Daftar Isi
Estimated reading time: 5 minutes
Lambe Katy – Suasana hangat langsung terasa sejak langkah pertama tamu memasuki Pendopo Tulungo, Bantul, Yogyakarta. Tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang seni milik Soimah itu mendadak berubah jadi saksi salah satu momen paling emosional dalam hidup sang artis.
Putra sulungnya, Aksa Uyun Dananjaya, akhirnya resmi melepas masa lajang bersama Yosika Ayumi pada Jumat, 8 Mei 2026. Aura haru dari keluarga besar Soimah juga terasa begitu kuat sepanjang rangkaian acara berlangsung.
Warganet ramai membicarakan ekspresi Soimah yang berkali-kali terlihat menahan tangis ketika melihat putra pertamanya duduk di pelaminan. Momen itu semakin emosional, karena sehari sebelum akad, Aksa baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-23.
Dalam waktu nyaris bersamaan, Soimah seperti mendapat dua perasaan sekaligus. Bahagia melihat anaknya tumbuh dewasa, tapi juga berat saat harus benar-benar melepasnya membangun rumah tangga sendiri.
Kalau biasanya Pendopo Tulungo dipenuhi pertunjukan seni khas Jawa, kali ini suasananya jauh lebih intim. Nuansa putih bercampur sentuhan adat Jawa mendominasi area akad nikah.
Prosesi siraman hingga sungkeman digelar sehari sebelum akad. Aksa terlihat beberapa kali mencium tangan kedua orang tuanya dengan mata berkaca-kaca. Soimah pun nggak mampu menyembunyikan rasa harunya. Apalagi saat teringat masa kecil sang putra.
“Dia ditinggal ke Jakarta umur 5 tahun kan, tiba-tiba besar aja,” kenang Soimah dengan suara lirih. Banyak orang langsung memahami perjuangan Soimah sebagai ibu sekaligus pekerja seni yang dulu harus bolak-balik Yogyakarta-Jakarta demi karier dan keluarga.
Setelah suasana haru memenuhi prosesi sungkeman, perhatian tamu undangan lalu tertuju pada satu detail yang unik saat akad berlangsung. Aksa memberikan mahar berupa uang tunai Rp852.026 kepada Yosika Ayumi.
Nominal itu ternyata punya arti khusus. Angka tersebut diambil dari tanggal pernikahan mereka, yakni 8 Mei 2026. Nggak berlebihan, tapi punya makna yang dekat dengan perjalanan mereka sendiri.
Mahar itu juga dihias cantik dalam bingkai putih elegan menyerupai bunga. Sentuhan sederhana namun tetap estetik. Saat prosesi ijab kabul berlangsung, ayah Yosika, Imam Santoso, mengucapkan kalimat ijab dengan suara tegas.
“Saya nikahkan dan kawinkan anak kandung saya, Yosika Novitama Ayumi dengan dirimu dengan mas kawin uang tunai 852026 rupiah, dibayar tunai.” Aksa langsung menjawab lantang dalam satu tarikan napas. Tepuk tangan tamu undangan pun langsung pecah memenuhi pendopo.
Setelah akad selesai, kisah asmara Aksa dan Yosika ikut ramai diperbincangkan publik. Rupanya hubungan mereka sudah berjalan cukup lama sejak masih duduk di bangku SMA. Hubungan yang tumbuh dari masa remaja itu akhirnya sampai ke pelaminan ketika usia Aksa baru menginjak 23 tahun.
Banyak warganet awalnya terkejut melihat keputusan menikah muda. Namun setelah melihat kedekatan keduanya selama bertahun-tahun, publik mulai memahami bahwa hubungan mereka memang sudah dibangun cukup matang.
Aura pasangan muda ini juga terasa berbeda. Nggak terlalu banyak drama di media sosial, nggak berlebihan memamerkan hubungan, tapi tiba-tiba langsung menuju pernikahan. Hal seperti itu justru bikin banyak orang merasa kisah mereka lebih natural.
Selama ini nama Soimah memang jauh lebih dikenal publik dibanding keluarganya. Namun setelah pernikahan ini viral, banyak orang mulai penasaran dengan sosok Aksa Uyun Dananjaya.
Ternyata putra sulung Soimah itu punya aktivitas yang cukup menarik. Aksa diketahui menjabat sebagai Direktur Pendopo Tulungo, tempat berlangsungnya akad dan resepsi pernikahan mereka.
Pendopo itu memang menjadi salah satu lini bisnis keluarga sekaligus ruang seni budaya di Yogyakarta. Selain aktif mengelola venue, Aksa juga pernah muncul sebagai model video klip lagu “Ojo Nangis” milik Ndarboy Genk.
