Estimated reading time: 5 minutes

Lambe Katy – Langit Jakarta Selatan pagi itu terasa berbeda. Rintik hujan turun pelan, seolah ikut menyampaikan rasa kehilangan yang begitu dalam. Di TPU Tanah Kusir, suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman penyanyi Vidi Aldiano yang berpulang pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pelantun lagu Nuansa Bening itu meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya yang selama ini mengikuti perjalanan hidupnya.

Sejak pagi, pelayat sudah berdatangan. Beberapa di antaranya datang dengan wajah yang masih menyimpan rasa tak percaya. Sebagian lain terlihat berusaha tegar, meski mata mereka sesekali berkaca-kaca.

Dunia hiburan Tanah Air kehilangan salah satu sosok yang dikenal hangat, bersahabat, dan selalu membawa energi positif kemanapun ia pergi. Di tengah suasana pemakaman yang khidmat itu, satu per satu sahabat datang untuk mengucapkan perpisahan terakhir.

Rumah Duka yang Dipenuhi Sahabat

Sebelum dimakamkan, jenazah Vidi Aldiano sempat disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Alamat rumah tersebut mendadak menjadi tempat berkumpulnya banyak orang yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Sejak Sabtu malam, suasana rumah duka sudah dipenuhi pelayat. Beberapa rekan artis terlihat datang bergantian. Mereka datang dengan langkah pelan, seolah berusaha menghargai kesedihan keluarga yang tengah berduka.

Di halaman rumah, suasana terasa hening. Hanya terdengar suara percakapan lirih dan doa-doa yang dipanjatkan. Bagi banyak orang yang hadir di sana, Vidi bukan sekadar musisi. Ia adalah teman, sahabat, bahkan keluarga.

Prosesi Pemakaman yang Khidmat

Minggu pagi, 8 Maret 2026, rombongan keluarga mulai bergerak menuju tempat pemakaman. Sebelumnya, jenazah terlebih dahulu dibawa ke masjid dekat rumah untuk melaksanakan salat jenazah. 

Setelah itu, iring-iringan kendaraan perlahan menuju TPU Tanah Kusir. Pemakaman dilakukan di Blok AA1 Blad 174, sesuai dengan informasi yang sebelumnya disampaikan keluarga. 

Meski hujan turun perlahan, prosesi tetap berlangsung dengan khidmat. Para pelayat berdiri mengelilingi pusara, beberapa terlihat menundukkan kepala sambil berdoa. Isak tangis sesekali terdengar dari kerabat dekat yang berada di barisan depan.

Deretan Artis yang Datang Melepas

Kepergian Vidi Aldiano memang meninggalkan duka yang luas di dunia hiburan. Hal itu terlihat dari banyaknya figur publik yang hadir di lokasi pemakaman. Beberapa di antaranya merupakan sahabat yang sudah mengenal Vidi selama bertahun-tahun.

Deddy Corbuzier terlihat datang dengan wajah serius. Ia berjalan perlahan menuju pusara sambil menyapa beberapa pelayat yang sudah lebih dulu hadir. Personel Gigi Band juga terlihat berada di antara kerumunan. 

Kehadiran mereka menambah daftar panjang musisi yang datang memberikan penghormatan terakhir. Aktris Prilly Latuconsina pun tampak hadir. Ia berdiri cukup lama di dekat area pemakaman sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Selain itu, Habib Jafar juga terlihat ikut menghadiri prosesi pemakaman. Bahkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang dikenal sebagai sahabat dekat Vidi, turut datang di tengah kerumunan pelayat.

Momen Haru dari Nadin Amizah

Di antara berbagai cerita yang muncul setelah kepergian Vidi, ada satu momen yang cukup menyentuh perhatian publik. Penyanyi Nadin Amizah mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyaksikan detik-detik terakhir Vidi Aldiano sebelum berpulang.

