Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Media sosial mendadak ramai di Jumat malam, 23 Januari 2026. Nama Lula Lahfah berseliweran di lini masa, dibarengi unggahan berlatar hitam dan emoji patah hati dari sejumlah akun yang dikenal dekat dengannya. 

Kabar duka itu menyebar cepat, seolah saling menguatkan satu sama lain, meski sumber resminya belum terdengar jelas. Di tengah kabar tersebut, publik dibuat terpaku oleh satu video pendek. 

Seorang pria mengenakan hoodie abu-abu tampak tertunduk, menangis, dan terdengar lirih meminta maaf. Sosok itu disebut sebagai Reza Arap, kekasih Lula. Suara sirine ambulans yang terdengar samar di belakang video ikut menambah suasana mencekam. 

Dalam potongan itu, Reza terdengar memohon, “Guys, bener-bener maafin,” dengan suara bergetar. Sejak saat itu, perhatian publik seolah terpaku pada satu pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi pada Lula?

Kabar Wafat dan Simpang Siur Informasi

Informasi yang beredar menyebutkan Lula Lahfah meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB karena henti jantung atau henti napas, merujuk pada surat kematian yang tersebar luas di media sosial. 

Namun hingga tulisan ini beredar, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun manajemen yang membenarkan atau membantah kabar tersebut. Situasi ini membuat publik berada di ruang abu-abu. 

Di satu sisi, unggahan duka datang dari berbagai arah. Di sisi lain, konfirmasi langsung belum muncul. Beberapa akun sahabat Lula memilih menyampaikan belasungkawa secara tersirat, tanpa menyebut detail. Pola ini justru memperkuat rasa penasaran warganet.

Percakapan yang diduga berasal dari kerabat salah satu tim Reza Arap juga ikut tersebar. Dalam tangkapan layar itu, disebutkan bahwa Lula ditemukan dalam kondisi kaku di rumahnya.

Video Reza Arap yang Menggugah Emosi

Jika kabar duka menyentuh sisi empati, maka video Reza Arap menyentuh sisi emosi publik. Bukan karena durasinya panjang atau ucapannya bertele-tele, melainkan karena gestur yang terlihat begitu mentah. 

Reza tampak menunduk lama, air mata jatuh, lalu mengucap permintaan maaf yang terdengar seperti ditujukan pada banyak orang sekaligus. Narasi yang berkembang pun beragam. Ada yang melihatnya sebagai bentuk duka mendalam. 

Ada pula yang menafsirkan permintaan maaf itu sebagai luapan emosi akibat situasi mendadak. Tanpa penjelasan tambahan, publik hanya bisa menebak-nebak. Namun satu hal jelas, video tersebut menjadi titik fokus pemberitaan dan perbincangan.

Banyak warganet memilih menahan komentar, sementara yang lain menyampaikan dukungan. Di kolom balasan, kata “kuat” dan “sabar” muncul berulang, seolah publik sepakat memberi ruang untuk berduka, terlepas dari simpang siur kabar yang beredar.

Riwayat Kesehatan yang Kembali Disorot

Seiring ramainya kabar duka, publik kembali mengingat kondisi kesehatan Lula Lahfah di awal tahun 2026. Pada periode tersebut, Lula diketahui menjalani perawatan di rumah sakit dan bahkan melewatkan momen tahun baru di sana. 

Unggahan TikTok yang memperlihatkan tangannya terpasang infus sempat mengundang banyak pertanyaan. Komentar demi komentar bermunculan, menanyakan kondisi kesehatannya. Lula pun sempat menjawab dengan jujur dan lugas. 

Ia menyebut sedang menghadapi beberapa masalah kesehatan sekaligus, mulai dari ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, hingga GERD. Jawaban singkat itu kala itu terasa menenangkan, seolah memberi kepastian bahwa kondisinya tertangani.

Kini, pernyataan tersebut kembali diangkat. Bukan untuk mengaitkan sebab akibat secara gegabah, melainkan sebagai potongan konteks yang membuat publik mencoba memahami gambaran besarnya. 

Sosok Lula Lahfah di Mata Publik

Lula Lahfah dikenal sebagai figur multitalenta. Ia aktif sebagai konten kreator, model, aktris, sekaligus penyanyi. Kehadirannya di media sosial terasa dekat, ringan, dan personal. Lula sering membagikan keseharian tanpa kesan berjarak, membuat banyak pengikut merasa mengenalnya secara personal.

Gaya komunikasinya santai, kadang jenaka, kadang reflektif. Dari situlah kedekatan dengan audiens terbentuk. Maka wajar, ketika kabar duka muncul, respons publik terasa emosional. Banyak yang merasa kehilangan sosok yang selama ini menemani layar ponsel mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, perhatian publik juga tertuju pada hubungannya dengan Reza Arap. Keduanya kerap membagikan momen mesra yang terlihat apa adanya. Ketika kabar duka datang, sorotan otomatis mengarah pada Reza.

Pembatalan Konser Weird Genius

Di malam yang sama, grup Weird Genius mengumumkan pembatalan penampilan mereka di sebuah acara. Melalui pernyataan resmi, mereka menyebutkan adanya kabar duka yang menimpa salah satu member, sehingga kondisi dianggap nggak kondusif untuk tampil.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada berat dan meminta pengertian penonton. Meski nama nggak disebutkan secara eksplisit, publik cepat mengaitkannya dengan kabar yang sedang beredar. 

Waktu pengumuman yang berdekatan membuat dugaan tersebut makin menguat. Bagi sebagian orang, pembatalan konser ini dianggap sebagai sinyal bahwa situasi memang serius.

Menunggu Kejelasan, Menjaga Empati

Sampai detik ini, cerita tentang Lula Lahfah masih berada di tengah jalan. Potongan informasi telah beredar, reaksi emosional sudah mengalir, namun kepastian belum tiba. Dalam kondisi seperti ini, empati menjadi hal paling masuk akal untuk dijaga.

Publik boleh bertanya, boleh penasaran, namun tetap perlu memberi ruang. Kehilangan, jika benar terjadi, selalu menjadi peristiwa personal yang berat. Nah, jika kabar ini kelak diklarifikasi dengan detail resmi, semoga semuanya bisa dipahami dengan kepala dingin.

Satu hal yang jelas, sosok Lula Lahfah telah meninggalkan jejak di hati banyak orang. Entah melalui karya, unggahan sederhana, atau kehadirannya yang terasa dekat. Di tengah simpang siur kabar, kenangan itulah yang kini paling sering dibagikan.

Kabar tentang Lula Lahfah dan video Reza Arap menangis telah menjadi percakapan nasional dalam waktu singkat. Sampai pernyataan resmi disampaikan, yang bisa dilakukan hanyalah menunggu sambil menjaga empati.

Sumber: www.suara.com