Hot Gosip

Dokter Tirta Imbau Nakes Lebih Bijak dalam Bersosial Media

Estimated reading time: 5 minutes

Lambe Katy –  Jagat media sosial kembali diguncang isu panas yang memicu amarah jutaan warganet dalam beberapa hari terakhir. Konflik bermula dari unggahan sederhana milik almarhum Yurizal di platform Threads yang mengeluhkan lambatnya penanganan antrean rawat inap. 

Niat hati ingin meluapkan kebingungan karena menunggu hingga delapan jam, dirinya justru mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari sejumlah oknum medis. Reaksi negatif yang diberikan oleh beberapa oknum dokter di kolom komentar rasanya menyayat hati. 

Kritik dari pasien justru dibalas dengan cemoohan bernada nirempati hingga merendahkan status sang penderita. Situasi makin memanas kala publik mengetahui fakta memilukan bahwa pemilik akun Yurizal tersebut dilaporkan telah meninggal dunia usai curhat itu. 

Netizen yang geram langsung mengutuk keras lontaran kalimat kasar dari para nakes di sosial media. Sorotan yang semakin tak terkendali ini akhirnya memancing perhatian dari figur publik sekaligus praktisi medis, Dokter Tirta. 

Gempar Unggahan Pasien BPJS, Ini Respons Dokter Tirta

Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (8/8/2026), pria yang dikenal ceplas-ceplos ini memberikan tanggapan menohok. Dirinya meminta para sejawatnya untuk nggak mencari-cari alasan pembenaran atas tindakan fatal yang mencoreng citra profesi kedokteran tersebut. 

Pengingat keras ini dilayangkan agar para nakes belajar menahan emosi saat berinteraksi di platform media sosial. Persoalan ini nyatanya nggak cuma menyentil etika individu, melainkan juga menyingkap kelemahan mendasar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. 

Dokter Tirta menilai bahwa kepuasan pasien bergantung pada kejelasan informasi serta kemampuan berkomunikasi para nakes. Publik diimbau untuk melihat fenomena ini secara utuh agar pembenahan bisa dilakukan dari segala lini. 

Polemik Nakes dan Pasien BPJS di Threads

Seperti yang sudah dibahas di awal, kasus ini dipicu oleh curhatan almarhum Yurizal di Threads tentang kepasrahan menunggu kepastian kamar rawat inap. “8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,” tulis almarhum Yurizal.

Bukannya memberikan pencerahan, oknum dokter justru melontarkan kata-kata bernada hinaan di kolom komentar. “PPnya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? haven’t some brain cells,” tulis dokter Elda lewat akun @erudarahaadini yang langsung menuai kecaman.

Akhirnya, Dokter Tira menanggapi itu dengan menolak keras alasan kelelahan atau burnout dijadikan tameng atas ucapan buruk di medsos. “Pada dasarnya apa yang terjadi di Threads itu udah salahnya sejawat. 

Jadi kalian nggak perlu ngalor ngidul alesan, kayak organisasi kedokteran bilang ini karena burnout lah, karena apa lah, nggak. Apa yang terjadi di Threads itu pure ada pasien komplain, dia sudah buat utas, ada dokter yang me-reply dengan buruk, sudah,” tegas Dokter Tirta.

Dokter Tirta Menyentil Sejawatnya

Kesehatan ditegaskan sebagai industri jasa tempat kepuasan dan komunikasi memegang peranan krusial. “Poin kedua yang lemah banget dari sejawat kita adalah mereka tidak mengetahui bahwa pasien sejatinya adalah customer di bidang service. 

Ya kalian suka atau tidak, mau telan atau tidak, faktanya adalah kesehatan itu termasuk bisnis di bidang jasa,” kata Tirta menyoroti kelemahan komunikasi nakes. Penggunaan media sosial menuntut tingkat kedewasaan yang tinggi agar nggak gampang terprovokasi. 

“Kita sebagai dokter ketika tidak tahu case-nya, ya kita bisa menahan jari untuk reply. Terserah, mau komite etik kedokteran yang ngurus atau mau alasan burnout dilampiaskan ke medsos. Kamu bisa mengontrol jarimu,” cetus Dokter Tirta mewanti-wanti.

Problem Komunikasi dan Pembenahan Sistem BPJS

Penyebab utama terjadinya perdebatan di media sosial sebenarnya berakar dari buruknya komunikasi antara pihak penyedia layanan dan pasien. Orang sakit beserta keluarganya tentu memendam cemas ketika harus menunggu berjam-jam tanpa adanya kepastian. 

Ketiadaan informasi yang jelas dari pihak rumah sakit secara otomatis memicu kebingungan hingga akhirnya berujung pada komplain di media sosial. Hal mendasar ini yang kerap kali gagal dipahami oleh para nakes yang terbiasa dengan rutinitas rumah sakit.

Dokter Tirta membeberkan bahwa problem dalam layanan kesehatan saat ini memang terletak pada sektor BPJS Kesehatan dan komunikasi. “Intinya problem di kedokteran adalah komunikasi. Dan problem di BPJS adalah soal perbaikan sistem,” jelas Dokter Tirta. 