Wajahnya yang kalem plus pembawaan santai membuatnya cukup dikenal di media sosial. Akun Instagram pribadinya bahkan sudah memiliki lebih dari 156 ribu pengikut. Meski lahir dari keluarga publik figur, Aksa justru terlihat memilih jalur yang lebih tenang. Ia nggak terlalu sering muncul di televisi seperti ibunya.
Di tengah ramainya tamu undangan, satu hal yang paling banyak dibahas justru ekspresi Soimah sepanjang acara. Beberapa kali ia terlihat mengusap air mata ketika memandang putra sulungnya duduk bersanding bersama Yosika.
Momen itu terasa sangat manusiawi. Apalagi publik selama ini mengenal Soimah sebagai sosok yang kuat, ceria, bahkan sering melontarkan candaan spontan di layar kaca. Namun di hari pernikahan anaknya, sisi lembut seorang ibu akhirnya terlihat jelas.
Tangisan Soimah bahkan terasa lebih menyentuh karena muncul tanpa dibuat-buat. Nggak ada drama berlebihan. Justru kesederhanaan reaksinya yang bikin banyak orang ikut terbawa suasana.
Banyak yang mengaku ikut menangis saat melihat sungkeman Aksa kepada kedua orang tuanya. Ada juga yang mengatakan momen itu seperti pengingat bahwa anak kecil yang dulu digendong, suatu hari memang akan tumbuh dewasa dan punya kehidupan sendiri.
Selain momen keluarga, detail adat Jawa dalam pernikahan ini juga sukses menarik perhatian publik. Mulai dari siraman, sungkeman, akad, sampai resepsi digelar dengan nuansa tradisional yang cukup kuat.
Pilihan konsep itu terasa cocok dengan karakter Soimah yang memang dikenal dekat dengan budaya Jawa sejak awal kariernya. Nuansa tradisional terlihat dari dekorasi pendopo, busana keluarga, hingga iringan musik yang terdengar sepanjang acara berlangsung.
Yosika tampil anggun memakai kebaya putih dengan kain batik bernuansa cokelat. Sementara Aksa mengenakan jas putih yang memberi kesan elegan namun tetap sederhana.
Kombinasi adat tradisional dengan suasana keluarga yang intim membuat acara ini terasa hangat. Publik pun menilai pernikahan tersebut berhasil menghadirkan kesan mewah tanpa kehilangan sentuhan intimate-nya.
Di media sosial, nama Soimah dan Aksa langsung ramai diperbincangkan sejak video akad mulai beredar. Banyak netizen mengaku tersentuh melihat perjalanan keluarga Soimah yang selama ini terlihat sederhana meski hidup di dunia hiburan.
Sebagian publik juga menyoroti bagaimana Soimah tetap mempertahankan budaya Jawa dalam acara penting keluarganya. Bahkan ada yang menyebut pernikahan Aksa dan Yosika itu ideal, karena nggak berlebihan.
Kalau ditarik lebih jauh, momen pernikahan Aksa seperti menjadi babak baru dalam perjalanan hidup Soimah sendiri. Dulu, ia pernah meninggalkan anak kecilnya demi memperjuangkan karier di Jakarta. Kini, anak yang sama sudah tumbuh dewasa dan resmi membangun keluarga.
Perjalanan itu tentu nggak singkat. Ada fase perjuangan, kerja keras, rasa bersalah sebagai ibu, sampai akhirnya tiba di titik ketika ia bisa melihat hasil dari semua pengorbanan tersebut.
Oleh sebab itu, tangis Soimah di akad nikah Aksa terasa jauh lebih dalam dibanding yang terlihat di kamera. Ada rasa lega, haru, sekaligus bangga melihat putra sulungnya akhirnya siap menjalani kehidupan baru.
Nah, momen seperti inilah yang akhirnya membuat netizen merasa lebih dekat dengan sosok Soimah. Soimah, sebagai seorang ibu yang sedang belajar ikhlas melepas anak pertamanya menuju hidup baru.
Sumber: www.harapanrakyat.com
Resmi menikah lagi, Anji singgung wasiat almarhumah ibu yang jadi alasan kuat di balik keputusan…
Wardatina Mawa menolak damai, memilih melanjutkan proses hukum atas dugaan perselingkuhan suaminya.
Dede Sunandar dan Karen Hertatum bersiap daftar cerai, setelah talak tiga diucapkan, hubungan 12 tahun…
Ayu Aulia klarifikasi tudingan soal pejabat, akui emosi dan halusinasi picu kegaduhan publik yang ramai…
Karen Hartatum akhirnya menyerah setelah 12 tahun, mengaku lelah bertahan demi anak di tengah konflik…
Arya Khan buka peluang rujuk, tapi beri syarat tegas soal prioritas dalam rumah tangga Pinkan…