Daftar Isi
Estimated reading time: 4 minutes
Lambe Katy – Rabu, 3 Desember 2025, menjadi hari penting bagi Andre Taulany. Di depan majelis di Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel), ia mengucapkan ikrar talak, menandakan perceraian dengan Rien Wartia Trigina alias Erin resmi berkekuatan hukum.
Begitu keluar dari ruang sidang, Andre menyampaikan kata-kata yang sederhana tapi penuh beban. “Alhamdulillah. Bersyukur, lega, walaupun prosesnya cukup berat ya,” ujar pria 51 tahun itu dengan suara tenang.
Perceraian Andre dan Erin itu bukan keputusan mendadak. Gugatan cerai talak pertama dilayangkan Andre ke PA Tigaraksa, namun tiga kali permintaan itu ditolak. Tak menyerah, Andre kembali melanjutkan proses di PA Jakarta Selatan sejak September 2025.
Permohonan resmi masuk tanggal 12 September. Setelah sejumlah sidang dan mediasi, putusan dikabulkan lewat e-court pada 11 November 2025. Namun, meski e-putusan sudah ada, hukum Islam menuntut satu langkah lagi, ikrar talak agar perceraian benar-benar sah.
Dan hari ini langkah itu sudah dijalani. Nah, dengan begitu, secara agama dan hukum, status pernikahan keduanya resmi berakhir. Sekaligus menutup bab panjang dan harapan yang kandas.
Usai sidang, Andre menyampaikan rasa syukur sekaligus permintaan maaf. Ia bilang, perceraian ini bukan soal menang atau kalah, “Dua-duanya kalah. Dua-duanya gagal.” Meski berat, menurutnya keputusan itu adalah “yang terbaik dari yang terburuk,”.
Dengan harapan bisa membawa kebaikan bagi semua pihak. Kini, fokus pria yang telah 19 tahun berkeluarga itu beralih ke hal lain, mendampingi dan membesarkan ketiga buah hatinya, serta menata hidup baru sebagai duda.
“Mudah-mudahan semuanya kembali normal,” ujarnya penuh harap. Selain itu, Andre juga minta maaf ke keluarga besar, sahabat, serta publik jika dalam proses ini ada pihak yang tersakiti. Baginya, perpisahan ini keharusan untuk melanjutkan kehidupan dengan damai.
Perceraian Andre dan Erin tentu menjadi perhatian bagi publik. Banyak yang bersimpati, memahami bahwa hidup kadang memilih jalan berbeda. Namun, ada juga yang menilai, setelah ini, semoga keputusan tersebut benar-benar membawa kebahagiaan.
Media ikut meliput intens, dari putusan e-court, penundaan ikrar, hingga akhirnya hari ini. Semua bagian proses mendapatkan perhatian. Nah, dengan ikrar yang sudah diucapkan, publik pun menunggu, apakah kehidupan baru Andre bakal berjalan normal?
Di sisi lain, ada warganet yang bersuara agar keduanya tetap menjaga perasaan anak-anak, serta menjaga etika publik, terutama soal privasi anak. Wajar, karena perceraian tersebut bisa berdampak luas.
Salah satu hal yang langsung menarik perhatian adalah sikap Andre yang sangat tenang dalam menghadapi situasi sensitif ini. Ia menyampaikan bahwa nggak ada pemenang dalam perceraian.
Andre seolah ingin berkata bahwa perjalanan rumah tangga nggak harus berakhir dengan permusuhan. Walaupun berat, keputusan ini adalah pilihan terbaik dari terburuk, dan itu menjadi satu-satunya jalan yang menurutnya adil bagi semua pihak.
Setelah menyampaikan leganya, Andre mulai berbicara tentang fokusnya ke depan. Sebagai duda, ia bertekad untuk menjaga anak-anaknya sambil menata hidup baru. Ia menekankan bahwa prioritasnya adalah membesarkan dan membimbing anak-anaknya.
Ia ingin hidup kembali normal, fokus merawat anak, sekaligus membangun hidup baru sebagai yang juga memiliki privasi. Dari pernyataannya yang tenang, bisa dilihat rasa dewasa Andre telah dibangun dari pengalaman sebelumnya.
Andre juga meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak, terutama keluarga. Ia menyebut bahwa perceraian nggak pernah menghadirkan pemenang. Dalam pandangannya, semua pihak harus menanggung konsekuensi yang sama beratnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar keputusan ini membawa kebaikan bagi dirinya, Erin, dan anak-anak mereka. Kini, Andre sedang mencoba berdamai dengan keadaan. Ia ingin memastikan bahwa hidupnya setelah perceraian bisa berkembang.
Dengan ikrar terucap, lembar baru bagi Andre sudah dimulai. Ia menegaskan siap menata hidup, yatu fokus pada anak-anak, memperbaiki diri, dan membuka ruang baru untuk keseimbangan hidup.
Bagi Erin, yang sejauh ini memilih diam dan menghormati proses cerai, kemungkinan bakal memilih menjaga ketenangan sambil melindungi privasi. Publik berharap agar proses pasca-cerai berjalan damai, tanpa kontroversi besar.
Semoga keduanya bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini, bahwa terkadang, perpisahan adalah awal dari tanggung jawab baru, bukan akhir dari segalanya.
Sumber : www.inilah.com
Wardatina Mawa buka suara soal pertemuannya dengan Insanul Fahmi. Tangisan, permintaan maaf, hingga ajakan rujuk…
Isu sensitif menyeret Rian D’Masiv usai pengakuan warganet viral, menyebut dugaan child grooming dan menyerempet…
Inara Rusli menghadapi dampak berat dari kasus dugaan zina. Karier tersendat, job tertunda, dan tekanan…
Inara Rusli kembali jadi sorotan publik setelah pengakuan pernikahan siri memicu hujatan netizen dan membuat…
Nama Roby Tremonti kembali ramai setelah publik mengaitkannya dengan kisah kelam masa lalu Aurelie Moeremans…
Feni Rose tak kuasa menahan emosi usai membaca Broken Strings. Kisah Aurelie Moeremans membuatnya menyesal…