Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Drama antara Virgoun dan Inara Rusli kembali ramai, kali ini melibatkan suara dari pihak keluarga. Publik yang sempat fokus pada klaim Inara soal sulitnya bertemu anak, kini mendapat versi berbeda dari Eva Manurung

Ibu dari Virgoun itu akhirnya bicara terbuka di hadapan media, membawa detail yang selama ini jarang terdengar. Topik soal anak memang selalu sensitif. Apalagi ketika cerita yang beredar terasa saling bertolak belakang. 

Awal Mula Emosi Eva Manurung

Nada suara Eva Manurung terdengar tegas saat konferensi pers di kawasan BSD, Tangerang, pada 4 Februari 2026. Ia terlihat emosional, tapi tetap runtut menyampaikan maksudnya. 

Eva merasa tuduhan yang diarahkan kepada Virgoun sudah melampaui batas, terutama soal isu menghalangi pertemuan anak dengan ibu kandungnya. Menurut Eva, cerita yang berkembang di luar justru berbanding terbalik dengan kejadian nyata. 

Ia menyebut tudingan tersebut sebagai kebohongan yang lambat laun akan terbuka sendiri. Bahkan, Eva menyinggung pertemuan Inara dengan anak-anaknya yang terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, di sekolah.

Pernyataan itu langsung menjadi penanda. Artinya, komunikasi dan akses pertemuan masih terjadi, meski hubungan kedua orang tua sedang nggak harmonis.

Versi Keluarga Virgoun Soal Pertemuan Anak

Masuk ke bagian yang paling disorot, Eva dengan tegas menyampaikan bahwa Virgoun sama sekali nggak pernah melarang Inara bertemu anak-anaknya. Meski saat ini anak-anak tinggal bersama sang musisi, akses terhadap ibu kandung tetap terbuka.

Eva bahkan menyebut bahwa dalam kurun dua bulan terakhir, pertemuan sudah terjadi beberapa kali. Angkanya pun disebut cukup jelas, sekitar tiga sampai empat kali. Ini menjadi bantahan langsung terhadap klaim sulit bertemu yang sebelumnya disampaikan Inara.

Dalam narasinya, Eva juga mengungkap bahwa Inara sempat bertemu langsung dengan Virgoun dan meminta izin untuk membawa putra mereka. Situasi itu, menurut Eva, berjalan normal tanpa penolakan.

Nada Teguran yang Disampaikan Terbuka

Di tengah penjelasan tersebut, Eva Manurung menyelipkan nada kecewa. Ia mempertanyakan sikap Inara yang dinilai sering menyampaikan cerita berbeda ke publik. Ucapannya terdengar lugas, tanpa berusaha memperhalus suasana.

Eva berharap Inara bisa lebih bijak, terutama dalam menyikapi urusan anak. Baginya, konflik personal seharusnya nggak menyeret anak ke dalam pusaran opini publik yang simpang siur.

Sebagai seorang ibu dan nenek, Eva menilai kerja sama antara orang tua tetap jadi kunci utama. Terlepas dari status hubungan yang sudah berakhir, tanggung jawab membesarkan anak tetap berjalan.

Klarifikasi Menuju Isyarat Serius

Seiring berjalannya pernyataan, arah pembicaraan mulai bergeser. Eva nggak hanya bicara soal bantahan, tapi juga membuka kemungkinan langkah lanjutan yang lebih serius dari pihak Virgoun.

Melihat sikap Inara yang terus membawa isu anak ke ruang publik, Eva mengungkap bahwa Virgoun siap mengambil langkah tegas. Salah satunya adalah rencana untuk mengajukan gugatan hak asuh anak.

Rencana Gugatan yang Sudah Disiapkan

Masih dalam kesempatan yang sama, Eva menjelaskan bahwa rencana gugatan sebenarnya sudah hampir didaftarkan. Awalnya dijadwalkan pada minggu berjalan, namun harus diundur karena agenda pekerjaan Virgoun.

Menurut Eva, semua berkas dan persiapan sudah lengkap. Gugatan tersebut rencananya akan dilayangkan ke Pengadilan Agama Jakarta Barat pada minggu berikutnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah hukum bukan reaksi spontan.

Respons Publik yang Berbeda

Setelah pernyataan Eva Manurung beredar, respons publik langsung terbelah. Sebagian mulai mempertanyakan ulang narasi yang selama ini mereka dengar. Sebagian lain tetap menaruh simpati pada Inara Rusli sebagai ibu.

Eva Manurung berulang kali menekankan bahwa cucu-cucunya tetap membutuhkan figur ibu. Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan atas anggapan bahwa pihak Virgoun menutup akses sepenuhnya.

Persoalan Keluarga yang Terbuka ke Publik

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana konflik keluarga figur publik dengan cepat menjadi konsumsi bersama. Setiap kalimat, ekspresi, bahkan nada bicara bisa ditafsirkan ke berbagai arah.

Eva Manurung memilih jalur terbuka. Ia berbicara langsung, menyampaikan detail waktu dan tempat. Langkah ini jelas bertujuan meluruskan persepsi yang sudah terlanjur terbentuk. Cerita Eva Manurung dan Inara Rusli kemungkinan belum berhenti di sini. 

Rencana gugatan hak asuh membuka bab baru yang pasti kembali menarik perhatian publik. Namun, di balik semua itu, publik juga mulai belajar melihat cerita dari lebih dari satu sisi. Untuk saat ini, satu hal yang jelas. Eva Manurung sudah menyampaikan versinya. 

Kesimpulan

Pernyataan Eva Manurung menjadi penyeimbang dalam cerita yang selama ini berkembang. Emosinya muncul bukan tanpa sebab, melainkan karena ia merasa ada fakta yang terlewat.

Apakah publik akan sepenuhnya percaya atau tetap ragu, waktu yang akan menjawab. Yang pasti, gosip ini kembali mengingatkan bahwa setiap cerita selalu punya lebih dari satu sudut pandang.

Sumber: www.grid.id