaan, serta kekuatan untuk menjalani fase kehidupan berikutnya dengan penuh tanggung jawab dan martabat. 

Respons Publik Terbelah, tapi Penuh Empati

Sebagai figur publik, setiap langkah Ridwan Kamil dan Atalia selalu menarik perhatian. Kabar perceraian ini pun memunculkan beragam reaksi. Ada yang terkejut, ada yang merasa sedih, tapi banyak pula yang menyampaikan dukungan. 

Sebagian besar respons publik justru menyoroti cara keduanya menghadapi perpisahan dengan sikap dewasa. Di media sosial, banyak komentar yang menyebut bahwa perpisahan ini terasa lebih menyentuh karena dijalani tanpa drama. 

Perjalanan Panjang yang Pernah Dijalani Bersama

Selama hampir tiga dekade, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya dikenal sebagai pasangan yang saling mendukung. Atalia kerap terlihat mendampingi Ridwan Kamil dalam berbagai kegiatan, baik formal maupun personal. 

Kehadiran Atalia sering dianggap sebagai penyeimbang di tengah padatnya aktivitas sang suami. Kisah mereka juga sempat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Oleh karena itu, perpisahan ini terasa seperti kehilangan sebuah gambaran ideal yang selama ini melekat.

Mediasi dan Keputusan Tanpa Keributan

Fakta bahwa keduanya sempat menjalani mediasi sebelum bercerai menunjukkan adanya usaha untuk mencari jalan terbaik. Mediasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang untuk menyepakati hal-hal penting tanpa tekanan emosi. 

Dari sinilah kemudian lahir kesepakatan soal hak asuh dan harta. Proses ini berakhir pada Rabu, 7 Januari, dengan pembacaan putusan cerai. Majelis hakim juga memberikan tenggat waktu 14 hari bagi pihak yang ingin mengajukan banding. Namun sejauh ini, belum ada tanda bahwa salah satu pihak berniat melanjutkan proses tersebut.

Sebagai artikel gosip, cerita ini menarik bukan karena sensasi berlebihan, melainkan karena nuansa emosional yang terasa nyata. Ridwan Kamil dan Atalia Praratya memilih jalan yang tenang. Mereka menutup kisah bersama tanpa membuka luka di ruang publik. 

Anak Tetap Jadi Pusat Perhatian

Di tengah segala sorotan, satu hal yang konsisten muncul adalah perhatian terhadap anak. Pembagian hak asuh dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Zahra bersama Atalia, sementara Arkana diasuh Ridwan Kamil. 

Keputusan ini memperlihatkan bahwa peran orang tua tetap dijaga, meski status pernikahan berubah. Bagi banyak orang, ini menjadi pengingat bahwa akhir sebuah hubungan nggak selalu berarti akhir dari tanggung jawab bersama. Justru di sinilah kedewasaan diuji.

Menutup Bab Lama, Membuka Jalan Baru

Perceraian ini menandai akhir dari satu bab penting dalam kehidupan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Namun seperti yang tersirat dalam pernyataan mereka, ini juga menjadi awal dari fase baru. 

Bagi publik, kisah ini akan terus dibicarakan. Namun di balik gosip dan sorotan, ada dua individu yang memilih melangkah ke depan dengan cara mereka sendiri. Tanpa keributan, tanpa saling menjatuhkan, dan dengan harapan akan ketenangan di masa depan.

Sumber : www.tvonenews.com