Cerita itu ia sampaikan ketika tampil di acara School Bookber pada Sabtu malam, hanya beberapa jam setelah kepergian sang kakak ipar. Dengan suara yang terdengar bergetar, Nadin mengatakan bahwa beberapa jam sebelumnya ia berada di sisi Vidi ketika penyanyi tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Ia mengungkapkan bahwa hidup memang harus terus berjalan, bahkan ketika seseorang yang sangat berarti baru saja pergi. Dalam momen tersebut, Nadin juga menyampaikan harapan agar banyak orang mendoakan Vidi Aldiano.

Ia mengatakan bahwa sang kakak ipar pergi dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika seseorang membagikan cerita terakhir tentang orang pergi.

Perjalanan Panjang Melawan Kanker

Kisah hidup Vidi Aldiano dalam beberapa tahun terakhir memang tidak pernah jauh dari perjuangannya melawan kanker. Penyakit tersebut pertama kali didiagnosis pada akhir 2019. Saat itu, dokter menyatakan bahwa ia mengidap kanker ginjal stadium tiga.

Kabar tersebut sempat mengejutkan publik. Namun Vidi memilih menjalani semuanya dengan cara yang berbeda. Ia tidak menutup diri dari penggemar. Sebaliknya, ia justru sering berbagi cerita tentang perjalanan pengobatannya melalui media sosial.

Selama enam tahun terakhir, Vidi kerap mengungkapkan bagaimana penyakit itu mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia pernah menulis bahwa banyak prioritas hidupnya berubah sejak didiagnosa kanker.

Mindset-nya berubah, begitu pula cara ia memandang dunia. Ia juga mengungkapkan bahwa penyakit tersebut membuatnya belajar banyak tentang kesabaran dan keikhlasan. Bagi Vidi, kanker adalah perjalanan yang mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.

Refleksi Hidup yang Menyentuh

Salah satu tulisan Vidi Aldiano di media sosial sempat menjadi perhatian banyak orang. Pada Desember 2025, ia menuliskan bahwa penyakit yang ia derita telah mengubah banyak hal dalam hidupnya.

Ia merasa lebih mampu menghargai hal-hal kecil yang sebelumnya sering terlewat. Menurutnya, kanker mengajarkan arti berserah diri dan mencintai orang lain dengan tulus. Dalam tulisan tersebut, ia juga menyampaikan semoga perjalanannya melawan penyakit itu suatu saat bisa berakhir sesuai izin Tuhan.

Sosok Hangat yang Sulit Dilupakan

Jika kamu mengikuti perjalanan karir Vidi Aldiano sejak awal, satu hal yang selalu terasa jelas adalah kepribadiannya yang hangat. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Banyak rekan artis yang menyebut bahwa Vidi selalu mampu mencairkan suasana dimanapun ia berada. Di balik kesuksesan karirnya sebagai penyanyi, Vidi tetap mempertahankan sikap rendah hati yang membuat banyak orang merasa nyaman.

Lagu-lagunya sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Ada yang mengenalnya lewat Nuansa Bening, ada juga yang tumbuh bersama lagu-lagu lain yang ia bawakan selama bertahun-tahun.

Kini, meski sosoknya telah pergi, karya tersebut akan terus hidup. Setiap kali lagu-lagunya diputar, orang akan kembali mengingat suara khas yang pernah menemani berbagai momen dalam hidup mereka.

Perpisahan yang Penuh Doa

Prosesi pemakaman Vidi Aldiano akhirnya selesai menjelang siang. Para pelayat perlahan meninggalkan area pemakaman, namun banyak yang masih berdiri beberapa saat di dekat pusara.

Ada yang menundukkan kepala, ada juga yang memanjatkan doa dalam diam. Rintik hujan yang masih turun membuat suasana terasa semakin sendu. Di tengah kesedihan itu, satu hal terasa sangat jelas.

Vidi Aldiano mungkin telah berpulang, tetapi kenangan tentang dirinya akan terus hidup di hati banyak orang. Bagi keluarga, sahabat, dan penggemar, sosoknya akan selalu dikenang sebagai pribadi hangat yang meninggalkan banyak cerita indah.

Sumber: www.jakartanews.id