Estimated reading time: 4 minutes

Lambe Katy – Dunia hiburan Indonesia kembali ramai oleh satu nama yang rasanya nggak pernah benar-benar absen. Jefri Nichol, aktor muda dengan segudang proyek film, mendadak lagi-lagi jadi topik panas setelah keterkaitannya dengan sosok bernama Jule

Menariknya, setiap kali isu personal menyeret namanya, publik selalu ikut menarik benang ke masa lalu Nichol. Karier, karakter, sampai pengakuan-pengakuan lama kembali diangkat ke permukaan. 

Di tengah hiruk-pikuk itu, sosok Jefri Nichol lagi-lagi terasa menarik buat disorot lebih dekat. Nggak hanya isu Jule, tapi juga karena rekam jejak hidupnya yang penuh lapisan dan sering bikin publik punya opini beragam.

Menjelang 27 Tahun, Inilah Kilas Balik Karirnya

Jefri Nichol akan genap berusia 27 tahun pada 15 Januari 2026. Usia yang bagi sebagian orang masih tergolong muda, tapi untuk Nichol, angka itu sudah dipenuhi pengalaman panjang di industri hiburan. 

Lahir sebagai anak sulung dari John Hendri, seorang pengusaha, dan Eka Putri yang berdarah Minang, Nichol tumbuh dengan latar keluarga yang cukup disiplin. Zodiak Capricorn yang melekat padanya sering dianggap cocok dengan citra Nichol selama ini. 

Ambisius, konsisten, dan berani ambil risiko. Dalam beberapa kesempatan, karakter tersebut terasa nyata lewat pilihan peran yang ia ambil. Nichol jarang bermain aman. Ia cenderung memilih karakter dengan konflik batin kuat dan sisi gelap yang kompleks.

Di usia yang belum menyentuh kepala tiga, deretan film yang ia bintangi sudah terlalu panjang untuk disebut kebetulan. Ada proses panjang, kerja keras, dan keberanian keluar dari zona nyaman yang membuat namanya bertahan sampai sekarang.

Berawal dari Layar Religi hingga Melejit di 2017

Perjalanan Nichol di dunia hiburan sebenarnya dimulai jauh sebelum namanya dikenal luas. Tahun 2013 menjadi titik awal ketika ia terlibat dalam mini seri religi Kami Rindu Ayah, yang mengangkat kisah keluarga almarhum Ustaz Jefri Al Buchori. 

Proyek tersebut memang bukan sorotan utama publik, tapi menjadi pintu masuk penting bagi Nichol. Setahun kemudian, ia kembali muncul lewat mini seri Keluarga Garuda di Dadaku bersama aktor dan aktris senior. 

Dari situ, jalannya perlahan terbuka. Namun, momen paling krusial datang pada 2017. Tahun itu bisa dibilang sebagai fase ledakan popularitas Jefri Nichol. Dalam satu tahun, ia membintangi enam film layar lebar. 

Nama Nichol langsung melekat sebagai aktor muda paling produktif saat itu. Film-film seperti Pertaruhan, Dear Nathan, Jailangkung, hingga Surat Cinta untuk Starla membuatnya jadi wajah favorit generasi muda. Dari genre drama romantis sampai thriller.

Lulusan IT yang Menemukan Panggung di Dunia Film

Di balik citra aktor film yang lekat dengan sorotan kamera, latar belakang pendidikan Jefri Nichol justru cukup jauh dari dunia seni peran. Ia merupakan lulusan SMK Tunas Jakasampurna dengan jurusan Ilmu Teknologi. 

Fakta ini sempat bikin banyak orang kaget, mengingat kariernya kini sangat identik dengan layar lebar. Namun, Nichol sendiri nggak pernah menganggap latar tersebut sebagai penghalang. 

Justru ia beberapa kali mengungkap keinginan untuk memperdalam dunia film secara lebih serius. Bukan cuma sebagai aktor, tapi juga sebagai kreator di balik layar. Keinginan menjadi sutradara pernah ia sampaikan secara terbuka.

Rencana melanjutkan pendidikan di bidang perfilman pun masuk dalam daftar impiannya. Ini menunjukkan bahwa di balik image bad boy yang sering dilekatkan padanya, Nichol tetap punya visi jangka panjang soal karier.

Pengakuan di Podcast yang Bikin Netizen Kaget

Nama Jefri Nichol kembali memanas pada November 2024 setelah kemunculannya di podcast Bocah-Bocah Kosong (BBK) milik WKWK Project. Dalam obrolan yang terkesan santai, Nichol melontarkan pengakuan yang langsung memicu kehebohan. 

Ia secara terbuka menyebut pernah tidur dengan lebih dari 20 perempuan. Meski nggak menyebut angka pasti, gestur dan narasinya sudah cukup membuat publik menarik kesimpulan sendiri. Potongan video podcast itu dengan cepat menyebar di media sosial. 

Reaksi pun beragam, mulai dari membela, mengkritik, bahkan ada yang menganggapnya sebagai bentuk kejujuran tanpa filter. Bagi sebagian orang, pengakuan tersebut memperkuat citra Nichol sebagai sosok yang apa adanya. 

Bagi yang lain, hal itu dianggap terlalu vulgar untuk figur publik. Terlepas dari pro dan kontra, satu hal pasti, bahwa nama Jefri Nichol kembali jadi pusat perhatian.

Konflik dengan Manajemen yang Pernah Menghebohkan

Jauh sebelum isu-isu personal ramai dibicarakan, Jefri Nichol juga sempat terseret persoalan hukum. Pada Juni 2018, Baetz Management, manajemen yang kala itu menaunginya, melayangkan somasi. 

Pihak manajemen menilai Nichol nggak menjalankan kontrak secara maksimal karena belum menyelesaikan enam dari sebelas film yang disepakati. Nilai tuntutan yang mencapai Rp5 miliar tentu bukan angka kecil. 

Kasus ini sempat menyedot perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi. Namun, konflik tersebut akhirnya nggak berlanjut ke pengadilan. Kedua pihak memilih jalan damai dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Bagi Nichol, fase ini menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karirnya. Ia belajar tentang konsekuensi profesional dan bagaimana dunia hiburan nggak selalu seindah yang terlihat di layar.

Isu Jule dan Alasan Namanya Selalu Menjadi Gosip

Keterkaitan Jefri Nichol dengan sosok Jule kembali menghidupkan semua cerita lama tentang dirinya. Dari karier, gaya hidup, sampai pengakuan masa lalu, semuanya kembali disorot. 

Setiap fase hidupnya seolah punya cerita sendiri. Publik mungkin terbelah dalam menilai, tapi perhatian terhadapnya nyaris nggak pernah padam. Di dunia hiburan ini, konsistensi eksistensi Nichol adalah sesuatu yang jarang.

Terlepas dari kontroversi atau gosip yang mengiringi langkahnya, Jefri Nichol tetap menjadi nama yang sulit diabaikan. Isu Jule hanyalah satu bab terbaru dari perjalanan panjang seorang aktor yang selalu berhasil menarik perhatian, baik di layar maupun di luar kamera.

Sumber : hot.detik.com