Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Kehilangan orang terkasih seringkali datang tanpa memberi waktu untuk siap. Itulah yang kini dirasakan Marcel Radhival, sosok yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Di balik citra vokal, berani, dan penuh kontroversi, Marcel sedang menghadapi fase beratnya.
Sang istri tercinta, Tika Mega Lestari, meninggal dunia pada 27 Januari 2026 setelah berjuang melawan anemia aplastik dan kanker mulut. Kabar duka itu langsung menyentuh banyak orang.
Tika Mega Lestari bukan hanya pasangan hidup Marcel, tapi juga sosok yang selama ini memilih berdiri di belakang layar. Selama sakit, Tika menjalani rangkaian pengobatan dan operasi yang berat.
Namun, di tengah kondisi fisik dan mental yang rapuh, ia justru memilih melindungi sang suami dari kekhawatiran berlebihan. Setelah menjalani operasi kedua, Tika secara tegas meminta Marcel untuk nggak datang ke rumah sakit.
Ia merasa malu dengan kondisi tubuhnya pascaoperasi. Dalam obrolan yang belakangan diceritakan Marcel ke publik, Tika meminta suaminya tetap berada di rumah saja dan menunggu kabar baik saat dirinya sudah pulih.
Marcel menuruti permintaan istrinya, dengan keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja. Ia memilih percaya, sambil tetap berkomunikasi dari jauh. Di titik ini, kisah mereka berubah menjadi cerita tentang cinta yang saling menjaga, meski terpisah ruang.
Namun ada satu keputusan Tika yang baru diketahui Marcel setelah semuanya terlambat. Ternyata, Tika menjalani operasi ketiga tanpa sepengetahuan suaminya. Jadwal operasi itu sengaja disembunyikan.
Bahkan, Tika meminta mertuanya agar nggak memberi tahu Marcel apa pun. Kata Marcel, terungkap bahwa Tika khawatir kondisi itu akan membuat Marcel semakin cemas. Ia memilih menanggung beban sendiri, demi menjaga ketenangan orang yang ia cintai.
Kepergian Tika meninggalkan satu penyesalan terbesar dalam hidup Marcel. Ia mengaku menyesal karena nggak mendampingi sang istri di detik-detik terakhir. Bukan karena ia abai, tapi karena ia terlalu percaya bahwa waktu masih panjang.
Marcel baru mengetahui soal operasi ketiga itu setelah Tika meninggal dunia. Dari cerita ibunya, ia tahu bahwa sang istri sempat mengirim pesan, meminta agar Marcel nggak diberi kabar saat operasi berlangsung. Mungkin, disitulah letak cinta Tika yang paling sunyi.
Bagi Marcel, fakta ini jadi pukulan berat. Penyesalan itu kini berubah menjadi luka yang terus ia ingat, terutama karena ia merasa kehilangan kesempatan terakhir untuk menggenggam tangan istrinya.
Saat kabar kepergian Tika datang, Marcel sedang berada dalam perjalanan kerja menuju Jawa Tengah. Di tengah aktivitas dan rutinitas, sebuah pesan singkat dari adik iparnya mengubah segalanya. Pesan itu sederhana, tapi menghantam keras.
Kalimat “Tika sudah nggak ada” menjadi titik hening dalam hidup Marcel. Ia langsung memutuskan putar balik ke Bandung, tanpa banyak berpikir. Semua rencana kerja mendadak kehilangan arti.
Sesampainya di rumah sakit, Marcel kembali dihadapkan pada kenyataan pahit. Jenazah Tika sudah dibawa menggunakan ambulans. Ia bahkan nggak sempat melihat wajah istrinya untuk terakhir kali.
Situasi itu membuat Marcel merasa seolah “dilempar-lempar” oleh keadaan. Ia akhirnya baru bisa bertemu Tika kembali saat proses pemakaman. Momen itu menjadi pertemuan terakhir mereka, dalam suasana yang sepenuhnya berbeda dari yang pernah ia bayangkan.
Selama ini, Pesulap Merah dikenal sebagai figur yang lantang dan penuh keyakinan. Namun di balik itu, publik kini melihat sisi lain dari Marcel. Sosok pria yang sedang belajar menerima kehilangan, sambil menanggung penyesalan yang nggak bisa diulang.
Ia nggak menyalahkan siapa pun. Nggak juga mencari pembenaran. Marcel hanya mengakui bahwa ada satu hal yang ingin ia ubah, andai waktu bisa diputar ulang. Ia ingin berada di sisi istrinya, apa pun kondisinya.
Kisah Marcel dan Tika adalah tentang cinta yang diekspresikan dengan cara berbeda. Tika memilih menjaga, Marcel memilih percaya. Di antara dua pilihan itu, takdir mengambil alih dengan caranya sendiri.
Kini, yang tersisa adalah kenangan dan cerita yang terus hidup. Marcel membawa kisah ini bukan untuk mencari simpati, melainkan sebagai pengingat bahwa waktu bersama orang terkasih sering kali lebih rapuh dari yang kita kira.
Kepergian Tika Mega Lestari menandai babak baru dalam hidup Pesulap Merah. Bukan sebagai figur publik yang penuh kontroversi, tapi sebagai seorang suami yang kehilangan pasangan hidupnya.
Di tengah duka, Marcel memilih berbagi cerita. Bukan untuk membuka luka, tapi untuk jujur pada perasaan sendiri. Dalam dunia hiburan yang sering penuh topeng, kejujuran seperti ini terasa langka.
Kisah ini pun meninggalkan satu pesan, bahwa cinta sejati nggak selalu hadir dalam kebersamaan fisik, tapi juga dalam niat saling melindungi, meski akhirnya menyisakan penyesalan.
Sumber: hot.detik.com
Sidang perdana cerai Boiyen dan Rully Akbar sudah berlangsung tertutup. Gugatan resmi terdaftar, sidang lanjutan…
Kepergian Lula Lahfah menyisakan banyak tanya. Pihak apartemen akhirnya angkat bicara, membuka potongan cerita dari…
Raffi Ahmad mengenang Lula Lahfah sebagai sosok tulus dan hangat. Kepergiannya meninggalkan jejak kebaikan yang…
Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah sempat mengirim pesan ke Keanu Agl, mencurahkan ketakutannya soal penyakit…
Kabar duka Lula Lahfah menyebar cepat. Di tengah simpang siur, video Reza Arap menangis bikin…
Ammar Zoni curiga ada hal tersembunyi di balik larangan memutar CCTV selnya, keyakinannya justru makin…