Keberadaan sistem yang rumit seharusnya bisa dijembatani dengan penjelasan yang ramah dan menenangkan dari para nakes di lapangan. Informasi sederhana dari dokter sebenarnya sudah cukup untuk meredam rasa frustasi yang dialami oleh para pasien.

Situasi Pasien BPJS yang Sebenarnya Menurut Dokter Tirta

Posisi pasien yang awam mengenai birokrasi asuransi kesehatan sudah sepatutnya dimaklumi tanpa perlu ditanggapi dengan amarah yang berlebihan. “Pasien itu adalah customer dan dia tahunya dia sakit, dia membayar BPJS dan dia berobat. 

Jadi dia antri 8 jam. Dia antri 8 jam, 5 jam, 7 jam mencari kamar. Dan tugasnya kita memberi jawaban. That’s it. Sesimple itu sebenarnya,” terang Dokter Tirta menggambarkan situasi sebenarnya. 

Ketidakmampuan menyampaikan edukasi dengan santun justru memperkeruh suasana dan merusak citra pahlawan medis di mata warga. Kondisi stres pekerjaan akibat beban kerja tinggi alias burnout memang disadari menjadi tantangan tersendiri bagi profesi kedokteran. 

Namun, hal tersebut sama sekali nggak bisa dipakai sebagai pembenaran untuk melampiaskan kekesalan kepada pasien. “Kalian nggak perlu debat, ngalor-ngidul, melakukan pembenaran. Intinya, apa yang dilakuin sejawat dengan mereply itu udah salah. Semua orang burn out ya. Tukang becak burn out, kuli bangunan burn out, porter Rinjani burn out,” pungkas Tirta dengan nada sindiran.

Menjaga Ketikan dan Menghindari Sikap Jumawa

Komentar bernada emosional yang ditulis hanya dalam hitungan detik mampu menghancurkan rasa percaya masyarakat yang telah dibangun bertahun-tahun. Dokter Tirta mengingatkan agar para tenaga medis nggak gampang meremehkan pentingnya etika berkomunikasi di era internet.

Sikap jumawa merasa paling pintar karena menyandang gelar spesialis menjadi penyakit serius yang harus segera dikikis habis dari dunia kedokteran. “Memang benar kejadian yang terjadi di akhir-akhir ini harusnya jadi masukan dan hikmah bagi seluruh dokter spesialis yang masih praktek menangani pasien, agar lebih bijak dalam bermedsos”. tutur Tirta.

“Ketika kamu mereply akun seseorang, otomatis komenmu sudah menjadi publik, dan komen itu akan dikonsumsi oleh banyak orang. Ya, itu sosial media. Menahan jari untuk tidak mereply komen yang tidak seharusnya itu penting,” tegas Tirta.

Nggak ada lagi tempat bagi sikap arogan. “Aku enggak sego**** itu, ngegas orang lagi antre. Intinya pokoknya dipikir, intinya jangan jumawa. Ketika Anda ahli di satu bidang, bukan berarti Anda ahli di segala bidang. Ingat, medsos enggak gampang bos,” tambahnya.

Sumber: style.tribunnews.com

Lambe Katy

Lambe Katy adalah platform berita dan hiburan daring yang menyajikan informasi terkini seputar gosip, hiburan, dan berbagai topik menarik lainnya. Dengan gaya bahasa yang unik dan humor khasnya, Lambe Katy menjadi sumber daya populer bagi mereka yang ingin tetap up-to-date dengan peristiwa terkini di dunia hiburan dan selebriti. Melalui kontennya yang beragam, Lambe Katy memberikan pembaca pengalaman membaca yang menghibur sambil tetap informatif.

Recent Posts

Begini Spesifikasi Kamera Sony RX10 V Indonesia, Canggih!

Kamera Sony RX10 V resmi meluncur di pasar Indonesia dengan harga Rp 37 juta. Perangkat…

15 hours ago

Respon Richard Lee Saat Dituduh Oplos Produk Kosmetik

Jawaban menohok Richard Lee dituding oplos produk kosmetik hingga punya ani-ani. Dokter kecantikan tersebut membantah…

19 hours ago

Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Resmi Ditunda

Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Ditunda, Sidang Berlanjut Minggu Depan. Kedua belah pihak batal menjalani…

2 days ago

Erin Wartia Diperiksa Polisi Buntut Dugaan Penganiayaan ART

Kasus Naik Sidik, Erin Wartia Bakal Diperiksa Buntut Dugaan Penganiayaan ART. Mantan istri Andre Taulany…

4 days ago

Vicky Prasetyo Terseret Kasus Dugaan Penipuan Rp500 Juta

Artis Vicky Prasetyo terseret kasus dugaan penipuan, kerugian korban capai Rp500 juta. Penyidik Polda Metro…

1 week ago

Siap-Siap Ada War Ticket untuk Rakyat di HUT ke-81 RI

Rebut kesempatan hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka! War ticket dibuka dengan kuota…

1 week ago