Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Nama Julia “Jule” Prastini kembali jadi bahan perbincangan. Dalam sebuah live streaming YouTube MelvinDanendra yang tayang kemarin (3 Februari 2026), Jule mengungkap sisi lain Safrie Ramadhan, petinju asal Yogyakarta yang selama ini kerap dikaitkan dengannya.
Alih-alih bersembunyi, Jule memilih menceritakan dengan tenang alasan mengapa dirinya bisa merasa dekat, nyaman, bahkan jatuh hati. Dari sinilah publik mulai melihat kisah keduanya dengan gamblang, meski tetap banyak yang menghujat.
Waktu Jule berbicara jelas bukan momen sembarangan, ia menyampaikan kisah tersebut setelah resmi bercerai dari Na Daehoon pada 3 Desember 2025. Perceraian itu sendiri terjadi setelah hubungan terlarang Jule dan Safrie mencuat ke publik dan memicu gelombang reaksi luas.
Dalam suasana yang masih hangat oleh penilaian publik, pengakuan Jule terasa seperti usaha meluruskan perasaan. Ia menjelaskan bahwa kedekatannya dengan Safrie tumbuh perlahan, berangkat dari komunikasi intens dan rasa nyaman yang muncul secara alami.
Di titik ini, Jule nggak mencoba menghapus masa lalu. Ia justru mengaku sempat terpuruk hebat karena hujatan yang datang tanpa henti, bahkan dari anak-anak sekolah dasar. Dari kondisi emosional inilah, peran Safrie mulai terlihat signifikan dalam hidupnya.
Dalam ceritanya, Jule menyebut satu hal yang paling pertama membuat hatinya luluh. Menurutnya, Safrie adalah sosok yang sangat sabar. Ia menggambarkan Safrie sebagai pribadi yang jarang marah dan mampu menahan emosi, bahkan ketika berada di situasi yang bikin banyak orang mudah terpancing.
Kesabaran itu terasa nyata bagi Jule, terutama saat dirinya berada di titik mental terendah. Di saat komentar pedas terus berdatangan, Safrie justru memilih tetap tenang dan hadir tanpa tekanan.
Sikap inilah yang perlahan memberi rasa aman bagi Jule, sesuatu yang sulit ia temukan di tengah kekacauan hidupnya saat itu. Kesabaran tersebut bentuk konsistensi dalam bersikap. Bagi Jule, ini menjadi awal yang membuat dirinya percaya untuk membuka diri.
Setelah kesabaran, Jule melanjutkan ceritanya dengan menyoroti sikap tanggung jawab Safrie. Ia menilai Safrie bukan tipe yang datang lalu pergi sesuka hati. Bahkan sampai sekarang, Safrie masih menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap dirinya.
Perhatian itu hadir dalam bentuk komunikasi yang terjaga, sikap yang tetap menghargai, dan kehadiran emosional yang stabil. Jule menyebut Safrie sebagai sosok bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan, termasuk ketika hubungan mereka menjadi sorotan.
Bagian paling emosional dari pengakuan Jule muncul saat ia bercerita tentang masa-masa ketika dirinya benar-benar merasa jatuh. Ia mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri karena hujatan yang datang bertubi-tubi.
Di fase inilah, menurut Jule, Safrie menunjukkan peran paling besar. Ia menyebut Safrie sebagai sosok yang tetap memperjuangkannya, membantu dirinya melewati hari-hari berat, dan nggak meninggalkannya sendirian menghadapi tekanan mental.
Meski mengungkap banyak hal personal, Jule menegaskan bahwa hubungannya dengan Safrie saat ini berada di ranah pertemanan. Dalam konten yang sama, ia menyebut Safrie sebagai teman baik, bukan pasangan.
Safrie pun memperkuat pernyataan tersebut. Ia mengaku hubungan mereka sebatas teman yang memiliki kedekatan emosional karena sudah saling mengenal sejak lama. Menurut Safrie, komunikasi intens sudah terjalin jauh sebelum isu perselingkuhan mencuat ke publik.
Jule kemudian menambahkan satu detail kecil yang justru terasa penting. Ia mengaku merasa nyambung saat berbincang dengan Safrie. Selera humor yang sama membuat obrolan mereka mengalir tanpa beban.
Kesamaan ini, menurut Jule, menjadi alasan mengapa pertemanan mereka terasa lebih dekat dibandingkan dengan orang lain. Komunikasi yang ringan tapi nyambung sering kali menjadi ruang aman untuk berbagi cerita, terutama di saat hidup sedang terasa berat.
Di tengah cerita soal Safrie, Jule juga menyisipkan pengakuan lain yang cukup menyentuh. Dalam streaming YouTube bersama Bigmo, ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada mantan suaminya, Na Daehoon.
Jule mengakui kesalahan yang ia lakukan dan menyebut Daehoon sebagai laki-laki yang baik. Ia juga menegaskan bahwa Daehoon adalah ayah yang selalu berusaha dan memperjuangkan anak-anak mereka.
Menariknya, Safrie sendiri nggak berusaha membela diri secara berlebihan. Dalam pernyataannya, ia mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masa lalu. Ia menegaskan bahwa dirinya nggak pernah membenarkan perbuatannya.
Safrie menyebut urusan tersebut sebagai tanggung jawab pribadi yang nggak perlu diumbar ke media sosial. Sikap ini memperlihatkan pendekatan yang lebih dewasa, meski tetap menuai pro dan kontra di mata publik.
Cerita ini mungkin tetap menuai kritik, tapi di sisi lain juga memperlihatkan bahwa di balik headline dan komentar pedas, ada individu yang sedang berproses memahami hidupnya sendiri.
Bagi kamu yang mengikuti kisah ini, pengakuan Jule bukan soal mencari pembenaran, melainkan usaha jujur menjelaskan perasaan. Nah, di dunia hiburan yang sering dipenuhi sensasi, kejujuran seperti ini justru terasa langka. Menurutmu bagaimana?
Sumber: www.poskota.co.id
Deddy Corbuzier mengungkap kekecewaan setelah cerita pilu penjual es gabus viral disebut penuh kebohongan dan…
Fakta di balik kehadiran Reza Arap saat jenazah Lula Lahfah ditemukan akhirnya terungkap, lengkap dengan…
Pesulap Merah mengungkap penyesalan terdalamnya setelah sang istri wafat, kisah pilu tentang cinta, jarak, dan…
Sidang perdana cerai Boiyen dan Rully Akbar sudah berlangsung tertutup. Gugatan resmi terdaftar, sidang lanjutan…
Kepergian Lula Lahfah menyisakan banyak tanya. Pihak apartemen akhirnya angkat bicara, membuka potongan cerita dari…
Raffi Ahmad mengenang Lula Lahfah sebagai sosok tulus dan hangat. Kepergiannya meninggalkan jejak kebaikan yang…