Daftar Isi
Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum akhirnya sampai di titik akhir. Setelah belasan tahun bersama, kisah mereka kini bergeser ke arah yang nggak bisa lagi ditahan. Dede datang, bertemu Karen, lalu mengucapkan talak tiga.
Nah, keputusan itu nggak muncul tiba-tiba, ada proses panjang yang sudah menggerus hubungan mereka dari dalam. Saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Dede sempat menjelaskan situasi itu dengan nada yang cenderung pasrah.
Ia mengatakan bahwa Karen sendiri sudah meminta kelengkapan dokumen, bahkan sempat berkata “tolong rapiin KTP aku, surat nikah,” yang langsung ia penuhi. Dari situ, terasa kalau keputusan itu sudah bulat di kedua sisi.
Setelah momen itu terjadi, Dede memastikan bahwa apa yang ia lakukan sudah sesuai keyakinannya. Ia bahkan sempat berkonsultasi dengan pemuka agama sebelum menjatuhkan talak.
Dede menyebut bahwa setelah talak tiga diucapkan, kemungkinan untuk kembali hampir nggak ada. Ia mengatakan dengan lugas, “pas sudah ketemu ya sudah, sudah aku ucapin juga kok (talak tiga), kalau sudah talak tiga sudah nggak bisa mungkin kayak gitu.”
Hubungan yang pernah bertahan selama 12 tahun kini diputuskan dalam satu fase yang nggak bisa diulang. Di sisi lain, Karen juga nggak menunjukkan tanda ingin menahan keadaan.
Karen justru memilih mengikuti alur yang ada, termasuk saat dirinya dikembalikan ke rumah orang tua dengan disaksikan keluarga. Ada pertanda bahwa perjalanan mereka sebagai pasangan memang sudah selesai.
Setelah talak diucapkan, langkah berikutnya langsung terasa jelas. Dede dan Karen kini tengah mengumpulkan dokumen untuk mengurus perceraian secara hukum negara. Langkah ini penting karena pernikahan mereka sebelumnya tercatat resmi.
Artinya, proses administratif tetap harus dilalui agar status keduanya benar-benar selesai secara legal. Dede menyampaikan bahwa semua berkas sudah hampir lengkap. Ia juga menegaskan bahwa Karen sendiri yang meminta agar semuanya dirapikan.
Dari situ terlihat bahwa keduanya sama-sama siap melangkah ke tahap akhir. Situasi ini menarik karena nggak ada drama tarik ulur seperti yang sering terjadi di kasus serupa. Semua berjalan cepat, seolah keduanya sudah terlalu lama menyimpan konflik.
Kalau ditarik ke belakang, hubungan Dede dan Karen sebenarnya sudah lama menyimpan masalah. Salah satu yang paling mencuat adalah pengakuan Dede soal perselingkuhan. Dalam pernyataannya, Dede nggak menutupi hal itu.
Ia bahkan mengakui dengan jujur bahwa dirinya pernah khilaf saat berada di puncak karier. Ia menyebut dirinya “lupa diri, lagi di atas angin, kelupaan,” sambil menambahkan bahwa ia sadar sepenuhnya atas apa yang dilakukan.
Karen sendiri juga pernah membenarkan hal tersebut. Ia menyebut bahwa perselingkuhan itu terjadi sejak awal pernikahan, bahkan setelah anak pertama mereka lahir. Di sini, terlihat jelas bagaimana luka lama terus menumpuk.
Masalah mereka nggak berhenti di situ. Karen juga mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya. Ia menceritakan bahwa kejadian tersebut bahkan terjadi di depan anak.
Dalam narasinya, Karen menyebut bahwa putra sulungnya sempat berusaha melindunginya saat insiden terjadi. Ucapan Karen terasa emosional saat ia mengatakan bahwa anaknya mencoba menghadapi “setan yang ada dalam diri dia yang mukul aku.”
Kalimat itu menggambarkan betapa berat situasi yang ia alami. Bagian ini jadi salah satu yang paling menyentuh. Karena bukan cuma soal pasangan, tapi juga melibatkan anak-anak yang ikut menyaksikan.
Setelah semua yang terjadi, Karen akhirnya sampai di titik di mana ia merasa sudah nggak bisa melanjutkan hubungan. Ia mengungkapkan dengan jujur bahwa rasa lelah menjadi alasan utama.
Dalam pernyataannya, Karen mengatakan bahwa sebenarnya masih ada rasa sayang, tapi sudah nggak ada yang bisa dipertahankan. Kalimat seperti “sayang sih, cuma ya udah nggak bisa dipertahanin lagi” menunjukkan konflik batin yang nyata.
Di tengah semua konflik itu, satu hal yang terus muncul adalah peran anak-anak mereka. Karen mengaku bahwa anak sulungnya sudah cukup memahami situasi yang terjadi. Bahkan sang anak sempat bertanya soal hubungan orang tuanya.
Momen ini membuat Karen semakin terpukul. Ia merasa bahwa konflik yang terjadi sudah mulai berdampak ke mental anak-anak. Dari situ, muncul keputusan untuk lebih fokus ke pemulihan diri dan anak-anak.
Karen memilih menjauh dari situasi yang dianggap bisa memperburuk kondisi keluarga. Langkah ini terasa sebagai bentuk tanggung jawab. Karena pada akhirnya, anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Di tengah ramainya pemberitaan, muncul tudingan bahwa semua ini hanya settingan untuk kepentingan tertentu. Karen langsung membantah dengan tegas. Ia bahkan terlihat emosi saat mengatakan bahwa apa yang ia alami sama sekali bukan rekayasa.
Ia menegaskan bahwa dirinya sudah “speak up” karena memang sudah nggak tahan lagi. Penegasan ini sekaligus menguatkan narasi bahwa keputusan mereka berpisah bukan sesuatu yang dibuat-buat.
Setelah semua fase itu dilewati, kini Dede dan Karen berada di tahap yang berbeda. Keduanya sudah memilih jalan masing-masing. Karen menyebut bahwa fokusnya sekarang adalah dirinya sendiri dan anak-anak.
Ia ingin memperbaiki kondisi mental setelah melewati masa yang berat. Di sisi lain, Dede juga terlihat menerima keadaan. Ia memilih menyelesaikan semuanya secara baik-baik tanpa memperpanjang konflik.
Perjalanan rumah tangga Dede Sunandar dan Karen Hertatum memang nggak sederhana. Dari luar terlihat seperti pasangan biasa, tapi di dalamnya tersimpan banyak cerita yang akhirnya terungkap satu per satu.
Talak tiga menjadi penanda bahwa semuanya benar-benar selesai. Berkas cerai yang kini disiapkan hanya tinggal menunggu proses resmi. Satu hal sudah jelas, hubungan yang dibangun selama 12 tahun kini sudah sampai di garis akhir.
Sumber: www.pojokpapua.id
Resmi menikah lagi, Anji singgung wasiat almarhumah ibu yang jadi alasan kuat di balik keputusan…
Wardatina Mawa menolak damai, memilih melanjutkan proses hukum atas dugaan perselingkuhan suaminya.
Ayu Aulia klarifikasi tudingan soal pejabat, akui emosi dan halusinasi picu kegaduhan publik yang ramai…
Karen Hartatum akhirnya menyerah setelah 12 tahun, mengaku lelah bertahan demi anak di tengah konflik…
Arya Khan buka peluang rujuk, tapi beri syarat tegas soal prioritas dalam rumah tangga Pinkan…
Pinkan Mambo memilih berpisah dari Arya Khan usai konflik rumah tangga makin memanas dan kepercayaan…