Estimated reading time: 6 minutes

Lambe Katy – Lebaran selalu identik suasana hangat. Keluarga berkumpul, hidangan khas tersaji, lalu tawa terdengar dari berbagai sudut rumah. Namun, bagi keluarga almarhum Vidi Aldiano, Lebaran tahun ini terasa berbeda. 

Hal itu diungkapkan langsung oleh sang ayah, Harry Kiss. Dalam beberapa kesempatan berbincang dengan media, ia mengakui suasana Lebaran keluarga mereka berubah drastis. Sosok Vidi yang biasanya menjadi pusat keceriaan kini sudah nggak ada.

“Sekarang orangnya sudah enggak ada,” ujar Harry dengan nada lirih. Kalimat itu terdengar sederhana. Namun, di baliknya tersimpan cerita panjang tentang keluarga, tradisi, serta kenangan yang selama ini mereka jalani bersama.

Tradisi Lebaran yang Selalu Dinanti

Setiap keluarga tentu memiliki cara unik merayakan Lebaran. Begitu pula keluarga Vidi Aldiano. Bagi mereka, momen Hari Raya selalu dipenuhi ritual kecil yang membuat suasana semakin hidup. Salah satu tradisi paling khas adalah foto keluarga bertema.

Harry Kiss mengenang bagaimana setiap tahun keluarganya selalu menunggu ide dari Vidi untuk konsep foto tersebut. Lokasinya sederhana saja, biasanya di depan rumah. Namun tema yang dipilih sering kali nyeleneh dan penuh kreativitas.

“Lebaran itu kita punya ritual foto keluarga. Biasanya di depan rumah dengan berbagai tema,” kenang Harry. Tema yang pernah mereka gunakan pun beragam. Ada konsep nelayan, tukang kopi, bahkan karakter superhero seperti Avengers dan Power Rangers. 

Semua ide itu datang dari Vidi. Tradisi ini lama-lama menjadi sesuatu yang dinanti banyak orang. Bahkan teman-teman Vidi sering menunggu unggahan foto keluarga tersebut setiap tahun. Namun tahun ini situasinya berbeda. Sang pencetus ide sudah pergi.

Harry mengaku sempat kebingungan memikirkan konsep foto Lebaran berikutnya. Biasanya ide itu datang begitu saja dari Vidi. Kini, keluarga harus mencoba menjalankan tradisi tanpa sosok yang selama ini menjadi penggeraknya.

Sosok Kreatif di Balik Kehebohan Keluarga

Jika melihat perjalanan kariernya, publik mengenal Vidi Aldiano sebagai penyanyi pop yang ramah dan penuh energi positif. Lagu-lagunya seperti Nuansa Bening atau Status Palsu sering menjadi soundtrack berbagai fase kehidupan banyak orang.

Namun bagi keluarga, Vidi jauh lebih dari sekadar penyanyi terkenal. Di mata sang ayah, ia adalah sumber kreativitas dalam rumah. Bahkan urusan kecil seperti konsep foto keluarga pun sering ia tangani dengan penuh semangat.

Harry mengungkapkan bahwa setiap Lebaran, orang-orang sering bertanya lebih dulu kepada Vidi tentang tema foto terbaru. Seolah-olah itu sudah menjadi agenda tahunan. “Biasanya ditunggu teman-teman Vidi. 

Mereka selalu tanya, tahun ini temanya apa,” katanya. Kini pertanyaan itu masih ada. Hanya saja orang yang biasa memberikan jawabannya sudah nggak bisa lagi melakukannya. Kondisi ini membuat keluarga merasakan kekosongan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Tradisi Makan Keluarga yang Tetap Bertahan

Meski kehilangan sosok penting, beberapa kebiasaan keluarga tetap mereka pertahankan. Salah satunya soal hidangan Lebaran. Harry menjelaskan bahwa sejak Vidi menikah dengan Sheila Dara, pola kunjungan keluarga memang sedikit berubah. 

Biasanya Vidi dan Sheila akan datang ke rumah sang ayah di kawasan Bintaro untuk bersilaturahmi. Di sana sudah tersedia berbagai makanan favorit. “Biasanya kita siapkan bakso, sop buntut, kadang sushi,” ujar Harry.

Sementara untuk menu khas Lebaran seperti opor ayam, biasanya dibawa oleh keluarga Sheila. Harry bahkan memuji masakan ibu mertuanya Vidi dengan penuh kekaguman. “Kalau opor, ibunya Sheila yang bawa. 

Menurut saya, itu opor paling enak di planet ini,” katanya sambil tersenyum. Cerita tentang makanan ini terdengar sederhana. Namun justru di situlah terasa bagaimana hangatnya hubungan keluarga mereka selama ini.

Kenangan yang Datang Lewat Mimpi

Ketika seseorang yang dicintai pergi untuk selamanya, banyak orang percaya bahwa kenangan sering hadir lewat mimpi. Hal ini juga sempat terjadi pada keluarga Vidi Aldiano. Namun Harry Kiss mengaku dirinya belum mengalami hal tersebut.

