Estimated reading time: 5 minutes

Lambe Katy – Musisi Erdian Aji Prihartanto, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Anji, baru saja kehilangan sosok paling penting dalam hidupnya. Ibunda tercinta, Siti Sundari Hartiyo, menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam, 26 Maret 2026 pukul 20.03 WIB.

Berita itu pertama kali muncul melalui unggahan pribadi Anji di Instagram. Di sana, ia membagikan rangkaian foto serta cerita yang menggambarkan hari-hari terakhir bersama sang ibu. 

Kamu yang membaca cerita tersebut mungkin langsung merasakan satu hal yang sama. Hal itu pula sedang dirasakan Anji saat melepas kepergian ibunda yang selama ini menjadi sumber doa serta dukungan dalam perjalanan hidupnya.

Momen Terakhir yang Sangat Personal

Dalam unggahan tersebut, Anji memperlihatkan beberapa potongan momen sederhana bersama sang ibu. Ada foto ketika mereka duduk bersama sambil bermain domino dengan cucu-cucu. Ada juga potret ketika mereka berjalan santai di pagi hari.

Semua momen itu terlihat sangat biasa. Namun justru di situlah letak kehangatannya. Rutinitas kecil seperti jalan pagi atau duduk berbincang sering kali terasa sepele ketika masih terjadi setiap hari. 

Namun, ketika seseorang pergi untuk selamanya, kenangan sederhana itu berubah menjadi sesuatu yang sangat berarti. Anji sendiri menceritakan bahwa sang ibu menghembuskan nafas terakhir tepat di pangkuannya. 

Anji menyampaikan kalimat yang menyentuh hati dalam unggahan tersebut. Menulis bahwa ibunya berpulang di pangkuannya dan ia menerima kepergian itu dengan ikhlas. Ia juga mengucapkan selamat jalan kepada sang mama tercinta, sambil meminta maaf.

Tiga Bulan yang Penuh Kenangan

Jika ditarik sedikit ke belakang, kisah kebersamaan Anji dengan ibunya dalam beberapa bulan terakhir memang terasa sangat spesial. Musisi yang juga dikenal sebagai kreator konten itu mengungkapkan bahwa tiga bulan terakhir memberikan banyak kenangan. 

Waktu tersebut menjadi fase ketika ia benar-benar dekat dengan sang ibu. Menurut ceritanya, ia sebenarnya sudah mengajak ibunya tinggal bersama sejak sekitar dua tahun lalu. 

Keinginan itu muncul karena ia merasa selama bertahun-tahun terlalu sibuk dengan aktivitas bermusik. Kesibukan tur, rekaman, hingga berbagai proyek lain membuat waktu bertemu dengan keluarga sering kali terbatas. 

Oleh sebab itu, Anji ingin memperbaiki keadaan dengan mengajak sang ibu tinggal lebih dekat dengannya. Namun, pada awalnya, sang ibu memilih tetap tinggal terpisah. Ia merasa khawatir kehadirannya akan mengganggu aktivitas anaknya yang cukup padat.

Hari-Hari Sederhana yang Kini Jadi Kenangan

Situasi mulai berubah ketika kondisi kesehatan ibunya menurun pada akhir tahun 2025. Saat itulah sang ibu akhirnya bersedia tinggal lebih dekat dengan Anji. Menurut Anji, kebetulan saat itu ada rumah kosong yang berada di sekitar tempat tinggalnya. 

Tinggal bersebelahan membuat Anji memiliki kesempatan yang sebelumnya jarang ia rasakan. Ia dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan sang ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang mereka lakukan juga sederhana. Dalam unggahannya, Anji bahkan menceritakan bahwa ia sering membantu memotong kuku ibunya. Hal kecil seperti itu mungkin jarang diceritakan oleh figur publik. 

Selama masa itu, kesehatan sang ibu memang beberapa kali naik turun. Meski begitu, mereka tetap mencoba menikmati setiap hari. Anji merasa bersyukur karena ibunya masih bisa melewati bulan Ramadhan dan juga merasakan suasana Lebaran dengan keluarga.

Detik-Detik Perpisahan yang Mengharukan

Hari ketika sang ibu berpulang menjadi momen yang sulit dilupakan oleh Anji. Ia berada tepat di samping ibunya ketika nafas terakhir itu terjadi. Dalam tulisannya, ia menyampaikan bahwa dirinya merasa ikhlas. 

