Polemik Open Endorse: Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar dikecam warganet setelah diduga mencari sponsor untuk acara lamaran mereka.

Lambe Katy – Dalam dunia selebriti, setiap momen bisa menjadi sorotan publik, terlebih jika berkaitan dengan peristiwa penting seperti pernikahan.

Baca Juga:

Thariq Halilintar Resmi Melamar Aaliyah Massaid

Baru-baru ini, Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar, yang merupakan adik dari Atta Halilintar, mengumumkan pertunangan mereka yang dilangsungkan di sebuah lokasi yang indah.

Dalam sebuah acara yang penuh emosi, Thariq melamar Aaliyah dengan memberikan cincin, sebuah momen yang tentu saja menjadi impian banyak pasangan selebriti.

Kegembiraan yang Terselimuti Kritik

Kabar bahagia ini disambut positif oleh banyak penggemar kedua belah pihak. Namun, tidak lama setelah kabar tersebut menyebar luas, muncul kontroversi yang melibatkan pasangan ini.

Kontroversi bermula dari sebuah akun Instagram milik tim manajemen Aaliyah dan Thariq, yang diduga mempromosikan acara lamaran mereka sebagai kesempatan untuk open endorse.

Dalam unggahan yang viral, akun @sarahazzubaidi menawarkan kesempatan bagi brand atau vendor yang ingin bergabung dalam acara mereka.

Simak Juga

Sandra Dewi Kembali Diperiksa terkait Kasus Korupsi PT Timah

Pesan tersebut secara eksplisit menyatakan, “Vendor atau brand yang mau join dalam acara Thor dan Aal bisa DM aku ya,” yang diposting pada tanggal 15 Mei 2024.

Ini menimbulkan berbagai reaksi dari netizen, mulai dari kekecewaan hingga pertahanan.

Respons Netizen: Dari Kritik Hingga Pembelaan

Sebagian netizen menyayangkan langkah mereka mengundang sponsor untuk acara pribadi yang seharusnya bersifat intim dan personal.

Kritik tajam datang dengan menyindir status ekonomi kedua selebriti tersebut, dengan komentar seperti, “Old money katanya yang rumahnya aja pake lift dan pengusaha yang bahkan usaha keluarganya aja banyak di luar negeri tapi ngemis sponsor,” menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap apa yang mereka anggap sebagai tindakan yang tidak pantas dari selebriti yang seharusnya mampu mengadakan acara tanpa sponsor.

Simak Juga

Somasi Terbuka Sarwendah kepada Lima Akun TikTok

Namun, beberapa netizen membela Aaliyah dan Thariq, berargumen bahwa kerjasama dengan brand adalah praktik umum di kalangan selebriti.

Mereka menekankan bahwa kerja sama semacam ini menguntungkan kedua belah pihak, dan mengkritik mereka yang terlalu fokus mencari-cari kesalahan.

“Nggak usah lebayyy semua artis begitu mau nawarin di tawarin semua timnya memang kerjasama toh cuannya saling menguntungkan keduabelah pihak artis mah dah biasa dah lah gocus aja sama kebahagian masing2 jangan dicari2 celah mulu orang lagi happy,” tulis salah satu netizen.

Hilangnya Postingan: Tanda Kesadaran atau Tekanan?

Menariknya, setelah kontroversi ini menjadi bahan pembicaraan yang ramai, postingan tentang open endorse itu dikabarkan telah dihapus.

Ini memicu spekulasi apakah respons tim manajemen menyadari kesalahan atau ada tekanan dari pihak tertentu untuk menghapus posting tersebut.

Kasus ini menyoroti dinamika menarik antara kehidupan pribadi selebriti dan ekspektasi publik.

Simak Juga

Lyodra Ginting Borong Penghargaan di SCTV Music Awards 2024

Di satu sisi, selebriti diharapkan mempertahankan citra tertentu yang tidak tercoreng oleh praktek komersial.

Di sisi lain, realitas industri hiburan modern seringkali memerlukan kerjasama antara figur publik dan brand untuk menutupi biaya besar kegiatan.

Dalam konteks ini, penting bagi publik dan para selebriti untuk menemukan keseimbangan antara menjaga keaslian momen pribadi dan tuntutan komersial.

Dalam era media sosial, setiap tindakan figur publik cepat mendapat sorotan, mendorong mereka untuk lebih waspada dalam setiap langkah.