Ia justru sedikit bercanda bahwa dirinya merasa “iri” kepada orang lain yang sempat bermimpi bertemu Vidi. “Istri saya kemarin mimpiin dia. Saya malah belum,” katanya. Jelas terlihat ada kerinduan mendalam di baliknya.

Bagi seorang ayah, kehilangan anak tentu menjadi pengalaman yang sangat berat. Meski begitu, Harry mencoba menjalani semuanya dengan sikap ikhlas.

Permintaan Privasi untuk Sheila Dara

Di tengah sorotan publik yang besar, keluarga Vidi Aldiano juga berharap bisa menjalani masa berkabung dengan tenang. Harry secara terbuka meminta media untuk memberi ruang bagi menantunya, Sheila Dara, agar bisa memulihkan diri dari duka.

Menurutnya, kondisi Sheila saat ini masih sangat sensitif. “Jangan wawancara Sheila dulu deh. Dia masih mode mute,” ujar Harry. Kehilangan pasangan hidup tentu bukan hal yang mudah.

Persahabatan yang Menyimpan Banyak Kenangan

Kepergian Vidi Aldiano juga meninggalkan duka bagi banyak sahabatnya di industri hiburan. Salah satu yang paling terpukul adalah aktris Pevita Pearce. Keduanya telah bersahabat sejak remaja. Hubungan itu dimulai ketika mereka masih berusia sekitar 16 tahun.

Pevita mengenang masa-masa tersebut sebagai periode penuh cerita. “Kami bersahabat sejak umur 16 tahun. Menghabiskan masa remaja bersama,” ujarnya. Persahabatan itu bertahan hingga dewasa. 

Mereka sering berbagi cerita tentang kehidupan, karier, hingga mimpi masing-masing. Bagi Pevita, Vidi adalah sosok yang selalu membawa energi positif. Ia mengingat bagaimana sahabatnya itu selalu mampu tertawa bahkan dalam situasi sulit. “Vidi itu, mau dalam situasi apapun, selalu bisa ketawa. Dia optimistis banget,” katanya.

Perjalanan Panjang Melawan Penyakit

Di balik senyum ceria yang sering terlihat di depan publik, Vidi Aldiano sebenarnya menjalani perjuangan panjang melawan penyakit serius. Pada Desember 2019, ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga.

Kabar itu mengejutkan banyak orang. Namun Vidi memilih menghadapi semuanya dengan sikap optimistis. Ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura pada tahun yang sama. 

Setelah melalui pengobatan dan kemoterapi selama setahun, kondisinya sempat dinyatakan stabil. Sayangnya, perjalanan belum selesai. Pada tahun 2021, sel kanker kembali muncul. Kondisi itu membuat Vidi harus menjalani pengobatan rutin setiap tiga minggu sekali.

Pada September 2023, Vidi mengungkapkan bahwa sel kanker telah menyebar ke beberapa titik. Hal itu membuatnya harus menjalani perawatan lebih intensif. Meski begitu, ia tetap berusaha aktif berkarya selama kondisi memungkinkan.

Hari Terakhir Sang Penyanyi

Setelah hampir tujuh tahun berjuang melawan penyakit, Vidi Aldiano akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 7 Maret 2026. Kepergian sang penyanyi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.

Jenazahnya kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada 8 Maret 2026. Prosesi pemakaman dihadiri banyak rekan artis yang datang memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru terasa sepanjang acara.

Bagi keluarga, hari itu menjadi momen yang sangat berat. Namun mereka juga mencoba melihatnya sebagai akhir dari perjuangan panjang yang telah dijalani Vidi dengan penuh keberanian.

Sosok Baik yang Selalu Diingat

Meski telah pergi, banyak orang percaya bahwa kebaikan seseorang akan selalu dikenang. Hal itu juga diungkapkan oleh Harry Kiss saat berbicara tentang putranya. Ia merasa bersyukur karena hingga hari ini Vidi masih dikenal sebagai pribadi yang baik oleh banyak orang.

“Alhamdulillah sampai hari ini Vidi dikenal sebagai orang yang baik,” ujar Harry. Bagi sang ayah, itulah hal paling penting dalam hidup. Harry juga menambahkan bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. “Kita semua ingin dikenal sebagai orang baik,” katanya.

Lebaran yang Tetap Harus Dilalui

Kini keluarga Vidi Aldiano harus menjalani Lebaran pertama tanpa sosok yang selama ini menjadi pusat keceriaan. Ritual foto keluarga mungkin masih dilakukan. Hidangan favorit tetap tersaji di meja makan. Silaturahmi keluarga juga tetap berjalan seperti biasa.

Namun, ada satu hal yang jelas berubah. Suasana rumah mungkin masih ramai. Tawa mungkin tetap terdengar. Namun, ada satu suara yang kini hanya hadir dalam kenangan, yaitu suara Vidi Aldiano.

Bagi keluarga, Lebaran tahun ini menjadi momen belajar menerima kenyataan bahwa seseorang yang sangat dicintai telah pergi. Meski begitu, kenangan tentangnya akan selalu hidup.

Sumber: www.klikanggaran.com