Anji juga merasa bersyukur karena sudah sempat memindahkan ibunya ke rumah yang sangat dekat dengannya. Dengan cara itu, ia dapat memastikan bahwa dirinya selalu berada di dekat sang ibu jika sesuatu terjadi.

Nah, benar saja, pada malam itu ia berada tepat di sisi orang yang paling ia cintai. Anji menuliskan bahwa ia bahagia karena sudah meluangkan banyak waktu di rumah dalam beberapa bulan terakhir. 

Keputusan untuk memperlambat aktivitas di luar rumah membuatnya memiliki kesempatan berharga untuk merawat ibunya. Bagi seorang anak, kesempatan seperti itu sering kali menjadi hal yang sangat penting ketika akhirnya harus menghadapi perpisahan.

Dukungan dan Doa dari Sahabat Selebritas

Setelah kabar tersebut tersebar, berbagai reaksi empati langsung datang dari banyak figur publik. Dunia hiburan Indonesia tampak ikut merasakan duka yang dialami Anji. Salah satu yang memberikan pesan haru adalah Sheila Marcia. 

Dalam unggahannya, ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang sangat baik. Ia menuliskan ucapan terima kasih atas semua kebaikan serta kenangan yang pernah dibagikan oleh ibu Anji. 

Sheila Marcia juga menyebut almarhumah sebagai pribadi yang penuh kehangatan. Dalam pesannya, Sheila berharap agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ucapan duka juga datang dari komedian Soimah. 

Soimah menyampaikan doa agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah. DJ Whisnu Santika turut menuliskan pesan simpati. Ia menyampaikan rasa dukacita kepada Anji sambil mendoakan agar sang ibu mendapatkan tempat terbaik.

Rencana Pemakaman Sang Ibunda

Setelah kabar kepergian itu disampaikan kepada publik, keluarga juga mengumumkan rencana pemakaman. Jenazah Siti Sundari Hartiyo dijadwalkan dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Bekasi, Jawa Barat. 

Prosesi pemakaman berlangsung pada Jumat pagi, 27 Maret 2026 pukul 08.00 WIB. Bagi keluarga, prosesi tersebut menjadi momen terakhir untuk mengantar almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Bagi Anji sendiri, momen itu menjadi bagian dari perjalanan menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini selalu ada kini telah pergi. Namun, kenangan yang tersisa jelas akan tetap hidup.

Makna Kehilangan dalam Perjalanan Hidup

Kisah yang dibagikan Anji sebenarnya menggambarkan sesuatu yang sangat universal. Banyak orang mungkin pernah merasakan hal yang sama ketika harus melepas orang tua tercinta.

Kesibukan hidup sering membuat seseorang merasa waktu bersama keluarga masih panjang. Namun ketika momen perpisahan datang, barulah terasa bahwa setiap waktu yang pernah dilalui ternyata sangat berharga.

Anji tampaknya menyadari hal itu sejak beberapa tahun terakhir. Keputusan untuk mendekatkan ibunya ke rumahnya menjadi langkah kecil yang akhirnya membawa banyak kenangan berarti.

Bagi siapapun yang membaca kisah ini, cerita tersebut terasa seperti pengingat meluangkan waktu bersama orang tua. Justru hal-hal kecil seperti berjalan pagi, duduk berbincang, atau sekadar menemani seseorang di rumah bisa menjadi kenangan paling dikenang.

Perjalanan Hidup yang Akan Terus Berlanjut

Meski sedang berada dalam masa duka, perjalanan hidup Anji tentu akan terus berjalan. Musisi yang pernah dikenal sebagai vokalis Drive itu telah melalui banyak fase dalam hidupnya.

Dari perjalanan karier musik, berbagai kontroversi yang pernah terjadi, hingga peran sebagai ayah bagi anak-anaknya, Anji selalu dikenal sebagai sosok yang terbuka tentang kehidupannya.

Kehilangan sang ibu tentu menjadi bab baru yang penuh emosi dalam perjalanan tersebut. Namun dari cerita yang ia bagikan, satu hal terlihat jelas. Anji ingin mengenang ibunya dengan cara yang hangat, penuh syukur, serta dipenuhi kenangan indah.

Sumber: suara.com